Tampilkan postingan dengan label Hari Besar Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Besar Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Download Naskah Pidato/Sambutan Ketua Umum PGRI pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2015 atau HUT PGRI ke-70 dan Naskah Sejarah Singkat PGRI

Download Naskah Pidato/Sambutan Ketua Umum PGRI pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2015 atau HUT PGRI ke-70 dan Naskah Sejarah Singkat PGRI- Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Pada awal sambutan ini, marilah kita bersama-sama mengucapkan salam guru, salam PGRI, dan salam solidaritas. Yang saya hormati Bapak Gubernur…, Bapak Bupati…, Bapak Walikota…., Bapak/lbu para Pejabat Sipil, TNI, dan Polri, Segenap Pengurus PGRI, para undangan, serta anggota PGRI di seluruh tanah air yang berbahagia,
Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan kepada kita, sehingga pada hari ini kita bersama dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2015 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PGRI.

Tanggal 25 November 2015, tujuh puluh tahun yang lalu, PGRI lahir pada saat Kongres Guru Indonesia di Surakarta yang juga disebut Kongres Guru I. PGRI lahir dari kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan para guru, dosen, tenaga kependidikan, para pensiunan guru, dan para pegawai Kementerian Pendidikan dan Pengajaran yang baru didirikan. Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia, mereka bersatu untuk mengisi kemerdekaan. Selengkapnya, silakan klik Download Sejarah Singkat  PGRI dan Naskah Sambutan Ketua Umum PGRI pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2015/HUT PGRI ke-70

Selasa, 17 November 2015

Kumpulan Tema Hari Guru Nasional / HUT PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, kemudian pada Tanggal 2 Desember tahun 2004, Presiden RI mencanangkan atau menetapkan guru sebagai profesi. Lebih dimantapkan lagi melalui Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Kumpulan Tema Hari Guru Nasional / HUT PGRI

logo pgri

Di bawah ini, saya arsipkan berbagai tema Hari Guru Nasional ( HGN ), namun baru sejak tahun 2007

1. Tema HGN/HUT PGRI  ke-62, Tahun 2007

"Guru Profesional dan Sejahtera Untuk Pendidikan Berkwalitas"

2. Tema HGN/HUT PGRI  ke-63, Tahun 2008

"Guru yang profesional, bermartabat, sejahtera dan terlindungi mewujudkan pendidikan bermutu

3. Tema HGN/HUT PGRI  ke-64, Tahun 2009

"Memacu Peran Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Guru dalam Mewujudkan Guru Profesional, Sejahtera, Bermartabat, dan terlindungi"

4. Tema HGN/HUT PGRI  ke-65, Tahun 2010

"Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera"

5. Tema HGN/HUT PGRI  ke-66, Tahun 2011

"Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa”

6. Tema HGN/HUT PGRI  ke-67, Tahun 2012

"Memacu Professionalisasi Guru melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik"

7. Tema HGN/HUT PGRI  ke-68, Tahun 2013

"Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013"

8. Tema HGN/HUT PGRI  ke-69, Tahun 2014

"Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru"

9. Tema HGN/HUT PGRI  ke-70, Tahun 2015

"Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat"

Demikian tentang Kumpulan Tema Hari Guru Nasional / HUT PGRI. Semoga bermanfaat

Minggu, 15 November 2015

Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 dan HUT PGRI ke-70

Download Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional ( HGN ) dan HUT PGRI ke-70,  Tanggal 25 November 2015- A. Pendahuluan- Pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak lahir PGRI yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis, adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan, yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu perndidikan di Indonesia.

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-70, Tahun 2015

Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas bersama komponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.
Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama.

Pada 25 November 2015 ini PGRI genap berusia 70 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan. Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya.

Peringatan HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini akan diadakan sejumlah kegiatan yang direncanakan berlangsung sebelum bulan November 2015. Melalui kegiatan di berbagai tingkat dan jenjang ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi, serta membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota. Selain itu juga diharapkan mampu meningkatkan semangat anggota dan menggugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat.

B. Tema peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI  ke-70 Tahun 2015

"Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat"

C. Jenis Kegiatan

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2015 dimulai bulan September sekaligus memperingati Hari Guru Internasional dan berakhir pada acara puncak pada tanggal 25 November 2015.

1. Upacara Peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015

a. Upacara HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2015 dilaksanakan serentak tanggal 25 November 2015 atau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Upacara di daerah diselenggarakan oleh panitia provinsi, kabupaten, kota, cabang, unit kerja pendidikan, dan satuan pendidikan.

b. Dalam upacara peringatan HUT PGRI dan HGN dibacakan ‟Sejarah Singkat PGRI‟, dan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh pembina upacara dan dinyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu Hymne Guru, Terima Kasih Guruku, dan Syukur.

c. Apabila upacara peringatan diselenggarakan oleh Pengurus PGRI dan satuan pendidikan di lingkungan PGRI, dibacakan juga „Sambutan Ketua Umum PB PGRI‟ oleh pembina upacara dan dinyanyikan juga lagu Mars PGRI.

d. Pokok-pokok susunan acara upacara bendera sama dengan susunan upacara peringatan hari besar dengan penyesuaian pada nyanyian lagu-lagu penghargaan terhadap guru.

e. Acara puncak peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015 Tingkat Nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI diselenggarakan pada 25 November 2015 di Jakarta.

f. Pada saat upacara HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015 seluruh guru (anggota) harus menggunakan baju seragam PGRI, batik hitam putih motif Kusuma Bangsa dan celana atau rok hitam.

2. Ziarah ke Makam Pahlawan atau Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan/PGRI

a. Ziarah tingkat nasional diadakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada tanggal 24 November 2015.

b. Di Ibu Kota provinsi, kabupaten/kota yang ada makam pahlawan, diharapkan dapat diselenggarakan ziarah ke makam pahlawan dan/atau makam tokoh pendidikan/PGRI di daerahnya yang diatur penyelenggaraannya oleh Panitia HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015.

3. Diskusi Publik/ Seminar

Topik yang dibahas disesuaikan dengan tema peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015, yaitu “Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat”.

