Download Standar Isi KTSP 2006 untuk SD/MI, SMP, SMA/MA, dan SMK atau LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI - Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.
Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.
a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
b. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
e. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
f. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama
dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.
d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).
e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).
f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 November 2015
Jumat, 13 November 2015
Menteri Kominfo Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum SMK 2016
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bapak Rudiantara Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai Tahun 2016- Apakah coding itu ? Coding/Koding (sebelumnya dikenal sebagai "Kodingen") adalah sebuah lingkungan pengembangan online milik koding, Inc yang memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk program dan berkolaborasi secara online di web browser tanpa kebutuhan download kit/Software development kit pengembangan perangkat lunak. Platform ini mendukung beberapa bahasa pemrograman ( Sebuah bahasa pemrograman adalah resmi bahasa buatan yang dirancang untuk berkomunikasi instruksi ke mesin, khususnya komputer. Bahasa pemrograman dapat digunakan untuk membuat program-program untuk mengontrol perilaku mesin atau untuk mengekspresikan algoritma), termasuk C, C ++, Go, Jawa, Node.js, Perl, PHP, Python, dan Ruby.
Pada tahun 2009 Kodingen (pendahulu dari koding) diluncurkan, yang termasuk sebagian besar fitur yang koding hari ini. Kemudian aplikasi ditutup sementara untuk pengembangan lebih lanjut, yang mengakibatkan koding.
Versi pertama dari koding diluncurkan pada 16 Januari 2012 sebagai beta pribadi, maka beta publik mulai pada tanggal 24 Juli 2012. Versi beta terakhir dirilis di publik pada 7 Agustus 2013.
Platform koding mencakup pakan kegiatan yang memungkinkan pengguna untuk mengirim update status, potongan kode dan topik, sebuah Ace editor kode, sebuah Linux terminal untuk mesin virtual pribadi di mana pengguna dapat menjalankan dan program debug, dan Aplikasi katalog. Pengguna dapat meng-host mereka aplikasi web pada koding di bawah subdomain. Platform ini juga mengimplementasikan sendiri CoffeeScript kerangka berbasis aplikasi untuk aplikasi dalam IDE.
Menteri Kominfo Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum SMK 2016
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengusulkan pelajaran coding masuk dalam kurikulum sekolah, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Hal tersebut untuk mendorong anak-anak muda Indonesia untuk belajar coding.
Mengenai rencana pelajaran coding masuk kurikulum sekolah telah diusulkan oleh Menteri Kominfo kepada Menteri Pendidikan dan Bapak Anies sudah menyetujuinya.
Sumber :
Pada tahun 2009 Kodingen (pendahulu dari koding) diluncurkan, yang termasuk sebagian besar fitur yang koding hari ini. Kemudian aplikasi ditutup sementara untuk pengembangan lebih lanjut, yang mengakibatkan koding.
Versi pertama dari koding diluncurkan pada 16 Januari 2012 sebagai beta pribadi, maka beta publik mulai pada tanggal 24 Juli 2012. Versi beta terakhir dirilis di publik pada 7 Agustus 2013.
Platform koding mencakup pakan kegiatan yang memungkinkan pengguna untuk mengirim update status, potongan kode dan topik, sebuah Ace editor kode, sebuah Linux terminal untuk mesin virtual pribadi di mana pengguna dapat menjalankan dan program debug, dan Aplikasi katalog. Pengguna dapat meng-host mereka aplikasi web pada koding di bawah subdomain. Platform ini juga mengimplementasikan sendiri CoffeeScript kerangka berbasis aplikasi untuk aplikasi dalam IDE.
Menteri Kominfo Mengusulkan Pelajaran Coding Masuk Kurikulum SMK 2016
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengusulkan pelajaran coding masuk dalam kurikulum sekolah, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Hal tersebut untuk mendorong anak-anak muda Indonesia untuk belajar coding.
Mengenai rencana pelajaran coding masuk kurikulum sekolah telah diusulkan oleh Menteri Kominfo kepada Menteri Pendidikan dan Bapak Anies sudah menyetujuinya.
Sumber :
Cara Mendidik Anak Belajar di Rumah dengan Baik
Cara Mendidik Anak di Rumah dengan Baik- Tidak semua Bapak/Ibu berprofesi sebagai Guru yang tugasnya mendidik peserta didik di sekolah, namun semua Orang Tua ( Bapak dan Ibu ) adalah pendidik. Sebagai Bapak/Ibu dari anak kesayangan Anda, sejak anak Anda masih dalam kandungan, Anda sudah mulai mendidiknya. Sejak putra/putri Anda lahir, Anda juga sudah mulai mengajarkan/mendidiknya tentang bagaimana cara berbicara, walaupun seakan Anda berbicara sendiri dengan sangat ramah dan penuh ceria bahagia. Kemudian ketika buah hati Anda sudah mulai Anda suapin dengan bubur, Anda juga sekaligus mengenalkan bahasa, kalimat, kata. hal ini terbukti Anda selalu memerintah anak balita Anda untuk membuka mulutnya dengan kalimat " ayo sayang makan, A a a a, aem" atau dengan kalimat lainnnya, jadi otomatis Anda sudah melatih anak untuk mengucapkan huruf A.
Selanjutnya, silakan baca:
A. Cara Mendidik Anak Balita ( Pra Sekolah ) untuk Belajar :
1. Kenalkan huruf dan kata/kalimat sederhana;
2. Kenalkan angka 1-10 dulu, bisa dilanjutkan ke angka berikutnya jika anak dirasa mampu;
3. Kenalkan sebutan yang benar kepada Anda ( Bapak/Ibu ) dan sebutan/nama panggilan ke kakak/adik, serta anggota keluarga yang lain seperti kakek, nenek, dan sebagainya;
4. dan lain-lain
A. Cara Mendidik Anak Usia Sekolah ( SD/SMP/SMA )
1. Beri pengertian tentang keutamaan belajar pemahaman
Hafalan merupakan cara belajar anak dalam proses awal belajar mereka.Beri pengertian kepada anak Anda tentang bagaimana cara belajar yang mengutamakan pemahaman daripada hafalan.
.
2. Tandai kesalahan/pelajaran yang belum dipahami
Suruh anak Anda untuk menandai atau mencatat tentang hal/materi pelajaran yang belum dipahaminya sewaktu menerima materi dari Gurunya. Hal ini penting karena memudahkan Anda dalam membimbing belajar Anak Anda di rumah.
3. Beri kebebasan untuk menyampaikan pendapat/berbicara dan bergaul
Sebuah keterampilan hidup yang penting adalah kemampuan untuk menyatukan orang-orang dari segala usia dalam percakapan. Biarkan Anak Anda bersosialisasi dengan lingkungan.
4. Bantu Anak Anda dalam Mengerjakan PR
Jika Anak Anda merasa kesulitan dalam mengerjakan PR, maka bantulah dalam mengerjakannya. Bantuan Anda cukup sekedar membimbing dengan cara memberi contoh lain dan cara lainnya. Intinya jangan sampai memberi jawaban. Biarlah Anak Anda menemukan jawabannya sendiri.
5. Ajak Anak Anda bertamasya
Saat liburan sekolah, ajaklah Anak Anda berkunjung ke tempat wisata yang kiranya cocok untuk menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi Anak Anda.
6. Manfaatkan media pembelajaran online
Untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan Anak Anda, arahkan mereka untuk mencari ( carikan ) referensi ilmu pengetahuan di internet
Demikian tentang Cara Mendidik Anak Belajar di Rumah dengan Baik. Semoga bermanfaat
Selanjutnya, silakan baca:
A. Cara Mendidik Anak Balita ( Pra Sekolah ) untuk Belajar :
1. Kenalkan huruf dan kata/kalimat sederhana;
2. Kenalkan angka 1-10 dulu, bisa dilanjutkan ke angka berikutnya jika anak dirasa mampu;
3. Kenalkan sebutan yang benar kepada Anda ( Bapak/Ibu ) dan sebutan/nama panggilan ke kakak/adik, serta anggota keluarga yang lain seperti kakek, nenek, dan sebagainya;
4. dan lain-lain
A. Cara Mendidik Anak Usia Sekolah ( SD/SMP/SMA )
1. Beri pengertian tentang keutamaan belajar pemahaman
Hafalan merupakan cara belajar anak dalam proses awal belajar mereka.Beri pengertian kepada anak Anda tentang bagaimana cara belajar yang mengutamakan pemahaman daripada hafalan.
.
2. Tandai kesalahan/pelajaran yang belum dipahami
Suruh anak Anda untuk menandai atau mencatat tentang hal/materi pelajaran yang belum dipahaminya sewaktu menerima materi dari Gurunya. Hal ini penting karena memudahkan Anda dalam membimbing belajar Anak Anda di rumah.
3. Beri kebebasan untuk menyampaikan pendapat/berbicara dan bergaul
Sebuah keterampilan hidup yang penting adalah kemampuan untuk menyatukan orang-orang dari segala usia dalam percakapan. Biarkan Anak Anda bersosialisasi dengan lingkungan.
4. Bantu Anak Anda dalam Mengerjakan PR
Jika Anak Anda merasa kesulitan dalam mengerjakan PR, maka bantulah dalam mengerjakannya. Bantuan Anda cukup sekedar membimbing dengan cara memberi contoh lain dan cara lainnya. Intinya jangan sampai memberi jawaban. Biarlah Anak Anda menemukan jawabannya sendiri.
5. Ajak Anak Anda bertamasya
Saat liburan sekolah, ajaklah Anak Anda berkunjung ke tempat wisata yang kiranya cocok untuk menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi Anak Anda.
6. Manfaatkan media pembelajaran online
Untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan Anak Anda, arahkan mereka untuk mencari ( carikan ) referensi ilmu pengetahuan di internet
Demikian tentang Cara Mendidik Anak Belajar di Rumah dengan Baik. Semoga bermanfaat
Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
Cara Belajar yang Efektif, Efisien, Menyenangkan, dan Sukses- Sahabat Pembaca, menurut KBBI belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Bagaimana cara agar belajar kita efektif ( dapat membawa hasil/berhasil/sukses ), efisien ( tepat menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), dan menyenangkan ?. Semua orang memiliki trik sukses belajar yang berbeda dan setiap orang memiliki cara tersendiri yang unik walaupun pada dasarnya sama yakni untuk mencapai tujuan bisa paham akan hal yang dipelajarinya. Namun pasti ada beberapa teknik dan metode yang lebih efektif, efesien, dan menyenangkan daripada yang lain.
