Tampilkan postingan dengan label Metode Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015

Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan

Cara Belajar yang Efektif, Efisien, Menyenangkan, dan Sukses- Sahabat Pembaca, menurut KBBI belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Bagaimana cara agar belajar kita efektif ( dapat membawa hasil/berhasil/sukses ), efisien ( tepat menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), dan menyenangkan ?. Semua orang memiliki trik sukses belajar yang  berbeda dan setiap orang memiliki cara tersendiri yang unik walaupun pada dasarnya sama yakni untuk mencapai tujuan bisa paham akan hal yang dipelajarinya. Namun pasti ada beberapa teknik dan metode yang lebih efektif, efesien, dan menyenangkan daripada yang lain.

Jadi apa cara yang terbaik untuk memfasilitasi agar  pengetahuan dapat masuk dan berkembang di dalam memori kita secara abadi ? Apakah ada suatu teknik/metodologi belajar yang terbukti jitu untuk diterapkan ke semua subjek belajar? Apa cara belajar yang terbaik untuk Anda?

Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan
 Belajar Efektif, Efisien, dan Menyenangkan via Akademi Farmasi

Metode/Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan


1. Berdo'a

Berdo'alah sebelum melakukan sesuatu,dalam hal ini berdo'alah sebelum belajar.Do'a merupakan kekuatan yang sangat ampuh agar kita dapat sukses dalam belajar. Dengan berdo'a sebelum belajar,maka pikiran dan hati kita tenang. Dengan meminta petunjuk dari yang memberi nikmat akal pikiran, juga merupakan/sebagai wujud rasa syukur kita kepada-Nya.

2. Kenali metode berpikir

Sebelum Anda mengenali cara belajar yang selama ini Anda gunakan, sebaiknya ketahui dulu tentang metode berpikir kita atau bisa juga disebut model berpikir kita. Adapun metode berpikir yang saya maksud yaitu metode fokus dan difus

a. Metode berpikir fokus

Metode berpikir fokus adalah metode berpikir yang terpusat pada satu objek. Metode fokus sering yang terjadi/kita lakukan ketika kita belajar tentang ilmu pengetahuan yang membutuhkan perhatian penuh. Misalnya saat kita membaca buku, menghafal sesuatu, memperhatikan dan mendengarkan penjelasan Guru, menonton televisi, dan lain sebagainya yang membutuhkan konsentrasi.

b. Metode berpikir difus

Di kamuskesehatan.com, difus berarti menyebar, tidak terlokalisasi atau terbatas; menyebar luas melalui jaringan atau zat. Metode berpikir difus/menyebar mengandung pengertian bahwa dalam mempelajari/mengingat/memahami sesuatu tidak dengan perhatian khusus atau bisa dikatakan cara berpikir di belakang layar.

Contoh kasus :
  • Fulan adalah Siswa Kelas 6, pada jam kegiatan belajar matematika di sekolahnya,dia kurang paham dengan materi pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Pada jam istirahat, sambil menikmati jajan yang dibelinya, diam-diam si Fulan masih memutar otak pikirannya untuk memecahkan masalah/memahami tentang pelajaran matematika yang belum dipahaminya. Akhirnya si Fulan pun kini sudah mengerti/paham tentang materi matematika tersebut.
  • Saat Priyo akan berangkat kuliah, dia kebingungan karena lupa kunci/kontak sepeda motornya ditaruh di mana. Dia mondar-mandir mencari kunci tersebut. Sudah dicari di  tempat mana pun tetapi belum juga ditemukannya. Dengan rasa kesal dan lelah akhirnya Priyo ke dapur untuk mengambil air minum.Saat Priyo sedang meminum air, tiba-tiba dia ingat bahwa kunci sepeda motornya kemarin di taruh di bawah kasur tempat tidurnya.
Pada contoh kasus yang pertama si Fulan dapat memahami pelajaran pada saat dia mengerjakan aktivitas yang lain yakni sedang makan jajan. Sedangkan pada contoh kedua,Priyo juga mengingat kuncinya setelah dia melakukan kegiatan yang lain yakni saat minum.Sebenarnya banyak contoh yang lain seperti seorang Ibu ingat jarum pentulnya yang hilang saat Ibu sedang menjalankan Ibadah. Apakah Anda pernah mengalami hal sejenis seperti contoh tersebut?