4. Konsolidasi Organisasi

a. Pengelolaan keanggotaan PGRI sesuai dengan Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) yang telah dikembangkan oleh PB PGRI.

b. Menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan tanggung jawab anggota terhadap organisasi, antara lain ditandai dengan pemberian KTA PGRI dan penertiban membayar iuran anggota.

c. Penerimaan anggota baru
  • Guru dan tenaga kependidikan di Indonesia mencapai 3,8 juta orang. Dalam upaya menjadikan PGRI organisasi yang kuat dan bermartabat perlu meningkatkan jumlah anggota. Semua guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru (Pasal 41 UUGD). Anggota PGRI itu stelsel aktif, menjadi anggota harus mendaftar. Namun begitu, pengurus perlu proaktif, melakukan sosialisasi, menyediakan formulir pendaftaran dan menerbitkan kartu anggota. Pendaftaran anggota baru terutama guru dan tenaga kependidikan di SMK, SMA, SMP, Negeri dan swasta serta sekolah-sekolah di bawah Kementrian Agama, agar mencapai 95% dari jumlah guru di masing-masing wilayah.
  • Anggota baru yang masuk sampai periode November 2015, akan diumumkan pada acara puncak yaitu upacara HGN dan HUT PGRI tanggal 25 November 2015.
  • Laporan dari masing-masing provinsi sudah diterima Pengurus Besar paling lambat tanggal 24 November 2015.
  • PB PGRI akan memberikan penghargaan kepada Pengurus PGRI Provinsi atau Kabupaten/Kota yang berhasil merekrut sedikitnya 80% dari jumlah guru di daerahnya menjadi anggota PGRI dan penambahan anggota dengan prosentase tertinggi.
5. Kampanye Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui berbagai kegiatan, misalnya:
  • Media cetak (poster, phamplet, spanduk, dll)
  • Sarasehan /seminar/ talkshow, dll.
  • Menulis dengan tema ”Pendidikan Bermutu untuk Semua” untuk media massa PGRI.
6. Forum Ilmiah Guru (FIG), diselenggarakan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Pengurus Besar PGRI.

7. Gerak jalan sehat/Bakti sosial (donor darah, kebersihan lingkungan, dll). Gerak jalan di tingkat nasional dilaksanakan pada tanggal 23 November 2015.

8. Mengadakan kunjungan ke tokoh atau mantan pengurus PGRI, tokoh PGRI, yatim piatu terutama yatim piatu anak guru.

9. Pemberian Penghargaan
Pemberian penghargaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya peningkatan kualitas pembelajaran oleh pengurus PGRI di semua tingkat, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai kebijakan wilayah masing-masing. Pada tingkat nasional, PB PGRI memberikan penghargaan Dwidja Praja Nugraha.

10. Mengadakan audiensi kepada pemerintah daerah setempat untuk berkoordinasi tentang persoalan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, organisasi profesi guru (PGRI), dan peningkatan pelaksanaan kode etik guru untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan dan martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan yang berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru.

11. Pameran Pendidikan.

12. Penyebarluasan Kegiatan melalui Media
  • Upayakan kegiatan yang dilakukan disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya kepada anggota.
  • Jika memungkinkan diadakan acara khusus dengan media sesuai tema, misalnya publikasi media luar ruang, talkshow, jumpa pers, dan lain-lain.
D. Bendera PGRI/ Spanduk /Umbul-Umbul / Baliho

Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015, diharapkan di kantor-kantor PGRI di semua tingkat kepengurusan, dan satuan pendidikan dikibarkan bendera PGRI, dipasang spanduk, umbul-umbul, dan baliho.

Selengkapnya silakan Download Pedoman Peringatan HGN dan HUT PGRI ke-70 Tahun 2015.pdf

Baca juga Naskah Pidato/Sambutan Ketua Umum PGRI pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2015 atau HUT PGRI ke-70 dan Naskah Sejarah Singkat PGRI

Demikian tentang Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 dan HUT PGRI ke-70- Semoga bermanfaat

Tanggal Peringatan Hari Guru di Berbagai Negara

Tanggal Peringatan Hari Guru di Berbagai  Negara- Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu dan pendidik peserta didik. Dalam bahasa Indonesia atau di Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Di Indonesia, ada Guru PNS dan Guru Honorer/Guru Tidak Tetap/GTT yang tugas dan kewajibannya sama, namun kesejahteraannya yang berbeda.  Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Tanggal Peringatan Hari Guru di Berbagai  Negara

A. Amerika
  1. Amerika Serikat: minggu pertama di bulan Mei (Minggu Apresiasi Guru).
  2. Argentina: 11 September. Hari peringatan wafatnya Domingo Faustino Sarmiento, seorang pendidik dan politisi Argentina.
  3. Brazil: 15 Oktober (sejak 1963). Pertama kali dirayakan tahun 1947 di São Paulo oleh sejumlah guru dari sebuah sekolah kecil. Tanggal 15 Oktober disepakati sebagai hari guru karena pada tanggal tersebut, Dom Pedro I menyetujui dekrit penataan kembali sekolah dasar di Brazil.
  4. Chili: 16 Oktober. Pada tahun 1974, tanggal 10 Desember disepakati sebagai hari guru karena penyair Chili Gabriela Mistral menerima Penghargaan Nobel pada 10 Desember 1945. Sejak tahun 1977, hari guru diubah menjadi tanggal 16 Oktober untuk memperingati berdirinya Institut Guru Chili (Colegio de Profesores de Chile).
  5. Meksiko: 15 Mei (sejak 1918)
  6. Peru: 6 Juli (sejak 1953). Pejuang kemerdekaan José de San Martín mendirikan sekolah umum untuk laki-laki setelah José Bernardo de Tagle meloloskan resolusi pendidikan pada 6 Juli 1822.
B. Asia
  1. Filipina: 5 Oktober. Peringatan hari guru (bahasa Tagalog: Araw ng mga Guro) ditetapkan tanggal 5 Oktober berdasarkan Perintah Presiden No. 479.Walaupun demikian, hari guru biasanya dirayakan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah menengah sekitar bulan September dan Oktober.
  2. Hong Kong: 10 September (hingga 1997: 28 September)
  3. India: 5 September. Hari ulang tahun Presiden India Dr. Sarvapalli Radhakrishnan yang juga seorang guru ditetapkan sebagai hari guru. Di sekolah-sekolah diadakan perayaan, dan murid yang paling senior memainkan peran sebagai guru.
  4. Indonesia: 25 November. Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
  5. Iran: 2 Mei. Peringatan wafatnya Morteza Motahari sebagai martir pada 2 Mei 1979.
  6. Korea Selatan: 15 Mei. Hari guru dirayakan sejak tahun 1963 di Seoul, dan sejak tahun 1964 di kota Chuncheon. Perayaan ini dimulai oleh sekelompok anggota palang merah remaja yang mengunjungi guru-guru yang sedang sakit di rumah sakit. Perayaan hari guru secara nasional tidak dilangsungkan dari tahun 1973 hingga 1982, dan baru dilanjutkan kembali sejak 1983. Guru menerima hadiah bunga anyelir.
  7. Malaysia: 16 Mei. Tanggal 16 Mei ditetapkan sebagai Hari Guru di Malaysia, karena pada 16 Mei 1956, Majelis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu menerima rancangan kurikulum dari Laporan Jawatankuasa Pelajaran.
  8. Pakistan: 5 Oktober
  9. RRC: 10 September. Murid-murid biasanya memberikan hadiah balas jasa kepada guru, seperti kartu ucapan dan bunga.
  10. Singapura: 1 September (hari libur sekolah). Perayaan dilakukan sehari sebelumnya, dan murid-murid dipulangkan lebih awal.
  11. Taiwan: 28 September (ulang tahun Konfusius)
  12. Thailand: 16 Januari (sejak 1957).
  13. Turki: 24 November (sejak 1981)
  14. Vietnam:20 November. Hari libur sekolah untuk mengunjungi guru dan mantan guru di rumah masing-masing.
C. Eropa
  1. Albania: 7 Maret
  2. Ceko: 28 Maret
  3. Rusia: 5 Oktober. Sejak tahun 1994, hari guru dirayakan tanggal 5 Oktober bertepatan dengan Hari Guru Sedunia. Dari tahun 1965 hingga 1993, hari guru dirayakan pada minggu pertama di bulan Oktober.
  4. Polandia: 14 Oktober
D. Australia

Hari Jumat terakhir bulan Oktober dirayakan sebagai Hari Guru Sedunia di Australia.