Jadi apa cara yang terbaik untuk memfasilitasi agar pengetahuan dapat masuk dan berkembang di dalam memori kita secara abadi ? Apakah ada suatu teknik/metodologi belajar yang terbukti jitu untuk diterapkan ke semua subjek belajar? Apa cara belajar yang terbaik untuk Anda?
Metode/Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
1. Berdo'a
Berdo'alah sebelum melakukan sesuatu,dalam hal ini berdo'alah sebelum belajar.Do'a merupakan kekuatan yang sangat ampuh agar kita dapat sukses dalam belajar. Dengan berdo'a sebelum belajar,maka pikiran dan hati kita tenang. Dengan meminta petunjuk dari yang memberi nikmat akal pikiran, juga merupakan/sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya.
2. Kenali metode berpikir
Sebelum Anda mengenali cara belajar yang selama ini Anda gunakan, sebaiknya ketahui dulu tentang metode berpikir kita atau bisa juga disebut model berpikir kita. Adapun metode berpikir yang saya maksud yaitu metode fokus dan difus
a. Metode berpikir fokus
Metode berpikir fokus adalah metode berpikir yang terpusat pada satu objek. Metode fokus sering yang terjadi/kita lakukan ketika kita belajar tentang ilmu pengetahuan yang membutuhkan perhatian penuh. Misalnya saat kita membaca buku, menghafal sesuatu, memperhatikan dan mendengarkan penjelasan Guru, menonton televisi, dan lain sebagainya yang membutuhkan konsentrasi.
b. Metode berpikir difus
Di kamuskesehatan.com, difus berarti menyebar, tidak terlokalisasi atau terbatas; menyebar luas melalui jaringan atau zat. Metode berpikir difus/menyebar mengandung pengertian bahwa dalam mempelajari/mengingat/memahami sesuatu tidak dengan perhatian khusus atau bisa dikatakan cara berpikir di belakang layar.
Contoh kasus :
Metode berpikir fokus dan difus tentunya sering kita lakukan, baik untuk memecahkan suatu masalah yang terkait dengan materi pelajaran maupun masalah hidupdan kehidupan sehari-hari.
2. Chunking
Chunking adalah proses dimana Anda mencoba untuk memahami sesuatu yang kompleks dengan memecahnya dan bekerja pada unit yang lebih kecil ("potongan"). Misalnya, dalam belajar bahasa baru, Anda belajar frase, tata bahasa, dan lain-lain yang akan membantu Anda membangun kalimat kompleks. Chunking membuat mata pelajaran yang sulit lebih mudah dikelola. Manfaat lain untuk chunking adalah bahwa hal itu dapat membantu Anda dalam chunking masa depan, bahkan ketika Anda belajar sesuatu yang sama sekali berbeda.
Contoh kegiatan:
3. Pengulangan
Proses memahami pelajaran seseorang dengan yang lainnya tentunya berbeda. Ada yang memahami suatu pelajaran dengan cara menghafalkan terlebih dahulu dan ada yang tanpa hafalan. Yang tanpa hafalan biasanya karena begitu membaca langsung hafal dan langsung ke proses pemahaman. Dan hal ini juga tergantung apakah materinya tentang ingatan, pemahaman, penerapan, dan sebagainya.
Contoh kegiatan :
Pilih lah gaya belajar sesuai selera Anda:
5. Pilih waktu yang tepat
Jadi apa cara yang terbaik untuk memfasilitasi agar pengetahuan dapat masuk dan berkembang di dalam memori kita secara abadi ? Apakah ada suatu teknik/metodologi belajar yang terbukti jitu untuk diterapkan ke semua subjek belajar? Apa cara belajar yang terbaik untuk Anda?
Belajar Efektif, Efisien, dan Menyenangkan via Akademi Farmasi
Metode/Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
1. Berdo'a
Berdo'alah sebelum melakukan sesuatu,dalam hal ini berdo'alah sebelum belajar.Do'a merupakan kekuatan yang sangat ampuh agar kita dapat sukses dalam belajar. Dengan berdo'a sebelum belajar,maka pikiran dan hati kita tenang. Dengan meminta petunjuk dari yang memberi nikmat akal pikiran, juga merupakan/sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya.
2. Kenali metode berpikir
Sebelum Anda mengenali cara belajar yang selama ini Anda gunakan, sebaiknya ketahui dulu tentang metode berpikir kita atau bisa juga disebut model berpikir kita. Adapun metode berpikir yang saya maksud yaitu metode fokus dan difus
a. Metode berpikir fokus
Metode berpikir fokus adalah metode berpikir yang terpusat pada satu objek. Metode fokus sering yang terjadi/kita lakukan ketika kita belajar tentang ilmu pengetahuan yang membutuhkan perhatian penuh. Misalnya saat kita membaca buku, menghafal sesuatu, memperhatikan dan mendengarkan penjelasan Guru, menonton televisi, dan lain sebagainya yang membutuhkan konsentrasi.
b. Metode berpikir difus
Di kamuskesehatan.com, difus berarti menyebar, tidak terlokalisasi atau terbatas; menyebar luas melalui jaringan atau zat. Metode berpikir difus/menyebar mengandung pengertian bahwa dalam mempelajari/mengingat/memahami sesuatu tidak dengan perhatian khusus atau bisa dikatakan cara berpikir di belakang layar.
Contoh kasus :
- Fulan adalah Siswa Kelas 6, pada jam kegiatan belajar matematika di sekolahnya,dia kurang paham dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Pada jam istirahat, sambil menikmati jajan yang dibelinya, diam-diam si Fulan masih memutar otak pikirannya untuk memecahkan masalah/memahami tentang pelajaran matematika yang belum dipahaminya. Akhirnya si Fulan pun kini sudah mengerti/paham tentang materi matematika tersebut.
- Saat Priyo akan berangkat kuliah, dia kebingungan karena lupa kunci/kontak sepeda motornya ditaruh di mana. Dia mondar-mandir mencari kunci tersebut. Sudah dicari di tempat mana pun tetapi belum juga ditemukannya. Dengan rasa kesal dan lelah akhirnya Priyo ke dapur untuk mengambil air minum.Saat Priyo sedang meminum air, tiba-tiba dia ingat bahwa kunci sepeda motornya kemarin di taruh di bawah kasur tempat tidurnya.
Metode berpikir fokus dan difus tentunya sering kita lakukan, baik untuk memecahkan suatu masalah yang terkait dengan materi pelajaran maupun masalah hidupdan kehidupan sehari-hari.
2. Chunking
Chunking adalah proses dimana Anda mencoba untuk memahami sesuatu yang kompleks dengan memecahnya dan bekerja pada unit yang lebih kecil ("potongan"). Misalnya, dalam belajar bahasa baru, Anda belajar frase, tata bahasa, dan lain-lain yang akan membantu Anda membangun kalimat kompleks. Chunking membuat mata pelajaran yang sulit lebih mudah dikelola. Manfaat lain untuk chunking adalah bahwa hal itu dapat membantu Anda dalam chunking masa depan, bahkan ketika Anda belajar sesuatu yang sama sekali berbeda.
Contoh kegiatan:
- saat pembelajaran di Sekolah, tulislah kata-kata kunci atau kata penting yang sedang disampaikan oleh Guru
- saat belajar di rumah, baca lah buku pelajaran sambil mencatat/membuat ringkasan
- pandai-pandai lah membuat akronim sesuai/sesuka Anda, yang penting memudahkan Anda dalam mengingat dan memahami pelajaran
3. Pengulangan
Proses memahami pelajaran seseorang dengan yang lainnya tentunya berbeda. Ada yang memahami suatu pelajaran dengan cara menghafalkan terlebih dahulu dan ada yang tanpa hafalan. Yang tanpa hafalan biasanya karena begitu membaca langsung hafal dan langsung ke proses pemahaman. Dan hal ini juga tergantung apakah materinya tentang ingatan, pemahaman, penerapan, dan sebagainya.
Contoh kegiatan :
- hafalkan kembali materi yang sifatnya ingatan. Lakukan pengulangan/hafalan secara bertahap jika memang Anda merasa lebih nyaman dengan cara menghafal pelajaran dengan cara bertahap, namun jika Anda tipenya lebih hafal dengan cara borongan pun tidak masalah, lakukan sesuka hati Anda, asalkan jangan mengorbankan waktu istirahat/tidur Anda.
- telaah/pahami materi pelajaran yang sudah atau belum diajarkan oleh Guru. Jika Anda mempelajari dulu materi yang belum disampaikan oleh Guru, maka Anda akan lebih banyak mengulang, di mana saat Guru menyampaikan materi berarti Anda sudah masuk tahap pengulangan sehingga materi pun dengan cepat Anda kuasai.
Pilih lah gaya belajar sesuai selera Anda:
- jika Anda sedang belajar di sekolah, maka ini terkait dengan metode maupun media pembelajaran yang digunakan oleh Guru. Intinya simak/ikuti secara aktif kegiatan pembelajaran tersebut
- jika Anda sedang belajar mandiri di rumah, lakukan sesuka hati, misalnya Anda bisa belajar sambil mendengarkan musik, dan sebagainya
5. Pilih waktu yang tepat
- untuk pembelajaran di sekolah tentunya ikuti jadwal yang ada, jangan sampai Anda membolos
- untuk belajar di rumah, pilih lah waktu yang tidak menggannggu jam istirahat Anda, misalnya Anda suka belajar di pagi hari, maka tidur lah lebih awal kemudian bangun di dini/pagi hari dan sempat kan untuk belajar
Kamis, 12 November 2015
Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan Pendidikan Nasional- Sahabat Pembaca, di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah menumbuhkembangkan pribadi-pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Arah/Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan nasional terarah pada 3 upaya pengembangan yaitu pengembangan kehidupan anak sebagai pribadi, sebagai warga masyarakat, sebagai warga Negara Indonesia/warga dunia/umat manusia.