Metode berpikir fokus dan difus tentunya sering kita lakukan, baik untuk memecahkan suatu masalah yang terkait dengan materi pelajaran maupun masalah hidupdan kehidupan sehari-hari.

2. Chunking 

Chunking adalah proses dimana Anda mencoba untuk memahami sesuatu yang kompleks dengan memecahnya dan bekerja pada unit yang lebih kecil ("potongan"). Misalnya, dalam belajar bahasa baru, Anda belajar frase, tata bahasa,  dan lain-lain yang akan membantu Anda membangun kalimat kompleks. Chunking membuat mata pelajaran yang sulit lebih mudah dikelola. Manfaat lain untuk chunking adalah bahwa hal itu dapat membantu Anda dalam chunking masa depan, bahkan ketika Anda belajar sesuatu yang sama sekali berbeda.

Contoh kegiatan:
  • saat pembelajaran di Sekolah, tulislah kata-kata kunci atau kata penting yang sedang disampaikan oleh Guru
  • saat belajar di rumah, baca lah buku pelajaran sambil mencatat/membuat ringkasan
  • pandai-pandai lah membuat akronim sesuai/sesuka Anda, yang penting memudahkan Anda dalam mengingat dan memahami pelajaran

3. Pengulangan

Proses memahami pelajaran seseorang dengan yang lainnya tentunya berbeda.  Ada yang memahami suatu pelajaran dengan cara menghafalkan terlebih dahulu dan ada yang tanpa hafalan. Yang tanpa hafalan biasanya karena begitu membaca langsung hafal dan langsung ke proses pemahaman. Dan hal ini juga tergantung apakah materinya tentang ingatan, pemahaman, penerapan, dan sebagainya.

Contoh kegiatan :
  • hafalkan kembali materi yang sifatnya ingatan. Lakukan pengulangan/hafalan secara bertahap jika memang Anda merasa lebih nyaman dengan cara menghafal pelajaran dengan cara bertahap, namun jika Anda tipenya lebih hafal dengan cara borongan pun tidak masalah, lakukan sesuka hati Anda, asalkan jangan mengorbankan waktu istirahat/tidur Anda.
  • telaah/pahami materi pelajaran yang sudah atau belum diajarkan oleh Guru. Jika Anda mempelajari dulu materi yang belum disampaikan oleh Guru, maka Anda akan lebih banyak mengulang, di mana saat Guru menyampaikan materi berarti Anda sudah masuk tahap pengulangan sehingga materi pun dengan cepat Anda kuasai.
4. Gunakan gaya belajar yang sesuai

Pilih lah gaya belajar sesuai selera Anda:
  • jika Anda sedang belajar di sekolah, maka ini terkait dengan metode maupun media pembelajaran yang digunakan oleh Guru. Intinya simak/ikuti secara aktif kegiatan pembelajaran tersebut
  • jika Anda sedang belajar mandiri di rumah, lakukan sesuka hati, misalnya Anda bisa belajar sambil mendengarkan musik, dan sebagainya
Jadi fokus lah pada proses, bukan produk/hasil. Jika Anda menikmati proses belajar, maka hasil belajar akan lebih Anda nikmati secara abadi.

