Download Standar Isi KTSP 2006 untuk SD/MI, SMP, SMA/MA, dan SMK atau LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI - Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
b. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
f. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama
dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum Sekolah. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 November 2015
Jumat, 13 November 2015
Menteri Kominfo Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum SMK 2016
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bapak Rudiantara Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai Tahun 2016- Apakah coding itu ? Coding/Koding (sebelumnya dikenal sebagai "Kodingen") adalah sebuah lingkungan pengembangan online milik koding, Inc yang memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk program dan berkolaborasi secara online di web browser tanpa kebutuhan download kit/Software development kit pengembangan perangkat lunak. Platform ini mendukung beberapa bahasa pemrograman ( Sebuah bahasa pemrograman adalah resmi bahasa buatan yang dirancang untuk berkomunikasi instruksi ke mesin, khususnya komputer. Bahasa pemrograman dapat digunakan untuk membuat program-program untuk mengontrol perilaku mesin atau untuk mengekspresikan algoritma), termasuk C, C ++, Go, Jawa, Node.js, Perl, PHP, Python, dan Ruby.
Pada tahun 2009 Kodingen (pendahulu dari koding) diluncurkan, yang termasuk sebagian besar fitur yang koding hari ini. Kemudian aplikasi ditutup sementara untuk pengembangan lebih lanjut, yang mengakibatkan koding.
Versi pertama dari koding diluncurkan pada 16 Januari 2012 sebagai beta pribadi, maka beta publik mulai pada tanggal 24 Juli 2012. Versi beta terakhir dirilis di publik pada 7 Agustus 2013.
Platform koding mencakup pakan kegiatan yang memungkinkan pengguna untuk mengirim update status, potongan kode dan topik, sebuah Ace editor kode, sebuah Linux terminal untuk mesin virtual pribadi di mana pengguna dapat menjalankan dan program debug, dan Aplikasi katalog. Pengguna dapat meng-host mereka aplikasi web pada koding di bawah subdomain. Platform ini juga mengimplementasikan sendiri CoffeeScript kerangka berbasis aplikasi untuk aplikasi dalam IDE.
Menteri Kominfo Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum SMK 2016
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengusulkan pelajaran coding masuk dalam kurikulum sekolah, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Hal tersebut untuk mendorong anak-anak muda Indonesia untuk belajar coding.
Mengenai rencana pelajaran coding masuk kurikulum sekolah telah diusulkan oleh Menteri Kominfo kepada Menteri Pendidikan dan Bapak Anies sudah menyetujuinya.
Sumber :
Pada tahun 2009 Kodingen (pendahulu dari koding) diluncurkan, yang termasuk sebagian besar fitur yang koding hari ini. Kemudian aplikasi ditutup sementara untuk pengembangan lebih lanjut, yang mengakibatkan koding.
Versi pertama dari koding diluncurkan pada 16 Januari 2012 sebagai beta pribadi, maka beta publik mulai pada tanggal 24 Juli 2012. Versi beta terakhir dirilis di publik pada 7 Agustus 2013.
Platform koding mencakup pakan kegiatan yang memungkinkan pengguna untuk mengirim update status, potongan kode dan topik, sebuah Ace editor kode, sebuah Linux terminal untuk mesin virtual pribadi di mana pengguna dapat menjalankan dan program debug, dan Aplikasi katalog. Pengguna dapat meng-host mereka aplikasi web pada koding di bawah subdomain. Platform ini juga mengimplementasikan sendiri CoffeeScript kerangka berbasis aplikasi untuk aplikasi dalam IDE.
Menteri Kominfo Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum SMK 2016
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengusulkan pelajaran coding masuk dalam kurikulum sekolah, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Hal tersebut untuk mendorong anak-anak muda Indonesia untuk belajar coding.
Mengenai rencana pelajaran coding masuk kurikulum sekolah telah diusulkan oleh Menteri Kominfo kepada Menteri Pendidikan dan Bapak Anies sudah menyetujuinya.
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)