1. Upaya mengembangkan kehidupan siswa sebagai pribadi
Arah/Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan nasional terarah pada 3 upaya pengembangan yaitu pengembangan kehidupan anak sebagai pribadi, sebagai warga masyarakat, sebagai warga Negara Indonesia/warga dunia/umat manusia.
1. Upaya mengembangkan kehidupan siswa sebagai pribadi
- memperkuat dasar keimanan dan ketakwaan
- mengembangkan sikap dan kebiasaan hidup yang baik
- memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar
- memelihara kesehatan jasmani dan rohani
- meningkatkan kemampuan belajar
- membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri
- mengetahui hak dan kewajibannya sebagai WNI
- menumbuhkembangkan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan negara
- memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dierlukan untuk berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
- meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat
- meningkatkan kesadaran tentang hak asasi manusia
- memberikan pengertian tentang pentingnya ketertiban dunia
- meningkatkan kesadaran akan pentingnya persahabatan antarbangsa
Rabu, 11 November 2015
Pengertian Pedagogik Menurut KBBI, Etimologi, dan Ahli
Pengertian/Definisi Pedagogik- Sahabat Pembaca, jika Anda adalah Pendidik maka pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah "Pedagogik", namun di luar sana mungkin masih ada yang belum mengetahui apa itu pedagogik. Bisa jadi ada yang beranggapan bahwa "Pedagogik" merupakan akronim, sehingga ada juga yang menanyakan pedagogik itu singkatan dari apa?, apa kepanjangan dari pedagogik?, dan pertanyaan-pertanyaan sejenisnya. Di Wikipedia, pedagogi adalah ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru. Istilah ini merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru.
1. Pengertian pedagogik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )
Jika kita mencari arti kata pedagogik di KBBI dengan memasukkan kata "pedagogik", maka di kamus online tersebut tidak ada hasilnya. Kita akan mendapatkan hasil pencarian arti kata pedagogik ketika memasukkan kata "pedagogi", karena kata tersebut memuat pedagogik, pedagogis, dan ortopedagogik. Berikut ini hasil pencarian di KBBI :
a. Kata "pedagogi" berasal dari Bahasa Yunani kuno παιδαγωγέω (paidagōgeō; dari παίς país:anak dan άγω ági: membimbing; secara literal berarti "membimbing anak”). Di Yunani kuno, kata παιδαγωγός biasanya diterapkan pada budak yang mengawasi pendidikan anak tuannya. Termasuk di dalamnya mengantarnya ke sekolah (διδασκαλείον) atau tempat latihan (γυμνάσιον), mengasuhnya, dan membawakan perbekalannya (seperti alat musiknya).( https://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi )
b.Pedagogik berasal dari kata Yunani “paedos”, yang berarti anak laki-laki, dan “agogos” artinya mengantar, membimbing. Jadi pedagogic secara harfiah berari pembantu anak laki-laki pada zaman Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli, yang membimbing anak ke arah tujuan hidup tertentu.( http://disenjahari.blogspot.co.id/2012/03/konsep-dasar-pedagogik.html )
3. Pengertian pedagogik menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda)
Pedagogik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak kearah tujuan tertentu, yaitu supaya ia kelak “mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya”. Jadi pedagogic adalah ilmu pendidikan anak.
Langeveld (1980), membedakan istilah “pedagogik” dengan istilah “pedagogi”. Pedagogik diartikan dengan ilmu pendidikan, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak, mendidik anak. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan pada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak.
Pedagogik merupakan suatu teori yang secara teliti, krisis dan objektif, mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan. Walaupun demikian, masih banyak daerah yang gelap sebagai “terraincegnita” (daerah tak dikenal) dalam lapangan pendidikan, karena masalah hakikat hidup dan hakikat manusia masih banyak diliputi oleh kabut misteri.
Sumber :
http://kbbi.web.id/pedagogi
https://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi
http://disenjahari.blogspot.co.id/2012/03/konsep-dasar-pedagogik.html
Demikian tentang Definisi/Pengertian Pedagogik Menurut KBBI, Etimologi, dan Ahli. Semoga bermanfaat.
1. Pengertian pedagogik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )
Jika kita mencari arti kata pedagogik di KBBI dengan memasukkan kata "pedagogik", maka di kamus online tersebut tidak ada hasilnya. Kita akan mendapatkan hasil pencarian arti kata pedagogik ketika memasukkan kata "pedagogi", karena kata tersebut memuat pedagogik, pedagogis, dan ortopedagogik. Berikut ini hasil pencarian di KBBI :
- pedagogi = ilmu pendidikan; ilmu pengajaran
- pedagogik = bersifat pedagogi; bersifat mendidik
- ortopedagogik = ilmu mendidik yang bertujuan menyembuhkan kelainan psikis, objek didiknya, terutama yang terbelakang mental
a. Kata "pedagogi" berasal dari Bahasa Yunani kuno παιδαγωγέω (paidagōgeō; dari παίς país:anak dan άγω ági: membimbing; secara literal berarti "membimbing anak”). Di Yunani kuno, kata παιδαγωγός biasanya diterapkan pada budak yang mengawasi pendidikan anak tuannya. Termasuk di dalamnya mengantarnya ke sekolah (διδασκαλείον) atau tempat latihan (γυμνάσιον), mengasuhnya, dan membawakan perbekalannya (seperti alat musiknya).( https://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi )
b.Pedagogik berasal dari kata Yunani “paedos”, yang berarti anak laki-laki, dan “agogos” artinya mengantar, membimbing. Jadi pedagogic secara harfiah berari pembantu anak laki-laki pada zaman Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli, yang membimbing anak ke arah tujuan hidup tertentu.( http://disenjahari.blogspot.co.id/2012/03/konsep-dasar-pedagogik.html )
3. Pengertian pedagogik menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda)
Pedagogik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak kearah tujuan tertentu, yaitu supaya ia kelak “mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya”. Jadi pedagogic adalah ilmu pendidikan anak.
Langeveld (1980), membedakan istilah “pedagogik” dengan istilah “pedagogi”. Pedagogik diartikan dengan ilmu pendidikan, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak, mendidik anak. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan pada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak.
Pedagogik merupakan suatu teori yang secara teliti, krisis dan objektif, mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan. Walaupun demikian, masih banyak daerah yang gelap sebagai “terraincegnita” (daerah tak dikenal) dalam lapangan pendidikan, karena masalah hakikat hidup dan hakikat manusia masih banyak diliputi oleh kabut misteri.
Sumber :
http://kbbi.web.id/pedagogi
https://id.wikipedia.org/wiki/Pedagogi
http://disenjahari.blogspot.co.id/2012/03/konsep-dasar-pedagogik.html
Demikian tentang Definisi/Pengertian Pedagogik Menurut KBBI, Etimologi, dan Ahli. Semoga bermanfaat.
Selasa, 10 November 2015
Pengertian Pendidikan
Definisi/Pengertian Pendidikan- Sahabat Pembaca, semua orang membutuhkan pndidikan sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan karena pendidikan merupakan kebutuhan primer manusia. Ada berbagai pengertian pendidikan seperti pengertian pendidikan secara umum, menurut KBBI, menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, dan pengertian pendidikan menurut para ahli.Namun dari berbagai pengertian pendidikan pada intinya sebenarnya sama. Untuk lebih jelasnya, silakan simak berbagai pengertian pendidikan sebagai berikut:
1. Pengertian pendidikan secara umum
Pengertian pendidikan secara umum atau sangat umum seperti yang dikemukakan oleh Driyakara ( 1980 ) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ke taraf insani itulah yang disebut mendidik. Dari pengertian tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa manusia merupakan makhluk yang paling sempurna daripada makhluk lainnya karena manusia diberi akal pikiran oleh Tuhan.
Sebagai makhluk yang berakal, manusia harus bisa memanfaatkan akal pikirannya untuk mengetahui tentang berbagai ilmu pengetahuan sehingga manusia bisa lebih sempurna dalam menjaga perilakunya dalam kehidupan sehar-hari. Dengan akal pikiran manusia bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang penting dan tidak penting, mana yang dibutuhkan dan mana yang tidak dibutuhkan, dan lain sebagainya.
2. Pengertian pendidikan menurut kamus
a. Pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )
Menurut KBBI, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik ( http://kbbi.web.id/didik )
b. Pengertian pendidikan pada wikipedia
Menurut Wikipedia, pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
3. Sepuluh ( 10 ) pengertian pendidikan menurut para ahli
Para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda tentang pengertian pendidikan, definisi yang dikemukakan oleh para ahli mempunyai tekanan dan orientasi yang berbeda-beda karena landasan falsafah yang digunakannya berbeda-beda pula. Di bawah ini berbagai pengertian pendidikan menurut para ahli :
a. Pengertian pendidikan menurut G. Thompson ( 1957 )
Menurut G. Thompson, pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap di dalam kebiasaan-kebiasaan, pemikiran, sikap-sikap, dan tingkah laku.
b. Pengertian pendidikan menurut John Dewey ( 1978 )
Pendidikan adalah segalanya bersama dengan pertumbuhan, pendidikan sendiri tidak memiliki tujuan akhir di belakangnya.
c. Pengertian pendidikan menurut Ihsan Fuad ( 2005 )
Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi –potensi pribadinya, yaitu rohani (pikir, karsa, rasa, cipta dan budi nurani). Pendididkan juga berarti lembaga yang bertanggungjawab menetapkan cita – cita (tujuan) pendidikan, isi, sistem dan organisasi pendidikan . Lembaga – lembaga ini meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat (Ihsan Fuad, 2005).
d. Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya
e. Pengertian pendidikan menurut Rousseau/ JJ Rousseau/ Jean Jasques Rousseau
Menurut Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa .
f. Pengertian pendidikan menurut Ahmad D. Marimba
Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik/peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
g. Pengertian pendidikan menurut Langeveld
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas kehidupannya sendiri.
h. Pengertian pendidikan menurut Sudirman N
Pendidikan adalah sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
i. Pengertian pendidikan menurut Carter V. Good
Pendidikan adalah :
Pendidikan adalah usaha dasar dan sistematis untuk mencapai tingkat hidup dan kemajuan yang lebih baik
4. Pengertian pendidikan menurut Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Selanjutnya, silakan baca Tujuan Pendidikan Nasional
Demikian tentang Pengertian Pendidikan. Semoga bermanfaat
1. Pengertian pendidikan secara umum
Pengertian pendidikan secara umum atau sangat umum seperti yang dikemukakan oleh Driyakara ( 1980 ) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ke taraf insani itulah yang disebut mendidik. Dari pengertian tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa manusia merupakan makhluk yang paling sempurna daripada makhluk lainnya karena manusia diberi akal pikiran oleh Tuhan.