Sumber : Wikipedia

Demikian tentang Peringatan Hari Guru di Berbagai  Negara. Semoga bermanfaat

Baca juga Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional/HUT PGRI ke-70 Tahun 2015


Sabtu, 14 November 2015

Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari-Desember

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari sampai dengan Desember- Sahabat Pembaca, Hari Besar Nasional adalah hari di mana pada tanggal di hari tersebut ada kejadian atau peristiwa sejarah penting di Indonesia. Hari Besar Internasional adalah hari di mana pada tanggal tersebut ada peristiwa tertentu yang diperingati oleh umat sedunia. Di halaman ini saya arsipkan Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, Sepetember, Oktober, November, dan Desember.

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari samai dengan Desember

1. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari
  • 3 Januari: Hari Departemen Agama Republik Indonesia
  • 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut
  • 10 Januari: Hari Gerakan Satu Juta Pohon
  • 10 Januari: Hari Tritura
  • 15 Januari: Hari Peristiwa Laut dan Samudera atau Hari Dharma Samudera
  • 25 Januari: Hari Gizi dan Makanan
  • 25 Januari: Hari Kusta Internasional
2. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Pebruari
  • 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh
  • 9 Februari: Hari Kavaleri
  • 9 Februari: Hari Pers Nasiona
  • 14 Februari: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
  • 20 Februari: Hari Pekerja Indonesia
  • 22 Februari: Hari Istiqlal
  • 28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia
3. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Maret
  • 1 Maret: Hari Kehakiman Nasional
  • 1 Maret: Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
  • 6 Maret: Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
  • 8 Maret: Hari Wanita/Perempuan Internasional
  • 9 Maret: Hari Musik Nasional
  • 10 Maret: Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi)
  • 11 Maret: Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
  • 21 Maret: Hari Sindrom Down
  • 22 Maret: Hari air sedunia
  • 23 Maret: Hari Meteorologi Sedunia
  • 24 Maret: Hari Peringatan Bandung Lautan Api
  • 27 Maret: Hari Klub Wanita Internasional (Women International Club Day - WIC)
  • 29 Maret: Hari Filateli Indonesia
  • 30 Maret: Hari Film Nasional
4. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan April
  • 1 April: Hari Bank Dunia
  • 1 April: Hari Marketing Indonesia (Hamari) 
  • 6 April: Hari Nelayan Nasional
  • 7 April: Hari Kesehatan Internasional
  • 9 April: Hari Penerbangan Nasional 
  • 9 April: Hari TNI Angkatan Udara
  • 12 April: Hari Bawa Bekal Nasional
  • 16 April: Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
  • 18 April: Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
  • 19 April: Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
  • 20 April: Hari Konsumen Nasional
  • 21 April: Hari Kartini
  • 22 April: Hari Bumi
  • 23 April: Hari Buku
  • 24 April: Hari Angkutan Nasional
  • 24 April: Hari Solidaritas Asia-Afrika
  • 27 April: Hari Permasyarakatan Indonesia
5. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Mei
  • 1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
  • 1 Mei: Hari Buruh Sedunia
  • 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
  • 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
  • 11 Mei: Hari POM - TNI 
  • 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta),
  • 16 Mei: Hari Wanadri
  • 17 Mei: Hari Buku Nasional
  • 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
  • 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasional, Hari Bakti Dokter Indonesia
  • 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi
  • 23 Mei: Hari Penyu Sedunia
  • 29 Mei: Hari Keluarga
  • 30 Mei: Hari Memberi
  • 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia
6. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Juni
  • 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
  • 1 Juni: Hari Anak-anak Sedunia
  • 1 Juni: Hari Susu Nusantara
  • 3 Juni: Hari Pasar Modal Indonesia
  • 5 Juni: Hari Lingkungan Hidup Sedunia
  • 8 Juni: Hari Laut Sedunia
  • 10 Juni: Hari Media Sosial
  • 15 Juni: Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
  • 17 Juni: Hari Dermaga
  • 21 Juni: Hari Krida Pertanian
  • 22 Juni: Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1527)
  • 24 Juni: Hari Bidan Nasional
  • 26 Juni: Hari Anti Narkoba Sedunia
  • 29 Juni: Hari Keluarga Berencana
7. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Juli
  • 1 Juli: Hari Bhayangkara
  • 1 Juli: Hari Buah
  • 5 Juli: Hari Bank Indonesia
  • 9 Juli: Hari Satelit Palapa
  • 12 Juli: Hari Koperasi
  • 22 Juli: Hari Kejaksaan
  • 23 Juli: Hari Anak Nasional
  • 23 Juli: Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
  • 29 Juli: Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
  • 31 Juli: Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati
8. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Agustus
  • 5 Agustus: Hari Dharma Wanita Nasional
  • 8 Agustus: Hari Ulang Tahun ASEAN
  • 10 Agustus: Hari Veteran Nasional
  • 10 Agustus: Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
  • 12 Agustus: Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
  • 13 Agustus: Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
  • 14 Agustus: Hari Pramuka
  • 17 Agustus: Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
  • 18 Agustus: Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
  • 19 Agustus: Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
  • 21 Agustus: Hari Maritim Nasional
9. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan September
  • 1 September Hari Buruh
  • 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan)
  • 4 September: Hari Pelanggan Nasional
  • 8 September: Hari Aksara
  • 8 September: Hari Pamong Praja
  • 9 September: Hari Olahraga Nasional
  • 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
  • 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001
  • 17 September: Hari Palang Merah Indonesia
  • 17 September: Hari Perhubungan Nasional
  • 21 September: Hari Perdamaian Dunia
  • 24 September: Hari Tani
  • 26 September: Hari Statistik
  • 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
  • 28 September: Hari Kereta Api
  • 29 September: Hari Sarjana Nasional
  • 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965
10. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Oktober
  • Setiap Hari Senin Pertama Oktober: Hari Habitat
  • 1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila
  • 2 Oktober: Hari Batik Nasional
  • 5 Oktober: Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
  • 10 Oktober: Hari Kesehatan Jiwa
  • 15 Oktober: Hari Hak Asasi Binatang
  • 16 Oktober: Hari Parlemen Indonesia
  • 16 Oktober: Hari Pangan Sedunia
  • 22 Oktober: Hari Santri Nasional
  • 24 Oktober: Hari Dokter Nasional
  • 24 Oktober: Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
  • 27 Oktober: Hari Listrik Nasional
  • 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda
  • 30 Oktober: Hari Keuangan
11. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November
Silakan baca di Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November

12. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Desember
  • 1 Desember: Hari AIDS Sedunia
  • 3 Desember: Hari Cacat
  • 4 Desember: Hari Artileri
  • 9 Desember: Hari Armada, Hari Anti Korupsi
  • 10 Desember: Hari Hak Asasi Manusia
  • 12 Desember: Hari Transmigrasi
  • 13 Desember: Hari Nusantara
  • 15 Desember: Hari Infanteri
  • 19 Desember: Hari Bela Negara
  • 20 Desember: Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
  • 22 Desember: Hari Ibu Nasional
  • 22 Desember: Hari Sosial
  • 22 Desember: Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)
  • 25 Desember: Hari Natal
Demikian tentang Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari s/d Desember. Semoga bermanfaat

Sumber : Wikipedia

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November

Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November- Menurut KBBI, bulan November adalah nama bulan ke-11 dalam tahun Masehi (30 hari), sedangkan diWikipedia, November adalah bulan kesebelas tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; novem yang berarti "sembilan" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 30 hari. Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia Terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Penerbit Balai Pustaka, Cetakan Pertama Edisi III, tahun 2001, pengejaan yang benar adalah "November", jadi bukan Nopember.

Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November, sebagai berikut :
  • 1 November: Hari Inovasi
  • 5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
  • 10 November: Hari Pahlawan
  • 10 November: Hari Ganefo
  • 11 November: Hari Bangunan Indonesia
  • 12 November: Hari Ayah Nasional
  • 12 November: Hari Kesehatan Nasional
  • 14 November: Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
  • 14 November: Hari Diabetes Sedunia
  • 21 November: Hari Pohon
  • 22 November: Hari Perhubungan Darat
  • 25 November: Hari Guru/HUT PGRI
  • 28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia
  • 29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)
Contoh soal/pertanyaan tentang Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November :
  1. Tanggal 1 November memperingati hari ...
  2. Tanggal 5 November dieringati hari apa?
  3. Tanggal 10 November diperingati/ditetapkan sebagai hari pahlawan karena ....
  4. Hari Ganefo diperingati setiap tanggal berapa ?
  5. Tanggal 11 November diperingati sebagai hari apa?
  6. Hari Ayah jatuh pada tanggal berapa?
  7. Hari Kesehatan Nasional jatuh pada tanggal berapa?
  8. Hari Brimob nasional diperingati setiap tanggal berapa ?
  9. Hari Diabetes sedunia diperingati tanggal berapa ?
  10. Tanggal 21 November memperingati hari apa ?
  11. Tanggal 22 November hari apa ?
  12. Hari ulang tahun PGRI tanggal berapa?
  13. Tanggal 28 November memperingati hari apa ?
  14. Hari KORPRI diperingati setiap tanggal berapa?
Demikian Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November. Semoga bermanfaat

Sumber : Wikipedia

Senin, 09 November 2015

Makna Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku

Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku merupakan  tema Hari Pahlawan 2015 yang tentunya bukan sekedar tema, namun harus terbukti atau ada perwujudannya. Untuk mewujudkan atau meningkatkan semangat kepahlawanan agar lebih masuk ke dalam jiwa raga kita bangsa Indonesia, marilah kita mencontoh sifat-sifat pahlawan seperti sifat: berani dalam membela kebenaran, rela berkorban/ikhlas, jujur, disiplin, pantang menyerah, sabar, mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan, berjuang tanpa pamrih, dan sifat pahlawan yang lain.

Makna Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku = Ayo Kerja

Makna Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku

Ayo Kerja :

1. Lebih rajin mengerjakan Ibadah ( bagi semua Orang )
2. Lebih rajin mengerjakan tugas dan kewajiban belajar ( bagi pelajar )
3. Lebih rajin bekerja sesuai bidang keahlian dan porsinya masing-masing

SEMANGAT HARI PAHLAWAN
SEMANGAT JADI PAHLAWAN


Rabu, 04 November 2015

Pesan-Pesan Perjuangan dari Para Pahlawan Nasional

Pesan-Pesan Perjuangan/Kata Mutiara dari Para Pahlawan Nasional- Sahabat, jumlah Pahlawan Nasional Indonesia ada 163 yang antara lain : Martha Christina Tiahahu, Harun Thohir (Kopral KKO Harun bin Said, Thohir bin Mandar, Tahir), Radin Inten II (Radin Inten II gelar Kesuma Ratu), Supriyadi (Soedanco Soeprijadi, Suprijadi), Slamet Riyadi (Brigjen. Ignatius Slamet Rijadi), Wolter Monginsidi (Robert Wolter Monginsidi), Halim Perdanakusuma (Marsda. Abdul Halim Perdana Kusuma), R. A. Kartini (Raden Adjeng Kartini, Raden Ayu Kartini), Usman Janatin (Serda. KKO. Oesman Djanatin bin Haji Mohammad Ali), Pierre Tendean (Kapten CZI. Pierre Andreas Tendean), Bau Massepe (Letjen. Andi Abdullah Bau Massepe), I Gusti Ngurah Rai (Brigjen I Gusti Ngurah Rai), Iswahyudi (Marsma. R. Iswahjoedi), Arie Frederik Lasut (A.F. Lasut), Adisucipto (Marsda. Mas Agustinus Adisoetjipto), Ranggong Daeng Romo, Supeno (Soepeno), Pattimura (Kapitan Pattimura, Thomas Matulessy), Sudirman (Jenderal Besar Raden Soedirman), dan Pahlawan Nasioanal yang lain, namun kali ini saya akan mengarsipkan pesan perjuangan dari 14 pahlawan Nasional, sebagai berikut :

Pesan-Pesan Perjuangan dari Para Pahlawan Nasional

1. Pesan Perjuangan dari Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang

Pesan Perjuangan dari Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi (Serang, Purwodadi, Jawa Tengah, 1752 - Yogyakarta, 1828) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah anak Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Grobogan-Sragen. Setelah ayahnya wafat Nyi Ageng Serang menggantikan kedudukan ayahnya. Nyi Ageng Serang adalah salah satu keturunan Sunan Kalijaga, ia juga mempunyai keturunan seorang Pahlawan nasional yaitu Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hajar Dewantara. Ia dimakamkan di Kalibawang, Kulon Progo. Ia pahlawan nasional yang hampir terlupakan,mungkin karena namanya tak sepopuler R.A. Kartini atau Cut Nyak Dhien tapi ia sangat berjasa bagi negeri ini.Warga Kulon Progo mengabadikan monumennya di tengah kota Wates berupa patungnya yang sedang menaiki kuda dengan gagah berani membawa tombak.