5. Pilih waktu yang tepat
  • untuk pembelajaran di sekolah tentunya ikuti jadwal yang ada, jangan sampai Anda membolos
  • untuk belajar di rumah, pilih lah waktu yang tidak menggannggu jam istirahat Anda, misalnya Anda suka belajar di pagi hari, maka tidur lah lebih awal kemudian bangun di dini/pagi hari dan sempat kan untuk belajar
Demikian tentang Cara Belajar yang Efektif, Efisien, dan Menyenangkan. Semoga bermanfaat

Kamis, 10 September 2015

Contoh Pembelajaran Menyenangkan

Contoh Pembelajaran Menyenangkan- Pembelajaran Menyenangkan adalah suatu pembelajaran di kelas maupun di luar kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa, mengasyikan, menjadikan siswa tertantang untuk lebih mendalami materi pelajaran, menumbuhkan kreatifitas, sehingga siswa lebih semangat dalam belajar dan hasil belajarnya/prestasinya meningkat. Pembelajaran menyenangkan dapat tercipta jika Pendidik menguasai berbagai metode pembelajaran dan meramunya sehingga menjadi metode pembelajaran yang variatif.

Metode pembelajaran yang monoton, misalnya selalu mentransfer ilmu kepada siswa dengan metode ceramah menyebabkan rasa bosan pada diri siswa. Jadi Pendidik harus mampu memilih metode yang tepat pada materi tertentu dan tentunya dapat melakukan/menciptakan pembelajaran dengan metode yang variatif.

Seperti yang sudah maklum bahwa banyak sekali metode pembelajaran yang dapat dan tepat digunakan oleh para Pendidik dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa, metode-metode tersebut antara lain metode :
  • ceramah
  • tanya jawab
  • diskusi kelompok
  • demontrasi
  • pemberian tugas
  • praktik
  • karya wisata
Berbagai metode pembelajaran di atas sebagai modal keterampilan mengajar para Pendidik yang harus dikuasai . Untuk mengunakan metode-metode pembelajaran tentu saja membuuhkan media pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan dalam mengajar pun harus sesuai dengan materi dan metodenya..

Contoh pembelajaran menyenangkan

1. Contoh pembelajaran menyenangkan di dalam kelas
Apapun materi pembelajarannya dan pada jenjang pendidikan manapun, jika Pendidik hanya menggunakan metode ceramah maka siswa/mahasiswa tentunya akan jenuh sehingga materi yang sedang dipelajari tidak dapat terserap dengan baik oleh siswa. Untuk enciptakan suatu pembelajaran menyenangkan di dalam kelas, Pendidik bisa membagi siswa ke dalam beberapa kelompok diskusi. Singkat kata, setelah siswa melakukan diskusi dengan kelompoknya masing-masing, hendaknya beri kesempatan kepada mereka untuk :
  • menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas/presentasi
  • memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi
  • menyimpulkan hasil diskusi bersama semua peserta pembelajaran ( Pendidik dan Siswa )
Apakah metode diskusi kelompok yang dilanjutkan dengan kegiatan presentasi dapat diterapkan pada siswa SD ?, tentunya bisa, asalkan Pendidik mampu menciptakannya. Namun misalkan masih terlalu sulit diterapkan pada siswa kelas bawah ( 1-3 ), terapkan lah mulai kelas 4.

2. Contoh pembelajaran menyenangkan di luar kelas

Contoh Pembelajaran Menyenangkan
 Pembelajaran Menyenangkan

Penggabungan dari berbagai metode pembelajaran dapat juga dilakukan di luar kelas. Artinya metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, demontrasi, diskusi kelompok, dan karya wisata dapat dijadikan satu demi terciptanya pembelajaran menyenangkan. Untuk metode karya wisata di sini pengertiannya tidak sebatas mengunjungi tempat-tempat wisata pada umumnya. Metode karya wisata juga dapat dilaksanakan dengan cara yang sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya.