Sebagai makhluk yang berakal, manusia harus bisa memanfaatkan akal pikirannya untuk mengetahui tentang berbagai ilmu pengetahuan sehingga manusia bisa lebih sempurna dalam menjaga perilakunya dalam kehidupan sehar-hari. Dengan akal pikiran manusia bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang penting dan tidak penting, mana yang dibutuhkan dan mana yang tidak dibutuhkan, dan lain sebagainya.
2. Pengertian pendidikan menurut kamus
a. Pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )
Menurut KBBI, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik ( http://kbbi.web.id/didik )
b. Pengertian pendidikan pada wikipedia
Menurut Wikipedia, pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.
3. Sepuluh ( 10 ) pengertian pendidikan menurut para ahli
Para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda tentang pengertian pendidikan, definisi yang dikemukakan oleh para ahli mempunyai tekanan dan orientasi yang berbeda-beda karena landasan falsafah yang digunakannya berbeda-beda pula. Di bawah ini berbagai pengertian pendidikan menurut para ahli :
a. Pengertian pendidikan menurut G. Thompson ( 1957 )
Menurut G. Thompson, pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap di dalam kebiasaan-kebiasaan, pemikiran, sikap-sikap, dan tingkah laku.
b. Pengertian pendidikan menurut John Dewey ( 1978 )
Pendidikan adalah segalanya bersama dengan pertumbuhan, pendidikan sendiri tidak memiliki tujuan akhir di belakangnya.
c. Pengertian pendidikan menurut Ihsan Fuad ( 2005 )
Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi –potensi pribadinya, yaitu rohani (pikir, karsa, rasa, cipta dan budi nurani). Pendididkan juga berarti lembaga yang bertanggungjawab menetapkan cita – cita (tujuan) pendidikan, isi, sistem dan organisasi pendidikan . Lembaga – lembaga ini meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat (Ihsan Fuad, 2005).
d. Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara
Sumber Foto : muspen.kominfo.go.id
Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya
e. Pengertian pendidikan menurut Rousseau/ JJ Rousseau/ Jean Jasques Rousseau
Menurut Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa .
f. Pengertian pendidikan menurut Ahmad D. Marimba
Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik/peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
g. Pengertian pendidikan menurut Langeveld
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas kehidupannya sendiri.
h. Pengertian pendidikan menurut Sudirman N
Pendidikan adalah sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
i. Pengertian pendidikan menurut Carter V. Good
Pendidikan adalah :
- Seni, praktik, atau profesi sebagai pengajar.
- Ilmu sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode pengajaran
Pendidikan adalah usaha dasar dan sistematis untuk mencapai tingkat hidup dan kemajuan yang lebih baik
4. Pengertian pendidikan menurut Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Selanjutnya, silakan baca Tujuan Pendidikan Nasional
Demikian tentang Pengertian Pendidikan. Semoga bermanfaat
Minggu, 20 September 2015
Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter
Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter- Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota")adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut ( https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga ). Pendidikan Karakter adalah bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.( Sumber : Wikipedia )
Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter
Keluarga sangat berperan dalam pendidikan dan pembentukkan karakter. Dalam sebuah keluarga terjadi jaringan pendidikan yang semuanya saling berperan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.
1. Peranan Ayah dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter Istri dan Anak
Ayah adalah seorang Kepala Keluarga yang berkewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selain itu, Ayah juga berkewajiban atau memiliki tanggung jawab mendidik Istri ( Ayah sebagai suami ) dan Anaknya.
a. Cara Suami Mendidik Istri, antara lain:
a. Cara Istri Mendidik Suami, antara lain:
Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter
Keluarga sangat berperan dalam pendidikan dan pembentukkan karakter. Dalam sebuah keluarga terjadi jaringan pendidikan yang semuanya saling berperan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.
1. Peranan Ayah dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter Istri dan Anak
Ayah adalah seorang Kepala Keluarga yang berkewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selain itu, Ayah juga berkewajiban atau memiliki tanggung jawab mendidik Istri ( Ayah sebagai suami ) dan Anaknya.
a. Cara Suami Mendidik Istri, antara lain:
- mengajari tentang ilmu Agama, jika suami tidak mampu atau tidak ada waktu, seorang suami bisa minta bantuan kepada orang yang ahli di bidang Agama
- memberi teladan yang baik, baik dalam segi ucapan maupun tindakan
- menyayangi dan menghormati/menghargai istri. Menyayangi dan menghormati merupakan salah satu bentuk pendidikan berbasis cinta.
- mengamalkan ajaran Agama
- ketika Anak masih Balita. Seorang Ayah wajib memberi pendidikan kepada anaknya sejak anaknya baru lahir, misalnya sesuai ajaran Islam ( mengumandangkan adzan di samping telinga kanannya kemudian iqomah di samping telinga kirinya ). Ayah harus mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang, baik sewaktu mendidik tentang ilmu Agama maupun ilmu lainnya yang sesuai dengan kebutuhan anak. Ini merupakan penerapan pendidikan anak usia dini, di mana saat sekarang sudah ada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, maka Ayah seyogyanya memasukkan anaknya di PAUDNI untuk mengenyam pendidikan sejak dini.
- ketika Anak sudah masuk usia SD/SMP/SMA. Ayah wajib memasukkan anaknya yang sudah memasuki usia SD ke SD/SMP/SMA untuk mengenyam pendidikan, bahkan lebih baik lagi, Ayah menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi/universitas. Ayah juga wajib membimbing anaknya ketika di rumah dan memantau pergaulan/kegiatan anaknya ketika di luar rumah
- mendidik Anak berbasis Agama, Kasih Sayang, Keteladanan, Kejujuran, Keikhlasan, dan Kedisiplinan
a. Cara Istri Mendidik Suami, antara lain:
- menjaga harga diri/kehormatan diri sendiri. Dengan menjaga harga diri, maka secara tidak langsung seorang istri sudah mendidik suaminya.
- mematuhi perintah suami
- mendidik berbasis kasih sayang
- mengamalkan ajaran Agama
- mengasuh anak dengan penuh rasa ikhlas dan kasih sayang
- memberi tauladan yang baik
- memantau pergaulan/kegiatan anak ketika di rumah dan luar rumah
- mengamalkan ajaran Agama
- rajin beribadah
- rajin belajar
- patuh kepada Ayah dan Ibu
Kamis, 10 September 2015
Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kemendikbud 2015 - 2019
Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis (Renstra) Kemendikbud 2015 - 2019- Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN ) 2015—2019 telah menetapkan sembilan agenda prioritas, yang dikenal sebagai Nawacita, yang sepenuhnya berlandaskan ideologi Trisakti. Ideologi Trisakti mencakup kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Sementara itu Nawacita meliputi:
#Sahabat, tulisan di atas dan di bawah ini merupakan kutipan dari sebagian Pendahuluan Permendikbud No. 22 Tahun 2015. Adapun selengkapnya, silakan Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kemendikbud 2015 - 2019 #
Berpedoman pada itu, disusunlah Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015—2019. Secara teknis, proses penyusunan dan penyajian rencana strategis dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, rencana strategis ini harus digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengendalian tahunan pembangunan pendidikan dan kebudayaan.
Paradigma Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan
Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015—2019 disusun berdasarkan beberapa paradigma. Sebagian paradigma bersifat universal, dikenal dan dipakai berbagai bangsa. Sebagian lagi lebih bersifat nasional, sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi bangsa Indonesia. Perincian paradigma itu adalah sebagai berikut.
1. Pendidikan untuk Semua
"Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia" adalah amanat konstitusi. Pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang dengan tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu. Pemerintah harus menjamin keberpihakan kepada peserta didik yang memiliki hambatan fisik, mental, ekonomi, sosial, ataupun geografis.
2. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, yaitu sejak lahir hingga akhir hayat. Pendidikan harus diselenggarakan dengan sistem terbuka yang memungkinkan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program secara lintas satuan dan jalur pendidikan.
3. Pendidikan sebagai Suatu Gerakan
Pemerintah memang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi semua warga negara. Namun, semua pihak dapat memberi kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan agar hasilnya optimal. Penyelenggaraan pendidikan harus disikapi sebagai suatu gerakan, yang mengintegrasikan semua potensi negeri dan peran aktif seluruh masyarakat.
4. Pendidikan Menghasilkan Pembelajar
Penyelenggaraan pendidikan harus memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif dan inovatif. Pendidikan diupayakan menghasilkan insan yang suka belajar dan memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Pembelajar hendaknya mampu menyesuaikan diri dan merespons tantangan baru dengan baik.
5. Pendidikan Membentuk Karakter
Pendidikan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, dan pembentukan kepribadian. Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran, berakhlak mulia, mandiri, serta cakap dalam menjalani hidup.
6. Sekolah yang Menyenangkan
Sekolah sebagai satuan pendidikan yang utama merupakan suatu ekosistem. Suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, maupun orang tua siswa.