Pesan Perjuangan Nyi Ageng Serang : “ Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya “.
( Disampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut / rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah ).

2. Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman

Pesan Pahlawan Nasional Jenderal Sudirman
 Jenderal Sudirman

Jenderal Besar Raden Soedirman (EYD: Sudirman; lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia secara luas terus dihormati di Indonesia. Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam. Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas.Baca selengkapnya di https://id.wikipedia.org/wiki/Soedirman

Pesan Perjuangan dari jenderal Sudirman : “ Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”.
( Disampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan
Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan
Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat
sakitnya ).

3. Pesan Pahlawan Nasional Prof. DR. R. Soeharso

Prof. DR. R. Soeharso

Prof. Dr. Suharso (lahir di Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, 13 Mei 1912 - meninggal di Solo, Jawa Tengah, 27 Februari 1971 pada umur 58 tahun) adalah dokter ahli bedah, pahlawan nasional Indonesia, dan pendiri Pusat Rehabilitasi Profesor Dokter Suharso yang merupakan tempat merawat penderita cacat jasmani.

Pesan perjuangan dari Prof. Dr. Suharso : “ Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya “.
( Pernyataannya sebagai seorang nasionalis dan patriot ).

4. Pesan Perjuangan Prof. Moh. Yamin, SH 

Prof. Moh. Yamin, SH

Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. (lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903 – meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun) adalah sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang telah dihormati sebagai pahlawan nasional Indonesia. Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus "pencipta imaji keindonesiaan" yang mempengaruhi sejarah persatuan Indonesia

Pesan perjuangan dari Prof. Mohammad Yamin : “ Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri “.
( Disampaikan pada konggres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang
dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat
sebagai sekretaris ).

5. Pesan Perjuangan dari Supriyadi

Pesan Perjuangan dari Pahlawan Nasional Supriyadi

Soeprijadi/Supriyadi (lahir di Trenggalek, Jawa Timur, 13 April 1923 - tidak diketahui) adalah pahlawan nasional Indonesia dan pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Ia ditunjuk sebagai Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Presidensial, tetapi digantikan oleh Imam Muhammad Suliyoadikusumo pada 20 Oktober 1945 karena Supriyadi tidak pernah muncul. Bagaimana dan di mana Supriyadi wafat, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Soeprijadi )

Pesan Perjuangan dari Supriyadi : “ Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi“.
( Disampaikan pada saat Supriyadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang ).

6. Pesan Perjuangan dari  Teuku Nyak Arif

Pesan Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arif
Teuku Nyak Arif adalah Pahlawan Nasional Indonesia. Ia juga merupakan Residen/gubernur Aceh yang pertama periode 1945–1946. Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, saat Volksraad (parlemen) dibentuk, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai wakil pertama dari Aceh. Teuku Nyak Arief dilahirkan di Ulèë Lheue, Kutaraja (sekarang Banda Aceh) pada tanggal 17 Juli 1899. Ayahnya adalah seorang Ulèë Balang bernama Teuku Nyak Banta, ibunya bernama Cut Nyak Rayeuk. Kedudukan Teuku Nyak Banta adalah sebagai Panglima Sagi 26 Mukim wilayah Aceh Besar.

Dalam keadaan sakit Teuku Nyak Arief masih memikirkan tawanan lainnya dan keadaan rakyat Aceh pada umumnya. T. Nyak Arif meninggal pada tanggal 4 Mei 1946 di Takengon. Ia sempat berpesan kepada keluarganya: "Jangan menaruh dendam, karena kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segala-galanya". Jenazahnya dibawa ke Kutaraja dan dikebumikan di tanah pemakaman keluarga di Lamreung, dua kilometer dari Lamnyong. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Teuku_Nyak_Arif )

Selain pesan tersebut, Teuku Nyak Arif juga menyampaikan pesan perjuangan yang disampaikan pada pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arifmenjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera, yang isi pesannya : “ Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama “

7. Pesan Perjuangan dari  Abdul Muis

Pesan Pahlawan Nasional Abdul Muis

Abdoel Moeis (bahasa Arab: عبد المعز 'Abd Al-Mu'iz) (lahir di Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, 3 Juli 1883 – meninggal di Bandung, Jawa Barat, 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun) adalah seorang sastrawan, politikus, dan wartawan Indonesia. Dia merupakan pengurus besar Sarekat Islam dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasi tersebut. Abdul Muis dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional yang pertama oleh Presiden RI, Soekarno, pada 30 Agustus 1959. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Abdoel_Moeis )

Pesan Perjuangan dari  Abdul Muis : “ Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang “.
( Menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda
di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai
anggota Volksraad dan sebagai wakil SI ).

8. Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo / KGPAA Mankunegoro I

Pesan Pahlawan Nasional Pangeran Sambernyowo / KGPAA Mankunegoro I
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa alias Raden Mas Said (lahir di Kraton Kartasura, 7 April 1725 – meninggal di Surakarta, 28 Desember 1795 pada umur 70 tahun) adalah pendiri Praja Mangkunegaran, sebuah kadipaten agung di wilayah Jawa Tengah bagian timur, dan Pahlawan Nasional Indonesia. Ayahnya bernama Pangeran Arya Mangkunegara Kartasura dan ibunya bernama R.A. Wulan.

Julukan Pangeran Sambernyawa diberikan oleh Nicolaas Hartingh, gubernur VOC, karena di dalam peperangan RM. Said selalu membawa kematian bagi musuh-musuhnya.

Ia menikah dengan seorang wanita petani bernama Rubiyah, yang terkenal dengan julukannya "Matah Ati"

Pesan Perjuangan dari Pangeran Sambernyowo / KGPAA Mankunegoro I : 
  • Rumongso melu handarbeni ( merasa ikut memiliki )
  • Wajib melu hangrungkebi ( wajib ikut mempertahankan )
  • Mulat sario hangroso wani ( mawas diri dan berani bertanggung jawab ).
( Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I ).

9. Pesan Pahlawan Nasional Pattimura

“Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura
muda akan bangkit”
( Disampaikan pada saat akan digantung di Kota Ambon tanggal 16 Desember 1817 ).

10. Pesan Pahlawan Nasional Silas Papare

“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku”
( Disampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat / Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI).

11. Pesan Perjuangan dari Bung Tomo

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”.
(Pidato Bung Tomo melalui Radio Pemberontakan)
“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga.”
(Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945)

12. Gubenur Suryo

“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali”
(Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945
di Surabaya)

13. Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”
(Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961)
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”
(Pidato HUT Proklamasi 1963)

14. Moh. Hatta

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”
“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin
pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan
gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek
terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara
sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi.”

Demikian tentang Pesan Perjuangan dari 14 Pahlawan Nasional. Semoga bermanfaat

Download Naskah Pidato/Amanat Menteri Sosial RI pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015

Download Naskah Pidato/Amanat Menteri Sosial RI pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015- Assalamualaikum Warohmatullaahiwabarokaatuh. Salam Sejahtera bagi kita semua, Saudara-saudnra para peserta upacara yang berbahagta, Mengawali amanat ini, marilah kita berdoa seraya bersyukur kehadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan karunia-Nya sehingga kita semua seluruh bangsa Indonesia, di manapun berada" dapat memperingati kembali Hari Pahlawan l0 November 2015.