7. Pendidikan Membangun Kebudayaan
Pendidikan memiliki hubungan yang amat erat dengan kebudayaan. Sebagian dari paradigma yang disebut di atas mengandung aspek kebudayaan atau proses budaya. Pendidikan pada dasarnya juga
merupakan proses membangun kebudayaan atau membentuk peradaban. Pada sisi lain, pelestarian dan pengelolaan kebudayaan adalah untuk menegaskan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Demikian tentang link Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kemendikbud 2015 - 2019
Sumber : http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/permendikbud-22-tahun-2015/
- menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara;
- membuat pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya;
- membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan;
- memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya;
- meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;
- meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya;
- mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik;
- melakukan revolusi karakter bangsa; serta
- memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
#Sahabat, tulisan di atas dan di bawah ini merupakan kutipan dari sebagian Pendahuluan Permendikbud No. 22 Tahun 2015. Adapun selengkapnya, silakan Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kemendikbud 2015 - 2019 #
Berpedoman pada itu, disusunlah Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015—2019. Secara teknis, proses penyusunan dan penyajian rencana strategis dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, rencana strategis ini harus digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan dan pengendalian tahunan pembangunan pendidikan dan kebudayaan.
Paradigma Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan
Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015—2019 disusun berdasarkan beberapa paradigma. Sebagian paradigma bersifat universal, dikenal dan dipakai berbagai bangsa. Sebagian lagi lebih bersifat nasional, sesuai dengan nilai-nilai dan kondisi bangsa Indonesia. Perincian paradigma itu adalah sebagai berikut.
1. Pendidikan untuk Semua
"Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia" adalah amanat konstitusi. Pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang dengan tidak dibatasi oleh usia, tempat, dan waktu. Pemerintah harus menjamin keberpihakan kepada peserta didik yang memiliki hambatan fisik, mental, ekonomi, sosial, ataupun geografis.
2. Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan merupakan proses yang berlangsung seumur hidup, yaitu sejak lahir hingga akhir hayat. Pendidikan harus diselenggarakan dengan sistem terbuka yang memungkinkan fleksibilitas pilihan dan waktu penyelesaian program secara lintas satuan dan jalur pendidikan.
3. Pendidikan sebagai Suatu Gerakan
Pemerintah memang bertanggung jawab menyelenggarakan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi semua warga negara. Namun, semua pihak dapat memberi kontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan agar hasilnya optimal. Penyelenggaraan pendidikan harus disikapi sebagai suatu gerakan, yang mengintegrasikan semua potensi negeri dan peran aktif seluruh masyarakat.
4. Pendidikan Menghasilkan Pembelajar
Penyelenggaraan pendidikan harus memperlakukan, memfasilitasi, dan mendorong peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggung jawab, kreatif dan inovatif. Pendidikan diupayakan menghasilkan insan yang suka belajar dan memiliki kemampuan belajar yang tinggi. Pembelajar hendaknya mampu menyesuaikan diri dan merespons tantangan baru dengan baik.
5. Pendidikan Membentuk Karakter
Pendidikan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan, dan pembentukan kepribadian. Kepribadian dengan karakter unggul antara lain, bercirikan kejujuran, berakhlak mulia, mandiri, serta cakap dalam menjalani hidup.
6. Sekolah yang Menyenangkan
Sekolah sebagai satuan pendidikan yang utama merupakan suatu ekosistem. Suatu tempat yang di dalamnya terjadi hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi manusia yang berinteraksi di dalamnya, baik siswa, guru, tenaga pendidik, maupun orang tua siswa.
7. Pendidikan Membangun Kebudayaan
Pendidikan memiliki hubungan yang amat erat dengan kebudayaan. Sebagian dari paradigma yang disebut di atas mengandung aspek kebudayaan atau proses budaya. Pendidikan pada dasarnya juga
merupakan proses membangun kebudayaan atau membentuk peradaban. Pada sisi lain, pelestarian dan pengelolaan kebudayaan adalah untuk menegaskan jati diri dan karakter bangsa Indonesia.
Demikian tentang link Download Permendikbud Nomor 22 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kemendikbud 2015 - 2019
Sumber : http://dikdas.kemdikbud.go.id/index.php/permendikbud-22-tahun-2015/
Contoh Pembelajaran Menyenangkan
Contoh Pembelajaran Menyenangkan- Pembelajaran Menyenangkan adalah suatu pembelajaran di kelas maupun di luar kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa, mengasyikan, menjadikan siswa tertantang untuk lebih mendalami materi pelajaran, menumbuhkan kreatifitas, sehingga siswa lebih semangat dalam belajar dan hasil belajarnya/prestasinya meningkat. Pembelajaran menyenangkan dapat tercipta jika Pendidik menguasai berbagai metode pembelajaran dan meramunya sehingga menjadi metode pembelajaran yang variatif.
Metode pembelajaran yang monoton, misalnya selalu mentransfer ilmu kepada siswa dengan metode ceramah menyebabkan rasa bosan pada diri siswa. Jadi Pendidik harus mampu memilih metode yang tepat pada materi tertentu dan tentunya dapat melakukan/menciptakan pembelajaran dengan metode yang variatif.
Seperti yang sudah maklum bahwa banyak sekali metode pembelajaran yang dapat dan tepat digunakan oleh para Pendidik dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, metode-metode tersebut antara lain metode :
Contoh pembelajaran menyenangkan
1. Contoh pembelajaran menyenangkan di dalam kelas
Apapun materi pembelajarannya dan pada jenjang pendidikan manapun, jika Pendidik hanya menggunakan metode ceramah maka siswa/mahasiswa tentunya akan jenuh sehingga materi yang sedang dipelajari tidak dapat terserap dengan baik oleh siswa. Untuk enciptakan suatu pembelajaran menyenangkan di dalam kelas, Pendidik bisa membagi siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi. Singkat kata, setelah siswa melakukan diskusi dengan kelompoknya masing-masing, hendaknya beri kesempatan kepada mereka untuk :
2. Contoh pembelajaran menyenangkan di luar kelas
Penggabungan dari berbagai metode pembelajaran dapat juga dilakukan di luar kelas. Artinya metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, demontrasi, diskusi kelompok, dan karya wisata dapat dijadikan satu demi terciptanya pembelajaran menyenangkan. Untuk metode karya wisata di sini pengertiannya tidak sebatas mengunjungi tempat-tempat wisata pada umumnya. Metode karya wisata juga dapat dilaksanakan dengan cara yang sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya.
Langkah-langkah menciptakan pembelajaran menyenangkan di luar kelas :
Metode pembelajaran yang monoton, misalnya selalu mentransfer ilmu kepada siswa dengan metode ceramah menyebabkan rasa bosan pada diri siswa. Jadi Pendidik harus mampu memilih metode yang tepat pada materi tertentu dan tentunya dapat melakukan/menciptakan pembelajaran dengan metode yang variatif.
Seperti yang sudah maklum bahwa banyak sekali metode pembelajaran yang dapat dan tepat digunakan oleh para Pendidik dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, metode-metode tersebut antara lain metode :
- ceramah
- tanya jawab
- diskusi kelompok
- demontrasi
- pemberian tugas
- praktik
- karya wisata
Contoh pembelajaran menyenangkan
1. Contoh pembelajaran menyenangkan di dalam kelas
Apapun materi pembelajarannya dan pada jenjang pendidikan manapun, jika Pendidik hanya menggunakan metode ceramah maka siswa/mahasiswa tentunya akan jenuh sehingga materi yang sedang dipelajari tidak dapat terserap dengan baik oleh siswa. Untuk enciptakan suatu pembelajaran menyenangkan di dalam kelas, Pendidik bisa membagi siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi. Singkat kata, setelah siswa melakukan diskusi dengan kelompoknya masing-masing, hendaknya beri kesempatan kepada mereka untuk :
- menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas/presentasi
- memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi
- menyimpulkan hasil diskusi bersama semua peserta pembelajaran ( Pendidik dan Siswa )
2. Contoh pembelajaran menyenangkan di luar kelas
Pembelajaran Menyenangkan
Langkah-langkah menciptakan pembelajaran menyenangkan di luar kelas :
- bangun/buat kesepakatan bersama siswa tentang jadwal belajar di luar kelas. Misalnya dijadwalkan 2 minggu sekali
- setiap akan melaksanakan pembelajaran di luar kelas, terlebih dahulu beri penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang kegiatan pembelajaran tersebut. Misalnya mengenai apa tugasnya dan bagaimana langkah-langkahnya
- lakukan urutan pembelajaran seperti ketika pembelajaran dilakukan di dalam kelas, jadi pelajaran apa pun bisa dilakukan di luar kelas
Senin, 07 September 2015
Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet; Tanya Mbah Google
Pentingnya Internet dalam Dunia Pendidikan- Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet- Sahabat Pembaca, dewasa ini semua pengguna internet, khususnya Orang Indonesia tengah ketagihan dan banyak juga yang menjadi manja dengan internet. Nyaris semua kebutuhan tentang informasi maupun ilmu tak lepas dari internet. Apa saja yang kita anggap perlu info atau referensi dari internet maka saat itu juga mencari di internet. Kebutuhan manusia akan info dari internet sudah lama terasa menjadi kebutuhan pokok manusia sebagaimana kebutuhan pokok pendidikan. Dari kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mengakses internet dalam mencari info/ilmu ini memunculkan senjata pamungkas baru jika seseorang buntu dalam menyelesaikan tugas atau apa yang menjadi kebutuhan akan informasinya, senjata baru itu adalah "Tanya Mbah Google" dan "Cari di Internet".
Saat ini "Mbah Google" merupakan salah satu sumber ilmu dan gurunya manusia sejagat raya ini. Kemudian yang perlu kita cermati antara lain sebagai berikut :
Sebenarnya mesin pencari bukan hanya Google karena ada yahoo, bing, dan kawan-kawan. Namun karena Google yang lebih tua maka pada artikel ini biar lebih enak saya pakai istilah Google saja. Kerjasama mbah Google dengan Blogger merupakan kekuatan yang cocok dalam membangun dan menyediakan info/ilmu. Google sebagai penyedia segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis perangkat lunak dan lain-lain, sedangkan Blogger merupakan penyaji/penyumbang ilmu. Dalam hal penyaji info terkini, kendalinya dipegang oleh web berita online yang dalam hal ini yang berperan adalah para Wartawan yang setiap hari gigih dalam menyajikan infonya lewat majalah berita onlinenya seperti majalah berita online: detik.com, kompas.com, liputan6.com, tribunnews.com, suara.com, merdeka.com, viva.co.id, kapanlagi.com, kompasiana.com, okezone.com, jpnn.com, republika.co.id, metrotvnews.co, tempo.co, dan lain sebagainya.
Dalam hal keilmuan, banyak pemilik web/blog yang disebut Admin ataupun sering disebut Blogger yang dengan penuh semangatnya menyumbangkan opini/gagasan/ilmunya dengan cara berbagi di web/blognya masing-masing. Motivasi keilmuan para Blogger mayoritas lebih tinggi daripada motivasi bisnis/ekonominya, walaupun saat ini nyaris tak ada web/blog yang tidak menampilkan iklan.
Mengapa di web/blog mayoritas ada iklan yang lewat?. Sebenarnya saya yakin Anda sudah mengetahui alasan tentang hal ini. Namun tidak ada salahnya saya sampaikan juga di halaman blog ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa ada berbagai jenis website/blog seperti web sekolah, web perusahaan, web instansi, web pribadi, dan lain-lain.
Untuk web resmi suatu instansi dan perusahaan tentunya mayoritas webnya tanpa iklan karena biaya operasionalnya ditanggung oleh organisasi/instansi/perusahaan tersebut. Namun untuk web personal mayoritas bekerja sama dengan dunia iklan karena demi lancarnya keberhasilan web. Di mana biaya operasional web/blog tentunya tidak sedikit. Mungkin pada awal-awal merebaknya internet masih banyak pemilik blog yang dengan semangatnya berbagi ilmu tanpa memasang iklan, akan tetapi waktu itu biaya operasional ngeblog didapatkan oleh Blogger melalui tombol "Donasi", jadi para pengguna internet pun banyak yang dengan ikhlas memberi sumbangan kepada para Blogger.
2. Seimbang kah antara jumlah pencari ilmu dengan yang berbagi ilmu ?
Sebagaimana yang telah saya singgung di atas bahwa masayarakat Indonesia sudah banyak yang manja dengan internet atau dengan mbahnya yaitu mbah Google. Mislanya, para pelajar mencari referensi untuk menyelesaikan tugasnya di internet, para Guru mencari referensi yang akan disampaikan kepada siswanya di internet, dan banyak orang yang mencari info/ilmu tentang apa pun di internet.
Ya internet memang cukup sakti, di mana banyak hal yang bisa didapatkan lewat internet. Namun apakah kita selamnya akan menjadi pencari?, tentunya tidak kan?, kalau semuanya inginnya mencari, kapan dong dunia keilmuan Indonesia akan berkembang?.
Sahabat Pembaca, jika anatara pencari dan penyaji ilmu di internet tidak seimbang maka yang terjadi adalah semakin banyaknya pembahasan yang sama antara blog satu dengan lainnya. Hal demikian bisa jadi memang dalam suatu penyajian dituntut sama karena pakemnya begitu, tapi anehnya ada juga isi artikel yang sama persis ( mungkin hasil copas/plagiat).
3. Apakah kita sudah ikut ambil bagian sebagai penyumbang ilmu di internet ?
He he, maaf pertanyaan di atas boleh dijawab dan boleh tidak. Misalkan Anda berkenan menjawab, jawab lah dalam hati saja, jika berkenan ditulis silakan tuliskan di kolom komentar. Sahabat, saya yakin Anda memiliki keahlian pada suatu disiplin ilmu tertentu, jadi sebaiknya jika Anda saat ini belum memiliki web/blog sebagai sarana menyumbangkan ilmu kepada orang lain lewat internet, sebaiknya Anda mulai ikut sebagai penyumbang ilmu. Anda tidak perlu biaya operasional yang banyak untuk berbagi ilmu karena bisa menggunakan/membuat blog gratisan dengan domain blogspot.com, wordpress.com, dan lain-lain. Silakan baca Cara Mudah Membuat Blog Gratisan.
Jika kita mau berbagi kepada orang lain tentang ilmu yang tentunya bermanfaat, saya yakin ilmu yang kita bagikan tersebut tidak akan berkurang, bahkan semakin banyak ilmu yang kita bagikan maka semakin luas dan dalam juga ilmu kita.
4. Bagaimana cara mengajak generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Melek ( Tidak Buta ) Internet?
Generasi muda merupakan Aset Bangsa yang sangat berharga. Jika generasi muda banyak yang bersemangat dan mau menyumbangkan ilmunya, dalam hal ini lewat internet maka memperkaya ilmu di Perpustakaan Online Indonesia sehingga secara langsung maupun tak langsung akan bermanfaat dalam menumbuhkembangkan prestasi pendidikan di Indonesia. Kemudian bagaimana cara mengajaknya?, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengajak generasi muda agar aktif berbagi ilmu lewat internet yaitu dengan menulis artikel di blog ( bagi yang sudah memiliki web/blog). Cara lain sebenarnya banyak banget seperti berbagi tulisan yang sifatnya mengajak di media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain.
Cara mengajak secara offline juga bisa kita lakukan. Misalnya dengan memberi sosialisasi kepada generasi muda di oragnisasi Karang Taruna, mengajak kepada siswa/mahasisa ( bagi Guru/Dosen ), dan cara lainnya.
Demikian sekilas tentang Pentingnya Internet bagi Dunia Pendidikan yang berjudul "Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet"-Tanya Mbah Google. Semoga artikel ini bermanfaat
Baca juga Web Sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan
Saat ini "Mbah Google" merupakan salah satu sumber ilmu dan gurunya manusia sejagat raya ini. Kemudian yang perlu kita cermati antara lain sebagai berikut :
- Dengan siapa mbah Google bekerja sama dalam menyediakan/mewujudkan/menciptakan/membangun/menjaga Perpustakaan Raksasa Dunia?
- Seimbang kah antara pencari ilmu/info dengan yang berbagi?
- Apakah kita sudah ikut ambil bagian sebagai penyumbang ilmu?
- Bagaimana cara mengajak generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Melek ( Tidak Buta ) Internet?
Sebenarnya mesin pencari bukan hanya Google karena ada yahoo, bing, dan kawan-kawan. Namun karena Google yang lebih tua maka pada artikel ini biar lebih enak saya pakai istilah Google saja. Kerjasama mbah Google dengan Blogger merupakan kekuatan yang cocok dalam membangun dan menyediakan info/ilmu. Google sebagai penyedia segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis perangkat lunak dan lain-lain, sedangkan Blogger merupakan penyaji/penyumbang ilmu. Dalam hal penyaji info terkini, kendalinya dipegang oleh web berita online yang dalam hal ini yang berperan adalah para Wartawan yang setiap hari gigih dalam menyajikan infonya lewat majalah berita onlinenya seperti majalah berita online: detik.com, kompas.com, liputan6.com, tribunnews.com, suara.com, merdeka.com, viva.co.id, kapanlagi.com, kompasiana.com, okezone.com, jpnn.com, republika.co.id, metrotvnews.co, tempo.co, dan lain sebagainya.
Dalam hal keilmuan, banyak pemilik web/blog yang disebut Admin ataupun sering disebut Blogger yang dengan penuh semangatnya menyumbangkan opini/gagasan/ilmunya dengan cara berbagi di web/blognya masing-masing. Motivasi keilmuan para Blogger mayoritas lebih tinggi daripada motivasi bisnis/ekonominya, walaupun saat ini nyaris tak ada web/blog yang tidak menampilkan iklan.
Mengapa di web/blog mayoritas ada iklan yang lewat?. Sebenarnya saya yakin Anda sudah mengetahui alasan tentang hal ini. Namun tidak ada salahnya saya sampaikan juga di halaman blog ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa ada berbagai jenis website/blog seperti web sekolah, web perusahaan, web instansi, web pribadi, dan lain-lain.
Untuk web resmi suatu instansi dan perusahaan tentunya mayoritas webnya tanpa iklan karena biaya operasionalnya ditanggung oleh organisasi/instansi/perusahaan tersebut. Namun untuk web personal mayoritas bekerja sama dengan dunia iklan karena demi lancarnya keberhasilan web. Di mana biaya operasional web/blog tentunya tidak sedikit. Mungkin pada awal-awal merebaknya internet masih banyak pemilik blog yang dengan semangatnya berbagi ilmu tanpa memasang iklan, akan tetapi waktu itu biaya operasional ngeblog didapatkan oleh Blogger melalui tombol "Donasi", jadi para pengguna internet pun banyak yang dengan ikhlas memberi sumbangan kepada para Blogger.
2. Seimbang kah antara jumlah pencari ilmu dengan yang berbagi ilmu ?
Sebagaimana yang telah saya singgung di atas bahwa masayarakat Indonesia sudah banyak yang manja dengan internet atau dengan mbahnya yaitu mbah Google. Mislanya, para pelajar mencari referensi untuk menyelesaikan tugasnya di internet, para Guru mencari referensi yang akan disampaikan kepada siswanya di internet, dan banyak orang yang mencari info/ilmu tentang apa pun di internet.
Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet via Ilmu Pengetahuan Alam Com
Ya internet memang cukup sakti, di mana banyak hal yang bisa didapatkan lewat internet. Namun apakah kita selamnya akan menjadi pencari?, tentunya tidak kan?, kalau semuanya inginnya mencari, kapan dong dunia keilmuan Indonesia akan berkembang?.
Sahabat Pembaca, jika anatara pencari dan penyaji ilmu di internet tidak seimbang maka yang terjadi adalah semakin banyaknya pembahasan yang sama antara blog satu dengan lainnya. Hal demikian bisa jadi memang dalam suatu penyajian dituntut sama karena pakemnya begitu, tapi anehnya ada juga isi artikel yang sama persis ( mungkin hasil copas/plagiat).