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RIke-70, suatu usia kemerdekmn yang cukup matang unfuk ukuran sebagai bangsa yang dewasa dalam bernegara.

Download Naskah Pidato/Amanat Menteri Sosial RI pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015

Saudara-s audara para peserta upecara yang berbahagia, Peringatan Hari Pahlawan dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan, dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan dengan terus bekerja dan bekerja dalam rangla mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera sebagai cita-cita perjuangan bangsa yang termuat dalam sila kelima Pancasila yang
berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, juga sebagai momenfum dalam rangka menumbuh-kembangkan nilai-nilai persatuan, kepahlawanan, keperintisan, dan kesetiakawanan sos ial.

Oleh karena itu, nilai kepahlawanan sejatinya tidak akan pernah usang atau lekang dimakan jaman karena pada setiap waktu dapat diimplementasikan dan direvitalisasi dari generasi ke generasi sepanjang masa sesuai perkembangan jaman.

Untuk itu penyelenggaraan peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting, karena dapat digUnakan sebagai barometer tentang seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan dari suatu proses kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan
pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mewujudkan kemerdekaan
dan menjaga tetap utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia.

Selengkapnya silakan Download Naskah Pidato/Amanat Menteri Sosial RI pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015

Baca juga Pedoman Pelaksnaan Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Pahlawan November 2015

Download Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tahun 2015

Download ( File PDF ) Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan ke-70  Tahun 2015- Hari Pahlawan adalah Hari Peringatan yang dirayakan pada tanggal 10 November setiap tahunnya di Indonesia.Hari ini untuk memperingati Pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945, di mana para tentara dan milisi indonesia yang pro-kemerdekaan berperang melawan tentara Britania Raya dan Belanda yang merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. ( https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pahlawan ).

Peringatan Hari Pahlawan merupakan agenda nasional yang diperingati setiap tahun, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Esensi dari Peringatan Hari Pahlawan adalah membangun spirit untuk komitmen dalam berbangsa dan bernegara.

Yang dimaksud dengan membangun spirit untuk komitmen dalam berbangsa dan bernegara adalah membangun semangat untuk berkomitmen mendukung penyelenggaraan pemerintahan sehingga terwujud suatu pengabdian terhadap bangsa dan negara dengan berlandaskan etika dan moral demi mencapai kemajuan bangsa.

Hakikat dari penyelenggaraan Peringatan Hari Pahlawan juga untuk memberikan pengakuan, penghormatan dan penghargaan kepada para pelaku perjuangan agar mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya.

Untuk itu, pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2015 difokuskan untuk membangun kekuatan bersama yang dapat menjadi daya dorong dalam rangka menyelesaikan masalah kebangsaan.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 diharapkan juga dapat memberikan pengaruh langsung/berdampak kepada sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sehubungan dengan hal tersebut sangatlah tepat apabila Hari Pahlawan 2015 mengambil tema : “Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku.“ Hal tersebut dapat diwujudkan dengan bekerja, berkarya, peduli dan berbagi untuk sesama, guna mencapai prestasi dan cita-cita.

Hari Pahlawan
Melalui Peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat memberikan inspirasi kepada para generasi penerus bahwa semangat juang para pendahulu dan pendiri bangsa ini dapat diteladani dan diimplementasikan pada masa kini dalam bentuk perjuangan yang lain.

Selanjutnya pada pelaksanaan Hari Pahlawan Tahun 2015 terbagi dalam 3 kegiatan yaitu : kegiatan utama, pokok, dan penunjang.

1. Kegiatan Utama
a. Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional
b. Upacara Ziarah Nasional
c. Upacara Tabur Bunga di Laut

2. Kegiatan Pokok
a. Upacara-upacara di Dalam Negeri di berbagai tempat
b. Upacara-upacara di Luar Negeri di Kantor Perwakilan RI atau tempat-tempat tertentu
c. Hening Cipta selama 60 detik (1 menit) pada pukul 08.15 waktu setempat atau dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada.

3. Kegiatan Penunjang
a. Kemah Kebangsaan
b. Wisata Sejarah
c. Sarasehan Kepahlawanan
d. Parade Kebangsaan, terdiri dari :
  • Kirab Kebangsaan
  • Salam Pahlawan : “Merdeka!” (dilakukan sehari penuh pada tanggal 10 November dari pukul 06.00 s/d 18.00 waktu setempat)
  • Haul Pahlawan/Do’a Bersama
  • Pentas Seni
e. Olimpiade Pahlawan
f. Ramah Tamah dengan Tokoh-tokoh Pejuang, Keluarga Pahlawan,
bersama komponen-komponen kebangsaan lainnya.
g. Ziarah Wisata
h. KSN Expo Indotera

Silakan Download Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan ke-70  Tahun 2015 file PDF

Baca juga Pengertian Mengheningkan Cipta


Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tanggal 10 November 2015

Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tanggal 10 November Tahun 2015- Sahabat Pembaca, 5 hari ( saat menulis artikel ini tanggal 5 November 2015 ) lagi bangsa Indonesia memperingati Hari Besar nasional yakni Hari Pahlawan. Tema peringatan Hari Pahlawan 2015 mengambil tema "Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku". Semoga dengan tema tersebut, Indonesia semakin sukses. Di bawah ini pedoman penyelenggaraan Upacara Hari pahlawan 2015 :

1. Tema
Semangat Kepahlawanan adalah Jiwa Ragaku

2. Sifat Upacara
Khidmat, Tertib dan Sederhana.

3. Tanggal Upacara
Hari Selasa, 10 November 2015

4. Waktu dan Tempat Upacara
Pukul 08.00 waktu setempat di lapangan terbuka.

5. Urutan Upacara Bendera

Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tanggal 10 November 2015
a. Penghormatan umum kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Komandan Upacara.
b. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
c. Pengibaran bendera Merah Putih, diiringi Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya ” yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.
d. Mengheningkan cipta, dipimpin oleh Pembina Upacara.
e. Pembacaan Pancasila.
f. Pembacaan Pembukaan UUD’45.
g. Pembacaan pesan-pesan Pahlawan/kata-kata mutiara (ditentukan panitia).
h. Amanat Pembina Upacara.
i. Pembacaan Do’a.
j. Laporan Komandan Upacara kepada Pembina Upacara.
k. Penghormatan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh
Komandan Upacara.
l. Upacara selesai.

Catatan :
Bila Upacara terpaksa tidak dapat dilaksanakan di lapangan terbuka, pengibaran Bendera Merah Putih diganti dengan Bendera Merah Putih yang sudah dipasang di tiang. Namun pokok-pokok acara lainnya wajib diikuti dengan penyesuaian seperlunya.