3. Apakah kita sudah ikut ambil bagian sebagai penyumbang ilmu di internet ?
He he, maaf pertanyaan di atas boleh dijawab dan boleh tidak. Misalkan Anda berkenan menjawab, jawab lah dalam hati saja, jika berkenan ditulis silakan tuliskan di kolom komentar. Sahabat, saya yakin Anda memiliki keahlian pada suatu disiplin ilmu tertentu, jadi sebaiknya jika Anda saat ini belum memiliki web/blog sebagai sarana menyumbangkan ilmu kepada orang lain lewat internet, sebaiknya Anda mulai ikut sebagai penyumbang ilmu. Anda tidak perlu biaya operasional yang banyak untuk berbagi ilmu karena bisa menggunakan/membuat blog gratisan dengan domain blogspot.com, wordpress.com, dan lain-lain. Silakan baca Cara Mudah Membuat Blog Gratisan.
Jika kita mau berbagi kepada orang lain tentang ilmu yang tentunya bermanfaat, saya yakin ilmu yang kita bagikan tersebut tidak akan berkurang, bahkan semakin banyak ilmu yang kita bagikan maka semakin luas dan dalam juga ilmu kita.
4. Bagaimana cara mengajak generasi muda agar ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Melek ( Tidak Buta ) Internet?
Generasi muda merupakan Aset Bangsa yang sangat berharga. Jika generasi muda banyak yang bersemangat dan mau menyumbangkan ilmunya, dalam hal ini lewat internet maka memperkaya ilmu di Perpustakaan Online Indonesia sehingga secara langsung maupun tak langsung akan bermanfaat dalam menumbuhkembangkan prestasi pendidikan di Indonesia. Kemudian bagaimana cara mengajaknya?, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengajak generasi muda agar aktif berbagi ilmu lewat internet yaitu dengan menulis artikel di blog ( bagi yang sudah memiliki web/blog). Cara lain sebenarnya banyak banget seperti berbagi tulisan yang sifatnya mengajak di media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain.
Cara mengajak secara offline juga bisa kita lakukan. Misalnya dengan memberi sosialisasi kepada generasi muda di oragnisasi Karang Taruna, mengajak kepada siswa/mahasisa ( bagi Guru/Dosen ), dan cara lainnya.
Demikian sekilas tentang Pentingnya Internet bagi Dunia Pendidikan yang berjudul "Mencari dan Berbagi Ilmu di Internet"-Tanya Mbah Google. Semoga artikel ini bermanfaat
Baca juga Web Sebagai Media Pembelajaran yang Menyenangkan
Rabu, 26 Agustus 2015
Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat
Websitependidikan.com- Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat- Alam Takambang adalah alam yang membentang luas di sekitar kita, termasuk didalamnya tentang semua peristiwa dan fenomena alam. Sedangkan pengertian alam takambang jadi guru sesuai kutipan dari https://id.wikiquote.org/wiki/Alam_takambang_jadi_guru adalah Bahasa Indonesia: Alam yang terhampar menjadi guru. Arti: Orang Minang atau umat manusia pada umumnya harus bisa belajar dari segala kejadian dan fenomena yang ada di alam. Umat manusia haruslah dinamis dan bisa menyesuaikan serta mengembangkan dirinya di mana pun ia berada, baik di tanah asal atau pun di tanah rantau. Umat manusia dituntut untuk bisa selaras dengan alam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. (Peribahasa ini merupakan induk dari ribuan peribahasa Minang lainnya).
Sahabat Pembaca, tidak ada satu pun dari para Ilmuwan yang tidak memanfaatkan alam sebagai sumber belajarnya karena alam memiliki atau merupakan sumber ilmu yang tak terbatas jumlahnya. Sebagai contoh tentang sejarah penciptaan korek api yang tak lain dan tak bukan adalah mencontoh dari peristiwa alam yang salah satu contohnya percikan api hasil gesekkan dua batu yang digesekkan. Contoh lain : penciptaan pesawat terbang yang modelnya mirip hewan capung, pemanfaatan lebah sebagai pembantu pada alat pendeteksi bom, dan lain sebagainya yang tentunya apa pun jenis hasil ciptaannya atau pemanfaatan, semuanya berawal dari guru yang disebut alam takambang.
Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam semesta memang untuk makhluk ciptaan-Nya. Dalam alam ini terkandung ilmu yang tak pernah habis, namun memang perlu kerja pikir keras untuk menemukan atau mendapatkan ilmu yang ada. Contoh kecil saja : siapa sih yang memulai mangga itu bisa dikonsumsi oleh manusia?, siapa juga yang memulai/menemukan bahwa padi/beras/nasi mengandung karbohidrat?, tentu semuanya ada yang memulai/menemukannya. Hal ini juga terlihat pada penemuan atau hasil penelitian para Ilmuwan/Ahli tentang kandungan/manfaat sesuatu misalkan seorang Ilmuwan menemukan khasiat dari tumbuhan yang sebelumnya dianggap tanaman yang tak berguna, dan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sering ada penemuan-penemuan baru tentang manfaat dari ciptaan Tuhan. Namun demikian, sampai sekarang pun masih banyak, misalnya tumbuhan yang belum diketahui oleh manusia tentang manfaatnya.
Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat
Sahabat, sepertinya saya agak nglantur tuh di atas, oleh karena itu langsung saja deh masuk ke pembahasan tentang alam takambang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sekolah maupun bagi para orang yang masih mau terus belajar memperdalam dan memerluas ilmunya. Sangat lah wajar jika orang Minang mengatakan bahwa alam takambang jadi guru karena memang alam takambang merupakan sumber belajar/sumber ilmu yang sangat baik.
Di bawah ini adalah salah contoh pemanfaatan alam takambang sebagai media pembelajaran dan sumber ilmu yang akurat :
Misalkan di suatu kelas baik di jenjang SD/SLTP/SLTA maupun Perguruan Tinggi sedang mempelajari tentang tumbuhan dan hewan. Alangkah baiknya guru memilih metode pembelajran yang variatif yakni dengan memadukkan antara metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan metode lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Langkah-langkah pembelajaran :
Demikian tentang Cara Pemanfaatan Ala Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat. Semoga bermanfaat
Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat
Sahabat Pembaca, tidak ada satu pun dari para Ilmuwan yang tidak memanfaatkan alam sebagai sumber belajarnya karena alam memiliki atau merupakan sumber ilmu yang tak terbatas jumlahnya. Sebagai contoh tentang sejarah penciptaan korek api yang tak lain dan tak bukan adalah mencontoh dari peristiwa alam yang salah satu contohnya percikan api hasil gesekkan dua batu yang digesekkan. Contoh lain : penciptaan pesawat terbang yang modelnya mirip hewan capung, pemanfaatan lebah sebagai pembantu pada alat pendeteksi bom, dan lain sebagainya yang tentunya apa pun jenis hasil ciptaannya atau pemanfaatan, semuanya berawal dari guru yang disebut alam takambang.
Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam semesta memang untuk makhluk ciptaan-Nya. Dalam alam ini terkandung ilmu yang tak pernah habis, namun memang perlu kerja pikir keras untuk menemukan atau mendapatkan ilmu yang ada. Contoh kecil saja : siapa sih yang memulai mangga itu bisa dikonsumsi oleh manusia?, siapa juga yang memulai/menemukan bahwa padi/beras/nasi mengandung karbohidrat?, tentu semuanya ada yang memulai/menemukannya. Hal ini juga terlihat pada penemuan atau hasil penelitian para Ilmuwan/Ahli tentang kandungan/manfaat sesuatu misalkan seorang Ilmuwan menemukan khasiat dari tumbuhan yang sebelumnya dianggap tanaman yang tak berguna, dan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sering ada penemuan-penemuan baru tentang manfaat dari ciptaan Tuhan. Namun demikian, sampai sekarang pun masih banyak, misalnya tumbuhan yang belum diketahui oleh manusia tentang manfaatnya.
Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat
Sahabat, sepertinya saya agak nglantur tuh di atas, oleh karena itu langsung saja deh masuk ke pembahasan tentang alam takambang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sekolah maupun bagi para orang yang masih mau terus belajar memperdalam dan memerluas ilmunya. Sangat lah wajar jika orang Minang mengatakan bahwa alam takambang jadi guru karena memang alam takambang merupakan sumber belajar/sumber ilmu yang sangat baik.
Di bawah ini adalah salah contoh pemanfaatan alam takambang sebagai media pembelajaran dan sumber ilmu yang akurat :
Misalkan di suatu kelas baik di jenjang SD/SLTP/SLTA maupun Perguruan Tinggi sedang mempelajari tentang tumbuhan dan hewan. Alangkah baiknya guru memilih metode pembelajran yang variatif yakni dengan memadukkan antara metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan metode lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Langkah-langkah pembelajaran :
- bentuk lah kelompok diskusi
- jelaskan sekilas saja tentang materi pembelajaran
- jelaskan tentang tugas yang harus mereka kerjakan/lakukan di area persawahan ( misalnya suruh mereka mencari berbagai jenis rumput yang ada di sawah, menangkap belalang, menangkap kupu-kupu, menulis berbagai jenis nama tanaman palawija, dan sebagainya )
- ajak lah peserta didik ke luar kelas, misalnya menuju area persawahan ( sesuaikan dengan lingkungan )
- suruh mereka berpencar sesuai kelompoknya masing-masing
- dekatilah atau bimbinglah masing-masing kelompok secara bergantian ( pada kegiatan bimbingan ini, bisa dengan mengadakan tanya jawab dan diskusi )
- setelah tugas mereka selesai, kembali lah ke kelas ( misalkan mereka sudah mendapatkan berbagai jenis rumput dan berhasil menangkap belalang dan lain-lain ) kemudian suruh lah mereka melakukan presentasi
- buat lah kesimpulan bersama
- IPA- pengalaman belajar peserta didik yang terwujud dalam melihat/memegang, ataupun dari pertanyaan siswa ke guru tentang nama tumbuhan/hewan yang dilihatnya tetapi mereka belum tahu namanya
- Bahasa Indonesia- terlihat pada keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan ( keterampilan berbicara ), bisa juga denagn cara menyuruh mereka menuangkan hasil pengalaman di luar kelas ke dalam sebuah tulisan berbentuk karangan deskripsi, bentuk puisi, dan sebagainya
- Matematika- suruh lah mereka menghitung luas dan keliling sawah
- Penjasorkes- cukup jelas
- IPS- letak geografi sawah, kegiatan para petani, dan sebagainya
- SBK- manfaatkan tumbuhan sebagai alat/bahan pembelajaran, misalkan pada materi anyaman, suruh lah mereka menganyam dengan bahan daun pisang
- dan lain sebagainya
Demikian tentang Cara Pemanfaatan Ala Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat. Semoga bermanfaat
Kamis, 20 Agustus 2015
Daftar Nama Menteri Pendidikan 1945 - Sekarang
Menteri Pendidikan-Daftar Nama Menteri Pendidikan Indonesia sejak tahun 1945 sampai sekarang ( 2015 ) lengkap dengan nama kabinet, nama kementerian, dan periode masa jabatannya.