Selanjutnya, silkan baca Pengertian Hening Cipta dan Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta Serentak 60 detik pada Peringatan Hari Pahlawan 2015

Demikian tentang  Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tanggal 10 November 2015. Semoga bermanfaat.

Pengertian Mengheningkan Cipta; Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta secara Serentak 60 Detik pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2015

Pengertian Mengheningkan Cipta; Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta secara Serentak 60 Detik ( 1 Menit ) pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2015- Sahabat Pembaca, apa mengheningkan/hening cipta itu ?, sebelum membuat artikel ini saya mencari definisi/pengertian dari mengheningkan cipta di wikipedia. Berbagai kata kunci pun sudah saya masukkan di mesin pencari, namun saya belum menemukannya. Kemudian saya mencari di Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan menemukan hasil yang terpisah dari kedua kata tersebut yakni kata hening/mengheningkan dan cipta.

Untuk arti kata mengheningkan, menurut KBBI adalah merenungkan (mengenangkan) sesuatu/cipta bertafakur; diam merenung arwah; bersemadi ( http://kbbi.web.id/hening ). Sedangkan arti kata cipta adalah kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru; angan-angan yang kreatif. (http://kbbi.web.id/cipta).

Pada umumnya atau sudah mejadi hal yang maklum, bahwa "Mengheningkan Cipta" mengandung maksud berdo'a untuk arwahnya para Pahlawan. Jadi terasa janggal jika pengertian mengheningkan cipta diambil dari gabungan arti kata mengheningkan dan cipta, karena jika digabung menjadi merenungkan kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru.

Oleh karena itu pengertian hening cipta tidak bisa dimakan/ditelaah secara mentah karena memang dari penggabungan dua kata tersebut maknanya masih perlu ditelaah lebih mendalam. Kalau menurut hemat saya, mengheningkan adalah merenungkan, di mana dalam renungan itu bisa diisi dengan kegitan berdo'a dalam hati. Berdo'a untuk arwahnya para Pahlawan yang telah tiada, di mana para pahlawan tersebut sudah memberikan sumbangan kemerdekaan yang sangat berarti bagi rakyat Indonesia. Cipta/kemampuan pikiran para Pahlawan yang jenius menjadi salah satu jalan terciptanya kemerdekaan Indonesia. Bagaimana pemahaman Anda tentang pengertian "Hening Cipta", silakan sampaikan di kolom komentar, dan mungkin Anda menemukan definisinya, tolong tuliskan juga referensinya di kolom komentar.

Pengertian Mengheningkan Cipta; Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta secara Serentak 60 Detik pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2015

Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta secara Serentak 60 Detik pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2015

1. Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur membela bangsa dan negara, akan dilaksanakan Hening Cipta secara serentak selama 60 detik di seluruh Indonesia.

2. Hening Cipta selama 60 detik secara serentak dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 November 2015 pada pukul : 08.15 waktu setempat, bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Pahlawan.

3. Hening Cipta selama 60 detik secara serentak dilaksanakan :
a. Di Pusat ( Jakarta ) : pada Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta sebagai titik komando ditandai dengan bunyi sirine di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata selama 1 menit.
b. Di Provinsi dan Kabupaten / Kota : Pada Upacara Bendera di halaman Kantor Gubernur / Kabupaten / Kota, sebagai titik komando ditandai dengan bunyi sirine di tempat-tempat upacara antara lain Kantorkantor/ Instansi Pemerintah, Swasta dan lain-lain, selama 1 menit.
c. Di Kecamatan / Kelurahan / Desa pada Upacara Bendera di tempat upacara sebagai titik komando ditandai dengan bunyi kentongan di tempat upacara selama 1 menit.

4. Setiap orang yang mendengar tanda-tanda dimulainya Hening Cipta wajib menghentikan kegiatan selama 60 detik untuk Hening Cipta, yaitu yang berada di :
a. Pasar, Stasiun Kereta Api, Terminal Bis, Pelabuhan Udara / Laut dan
tempat keramaian lainnya.
b. Rumah-rumah.
c. Jalan Raya ( dalam kota ).
d. Kantor, Sekolah dan Pabrik yang tidak terlibat pada Upacara Bendera.
e. Dalam kendaraan umum/pribadi yang berada di jalan raya (dalam kota)
agar menghentikan kendaraannya.
f. Kapal Laut, Hening Cipta diumumkan oleh Nakhoda Kapal.
g. Pesawat Terbang, Hening Cipta diumumkan oleh Pilot.
h. Kereta Api yang sedang berjalan :
  • Kereta Api Utama, Hening Cipta diumumkan oleh Ketua Regu yang berada di dalam gerbong restorasi.
  • Kereta Api Non Utama, Hening Cipta diumumkan oleh Kepala Stasiun terdekat sebelum berangkat menjelang pukul 08.15 WIB.
5. Penghentian kegiatan kerja saat Hening Cipta dikecualikan bagi :
a. Mereka yang melakukan tugas di rumah sakit dan kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan.
b. Kereta Api yang sedang berjalan.
c. Kendaraan mobil ambulance jenazah yang sedang bertugas.
d. Kendaraan mobil pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
e. Kendaraan yang sedang di luar kota dan jalan tol.
f. Mereka yang sedang menjalankan tugas pengamanan ( antara lain : Polisi
Lalu Lintas / Hansip ).

Sumber Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta :  Website Resmi Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial

Demikian tentang Pengertian Mengheningkan Cipta dan Petunjuk Pelaksanaan Hening Cipta secara Serentak 60 Detik pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-70 Tahun 2015. Semoga bermanfaat