Daftar Nama Menteri Pendidikan:
Menteri Pendidikan Pertama : Ki Hadjar Dewantara
Daftar Nama Menteri Pendidikan:
No | NAMA KABINET | NAMA KEMENTERIAN/ DEPARTEMEN YANG MENANGANI PENDIDIKAN | NAMA MENTERI | PERIODE/LAMA MENJABAT |
1 | Presidentil Kabinet | Menteri Pengajaran | Ki Hadjar Dewantara | 19/8/1945 - 14/11/1945 |
2 | Kabinet Syahrir I | Menteri Pengajaran | Dr Mr T.S.G. Mulia (Parkindo) | 14/11/1945 -12/3/1946 |
3 | Kabinet Syahrir II | Menteri Pengajaran Menteri Muda Pengajaran Menteri Negara Urusan Pemuda | Muhammad Sjafei Dr Mr T.S.G. Mulia Wikana | 12/3/1946 - 2/10/1946 29/6/1946 -2/10/1946 |
4 | Kabinet Syahrir III | Menteri Pengajaran Menteri Muda Pengajaran Menteri Negara Urusan Pemuda | Mr Moh. Soewandi Ir R. Gunarsa Wikana | 2/10/1946 -27/6/1947 |
5 | Kabinet Amir Syarifuddin I | Menteri Pengajaran Menteri Negara Urusan Pemuda | Mr Ali Sastroamidjojo (PNI) Wikana | 3/7/1947 -11/11/1947 |
6 | Kabinet Amir Syarifuddin II | Menteri Pengajaran Menteri Negara Urusan Pemuda | Mr Ali Sastroamidjojo (PNI) Wikana | 11/11/1947 -29/1/1948 |
7 | Kabinet Hatta I (Presidentil Kabinet) | Menteri PP dan K Menteri Pembangunan/ Pemuda | Mr Ali Sastroamidjojo (PNI) Supeno | 29/1/1948 -4/8/1949 |
8 | Kabinet Darurat | Kementerian PP dan K | Mr Teuku Moh. Hasan | 19/12/1948 -13/7/1949 |
9 | Kabinet Hatta II (Presidentil Kabinet) | Menteri PP dan K | Sarmidi Mangunsarkoro (PNI) | 4/8/1949 -20/12/1949 |
10 | Kabinet Peralihan | Menteri PP dan K | Sarmidi Mangunsarkoro (PNI) | 20/12/1949 -21/1/1950 |
11 | Kabinet RI Yogyakarta | Menteri PP dan K Menteri Pembangunan Masyarakat | Sarmidi Mangunsarkoro (PNI) Sugondo Djojopuspito (PSI) | 21/1/1950 -6/9/1950 |
12 | Kabinet Republik Indonesia Serikat | Menteri PP dan K | Prof Dr Abu Hanifah MD (Masyumi) | 20/12/1949 -6/9/1950 |
13 | Kabinet RI Kesatuan I (Natsir) | Menteri PP dan K | Dr Bahder Djohan | 6/9/1950 – 27/4/1951 |
14 | Kabinet RI Kesa- tuan II(Sukiman) | Menteri PP dan K | Mr Wongsonegoro (PIR) | 27/4/1951 – 3/4/1952 |
15 | Kabinet RI Kesatuan III (Wilopo) | Menteri PP dan K | Prof Dr Bahder Djohan | 3/4/1952 – 30/7/1953 |
16 | Kabinet RI Kesa- tuan IV (Ali Sastro- amidjojo I) | Menteri PP dan K | Mr Muhammad Yamin | 30/7/1953 – 12/8/1955 |
17 | Kabinet RI Kesa- tuan V (Burhanud- din Harahap) | Menteri PP dan K | Prof Ir R.M. Suwandi | 12/8/1955 – 3/3/1956 |
18 | Kabinet RI Kesa- tuan VI (Ali Sastro- amidjojo II) | Menteri PP dan K | Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) | 24/3/1956 – 14/3/1957 |
19 | Kabinet Karya (Juanda) | Menteri PP dan K | Prof Dr Prijono | 9/4/1957 – 10/7/1959 |
20 | Kabinet Kerja I | Menteri Muda dalam Bidang Sosial Kulturil Menteri Muda PP dan K Menteri Muda Urusan Pengerahan Tenaga Rakyat | Prof Dr Prijono Sudibjo Sujono | 10/7/1959 – 18/2/1960 |
21 | Kabinet Kerja II | Menteri PP dan K | Prof Dr Prijono | 18/2/1960 – 6/3/1962 |
22 | Kabinet Kerja III | Bidang Kesra: Menteri Muda Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Menteri PTIP | Prof Dr Prijono Prof Dr Ir Thajib Hadiwidjaja | 6/3/1962 – 13/11/1963 |
23 | Kabinet Kerja IV | Kompartemen Kesra: Menteri PD dan K Menteri PTIP | Prof Dr Prijono Prof Dr Ir Thajib Hadiwidjaja | 13/11/1963 – 27/8/1964 |
24 | Kabinet Dwikora | Kompartemen Pendi- dikan/Kebudayaan: Menteri Koordinator Menteri PD dan K Menteri PTIP Menteri Olahraga | Prof Dr Prijono Ny. Artati Marzuki Sudirdjo Brigjen TNI Dr Syarif Thayeb Maladi | 27/8/1964 – 21/2/1966 |
25 | Kabinet Dwikora yang Disempurnakan | Kompartemen PD dan K: Menteri Koordinator Menteri PD dan K Menteri PTIP Menteri Olahraga | Prof Dr Prijono Sumardjo Dr J. Leimena (a.i) Maladi | 21/2/1966 – 27/3/1966 |
26 | Kabinet Dwikora yang Disempur- nakan Lagi | Menteri PP dan K Departemen Pendidikan Dasar Departemen Perguruan Tinggi Departemen Olahraga Departemen Kebudayaan | Ki Sarino Mangun- pranoto (PNI) Ki Moh Said Mashuri, SH Maladi Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) (ad. Interim) | 21/3/1966 – 25/7/1966 |
27 | Kabinet Ampera | Bidang Kesra: Departemen P dan K | Ki Sarino Mangunpranoto (PNI) | 25/7/1966 – 11/10/1967 |
28 | Kabinet Ampera yang Disempurnakan | Menteri P dan K | Sanusi Hardjadinata (PNI) | 11/10/1967 – 6/6/1968 |
29 | Kabinet Pembangunan I | Departemen P dan K | Mashuri, SH | 6/6/1968 – 28/3/1973 |
30 | Kabinet Pembangunan II | Departemen P dan K | Prof Dr Sumantri Brojonegoro Prof Dr Syarif Thayeb | 28/3/1973 – 18/12/1973 18/12/1973 – 29/3/1978 |
31 | Kabinet Pembangunan III | Departemen P dan K Menteri Muda Urusan Pemuda | Dr Daoed Joesoef Dr Abdul Gafur | 31/3/1978 – 19/3/1983 |
32 | Kabinet Pembangunan IV | Departemen P dan K | Prof Dr. Nugroho Notosusanto Prof Dr J.B. Sumarlin (a.i) Prof Dr Fuad Hasan | 19/3/1983 – 3/7/1985 30/7/1985 – 21/3/1988 |
33 | Kabinet Pembangunan V | Departemen P dan K | Prof Dr Fuad Hasan | 21/3/1988 – 17/3/1993 |
34 | Kabinet Pembangunan VI | Departemen P dan K | Dr Ir Ing Wardiman Djojonegoro | 17/3/1993 - 17/3/1998 |
35 | Kabinet Pembangunan VII | Departemen P dan K | Prof Dr Ir Wiranto Arismunandar | 17/3/1998 – 21/5/1998 |
36 | Kabinet Reformasi Pembangunan | Departemen P dan K | Prof Dr Juwono Soedarsono | 23/5/1998 – 23/10/1999 |
37 | Kabinet Persatuan Nasional | Departemen Pendidikan Nasional | Dr Yahya A. Muhaimin | 23/10/1999–22/7/2001 |
38 | Kabinet Gotong Royong | Departemen Pendidikan Nasional | Prof Drs A. Malik Fadjar, MSc | 9/8/2001 - 21/10/2004 |
39 | KabinetIndonesia Bersatu I | Departemen Pendidikan Nasional | Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA | 21/10/2004 - 20/10/2009 |
40 | Kabinet Indonesia Bersatu II | Kementerian Pendidikan Nasional | Prof Mohammad Nuh, DEA Wakil Menteri: Prof dr Fasli Jalal, PhD. | 20/10/2009 –18/10/2011 |
41 | Kabinet Indonesia Bersatu II (Reshuffle) | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) | Prof Mohammad Nuh, DEA Wakil Menteri (Bidang Pendidikan): Prof Dr Musliar Kasim, MS Wakil Menteri (Bidang Kebudayaan): Prof Ir Wiendu Nuryanti, M. Arch, Phd, | 19/10/2011 – 20/10/2014 |
42 | Kabinet Kerja | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan | Anies Rasyid Baswedan Ph.D | 27 Oktober 2014 - Sekarang |
Menteri Pendidikan Sekarang : Anies Rasyid Baswedan
Langganan:
Postingan (Atom)