Selasa, 27 Oktober 2015

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 Tahun 2015

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 Tahun 2015- Kegiatan dalam rangka memperingati HSP ke-87 Tahun 2015 tengah diselenggarakan secara nasional di tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan pada Perwakilan RI di luar negeri. Peringatan HSP ke-87 yang wajib diselenggarakan oleh lembaga pemerintah dan non pemerintah, organisasi kepemudaan, LSM, lembaga pendidikan dengan tersebut berpedoman pada Pedoman Pelaksanaan Peringatan HSP ke-87 Tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Tema Hari Sumpah Pemuda ke 87 Tahun 2015 yaitu "Revolusi Mental untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu untuk Bumi”, sedangkan sub temanya adalah sebagai berikut:
  1. Revolusi Mental Pemuda Memacu Peningkatan Peringkat Indeks Kinerja Lingkungan (Environmental Performance Index) Indonesia.
  2. Aksi Revolusi Mental Pemuda Desa dan Kota “Menyelamatkan Bumi Indonesia”.
  3. Aksi Nyata Pemuda Indonesia: “Satu untuk Bumi”
  4. Selamatkan Lingkungan Indonesia, Selamatkan Bumi.
  5. Aksi Hijau Pemuda Kini, Selamatkan Pemuda Mendatang.
  6. Selamatkan Lingkungan, Ya! Pembakaran Hutan, Tidak! (Save The Environment, Yes. Burning The Forest, No)
  7. Melalui Revolusi Mental Pemuda Indonesia Mewujudkan Pemuda yang mandiri, pekerja keras, Berkarakter, Berjiwa PatriotikyangCinta Tanah Air.
  8. Dengan semangat Sumpah Pemuda kita wujudkan pemuda yang taat hukum dan patuh pada Undang-Undang Kepemudaan.
  9. Dengan Semangat Sumpah Pemuda, pemuda Indonesia siap menyambut dan bersaing dalam Masyarakat ASEAN 2016.
  10. Dengan Semangat Sumpah Pemuda, kita Perkuat Persatuan dan Kesatuan Pemuda Indonesia.
  11. Dengan Semangat Sumpah Pemuda, kita rawat dan perkuat nasionalisme pemuda Indonesia.
  12. Dengan Semangat Sumpah Pemuda,Perkuat Karakter Pemuda Indonesia yang MampuMenjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  13. Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Kita Perkuat Identitas Dan Jati Diri Pemuda Indonesia Untuk Menjaga Harkat Dan Martabat Bangsa.
  14. Dengan Semangat Sumpah Pemuda, Kita Perkuat Kesadaran Pemuda Indonesia Dalam Bela Negara Mewujudkan Indonesia Demokratis, Adil, Makmur Dan Sejahtera.
  15. Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Mantapkan Langkah Pemuda Indonesia Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.
  16. Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Tingkatkan Kecintaan Pemuda Indonesia Menjaga Dan Melestariakan Lingkungan.
  17. DenganSemangat Sumpah Pemuda kita laksanakan Revolusi Mental guna Membangun Pemuda yang Bekarakter, Berkapasitas dan Berdaya Saing.
  18. Sukseskan HSP ke-87Tahun 2015 sebagai Tahun Kebangkitan Ekonomi Pemuda.
  19. Melalui Semangat Sumpah Pemuda Kita Perkokoh Persatuan Bangsa untuk Mensukseskan Pembangunan Pemuda yang Berkelanjutan.
  20. Perkokoh Peran Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kewirausahaan Pemuda sebagai Penggerak Pembangunan Nasional
Logo Peringatan Sumpah Pemuda 2015 dan Maknanya

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 Tahun 2015

Makna Logo Peringatan HSP ke-87 2015
  1. Elemen utama logo adalah bumi yang ditopang oleh 3 tangan. Gambar globe menjadi fokus logo sebagai representasi tema utama HSP 2015: "Satu untuk Bumi"
  2. Sepasang tangan menopang dan satu tangan mengepal (3 tangan) adalah representasi 3 semangat sumpah pemuda: nusa, bangsa, bahasa.Tangan menopang bumi adalah simbol dalam menjagakeberlanjutan gerakan penyelamatan bumi.Tangan terkepal adalah simbol semangat pemuda.
  3. Elemen tipografi HSP menggunakan variasi pola font 70th Indonesia Merdeka 2015. Warna font hijau adalah simbol alam, bumi, semangat, dan perdamaian sebagai tema HSP 2015.Sedangkan tipografi "Selamatkan bumi-hari sumpah pemuda 2015" adalah identitas kegiatan sekaligus penegasan tema.
  4. Elemen api merah putih adalah simbol semangat dan kekuatan pemuda Indonesia.
Kegiatan Peringatan  Hari Sumpah Pemuda 2015, antara lain:
  1. Pekan Pemuda Berolahraga melalui pertandingan futsal antar OK dikoordinir oleh GEMANUSA yang didukung oleh PP-PON, dihalaman Kemenpora, tanggal 19-22 Oktober 2015.
  2. Renungan Jiwa dan Do’a Pemuda, 26 Oktober 2015 di Jakarta.
  3. Seminar Kepemudaan DPD KNPI dari 34 Provinsi se-Indonesia dan Pemecahan Rekor Muri Tari Tradisional, Tanggal 27 Oktober 2015, di Bangka Belitung.
  4. Upacara Bendera secara serentak di seluruh provinsi, kabupaten/kota, dan Perwakilan Indonesia di luar negeri, tanggal 28 Oktober 2015
  5. Upacara Bendera Tingkat Nasional peringatan HSP Tahun 2015 dan pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi, penggiat kepemudaan, tanggal28 Oktober 2015, di Tanjung Pinang-Kepulauan Riau. Selengkapnnya, silakan Download Rangkaian Kegiatan HSP ke-87 2015
Upacara Bendera

Acara pokok peringatan HSP ke-87 Tahun 2015 dilaksanakan dalam bentuk Upacara Bendera dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Sifat Upacara : Khidmat walau sederhana
b. Hari, Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2015
c. Pukul : Jam 08.00 waktu setempat
d. Tempat : Lapangan terbuka
e. Peserta Upacara : ASN, Pelajar, Mahasiswa,
Organisasi Kepemudaan,
Pramuka, PMR, unsur
masyarakat, dll

Susunan acara Upacara Bendera:

a. Komandan Upacara Memasuki Lapangan Upacara.
b. Penghormatan umum kepada Komandan Upacara dipimpin oleh Perwira Upacara.
c. Laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara bahwa Upacara siap dimulai.
d. Inspektur upacara tiba ditempat upacara, barisan disiapkan.
e. Penghormatan umum kepada Inspektur upacara.
f. Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara.
Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan ”INDONESIA RAYA”.
h. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Inspektur upacara.
i. Pembacaan Teks Pancasila oleh Inspektur upacara, diikuti oleh seluruh peserta upacara.
j. Pembacaan teks Pembukaan UUD 1945.
k. Pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 (didampingi masing-masing oleh 2 orang perwakilan dari 34 provinsi berpakaian adat daerah).
l. Menyanyikan lagu “SATU NUSA SATU BANGSA”.
m. Pembacaan Rancangan Teks Semangat Sumpah Pemuda Merah Putih Menuju Indonesia Hebat (Sumpah Pemuda Jilid II), didampingi perwakilan dari: Papua, Maluku, NTT, NTB, Sulawesi, Bali, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera.
n. Menyanyikan lagu “BANGUN PEMUDI PEMUDA”.
o. Penyerahan penghargaan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (diiringilagu “BAGIMU NEGERI”).
p. Amanat Inspektur upacara.
Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 Tahun 2015


 "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia" -Ir. Soekarno-

" Tatkala waktuku habis tanpa karya dan pengetahuan, lantas apa makna umurku ini?"- KH. Wahid Hasyim- Pahlawan Nasional

Penutup Sambutan Pidato Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada HSP 2015
Silakan Download Arsip Pidato Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 Tahun 2015

q. Pembacaan Do’a.
r. Laporan.
s. Penghormatan umum kepada Inspektur upacara. Inspektur upacara menempati tempat duduk VVIP.
t. Atraksi pemuda
u. Upacaraselesai.

Demikian tentang Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-87 Tahun 2015.

Sumber : http://www.kemenpora.go.id/