Langkah-langkah menciptakan pembelajaran menyenangkan di luar kelas :
  • bangun/buat kesepakatan bersama siswa tentang jadwal belajar di luar kelas. Misalnya dijadwalkan 2 minggu sekali
  • setiap akan melaksanakan pembelajaran di luar kelas, terlebih dahulu beri penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang kegiatan pembelajaran tersebut. Misalnya mengenai apa tugasnya dan bagaimana langkah-langkahnya
  • lakukan urutan pembelajaran seperti ketika pembelajaran dilakukan di dalam kelas, jadi pelajaran apa pun bisa dilakukan di luar kelas 
Demikian sekilas tentang  Contoh Pembelajaran Menyenangkan. Semoga bermanfaat

Rabu, 26 Agustus 2015

Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat

Websitependidikan.com- Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat- Alam Takambang adalah alam yang membentang luas di sekitar kita, termasuk didalamnya tentang semua peristiwa dan fenomena alam. Sedangkan pengertian alam takambang jadi guru sesuai kutipan dari https://id.wikiquote.org/wiki/Alam_takambang_jadi_guru adalah  Bahasa Indonesia: Alam yang terhampar menjadi guru. Arti: Orang Minang atau umat manusia pada umumnya harus bisa belajar dari segala kejadian dan fenomena yang ada di alam. Umat manusia haruslah dinamis dan bisa menyesuaikan serta mengembangkan dirinya di mana pun ia berada, baik di tanah asal atau pun di tanah rantau. Umat manusia dituntut untuk bisa selaras dengan alam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. (Peribahasa ini merupakan induk dari ribuan peribahasa Minang lainnya).

Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat
 Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat

Sahabat Pembaca, tidak ada satu pun dari para Ilmuwan yang tidak memanfaatkan alam sebagai sumber belajarnya karena alam memiliki atau merupakan sumber ilmu yang tak terbatas jumlahnya. Sebagai contoh tentang sejarah penciptaan korek api yang tak lain dan tak bukan adalah mencontoh dari peristiwa alam yang salah satu contohnya percikan api hasil gesekkan dua batu yang digesekkan. Contoh lain : penciptaan pesawat terbang yang modelnya mirip hewan capung, pemanfaatan lebah sebagai pembantu pada alat pendeteksi bom, dan lain sebagainya yang tentunya apa pun jenis hasil ciptaannya atau pemanfaatan, semuanya berawal dari guru yang disebut alam takambang.

Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam semesta memang untuk makhluk ciptaan-Nya. Dalam alam ini terkandung ilmu yang tak pernah habis, namun memang perlu kerja pikir keras untuk menemukan atau mendapatkan ilmu yang ada. Contoh kecil saja : siapa sih yang memulai mangga itu bisa dikonsumsi oleh manusia?, siapa juga yang memulai/menemukan bahwa padi/beras/nasi mengandung karbohidrat?, tentu semuanya ada yang memulai/menemukannya. Hal ini juga terlihat pada penemuan atau hasil penelitian para Ilmuwan/Ahli tentang kandungan/manfaat sesuatu misalkan  seorang Ilmuwan menemukan khasiat dari tumbuhan yang sebelumnya dianggap tanaman yang tak berguna, dan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sering ada penemuan-penemuan baru tentang manfaat dari ciptaan Tuhan. Namun demikian, sampai sekarang pun masih banyak, misalnya tumbuhan yang belum diketahui oleh manusia tentang manfaatnya.

Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat

Alam Takambang

Sahabat, sepertinya saya agak nglantur tuh di atas, oleh karena itu langsung saja deh masuk ke pembahasan tentang alam takambang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sekolah maupun bagi para orang yang masih mau terus belajar memperdalam dan memerluas ilmunya. Sangat lah wajar jika orang Minang mengatakan bahwa alam takambang jadi guru karena memang alam takambang merupakan sumber belajar/sumber ilmu yang sangat baik.

Di bawah ini adalah salah contoh pemanfaatan alam takambang sebagai media pembelajaran dan sumber ilmu yang akurat :

Misalkan di suatu kelas baik di jenjang SD/SLTP/SLTA  maupun Perguruan Tinggi sedang mempelajari tentang tumbuhan dan hewan. Alangkah baiknya guru memilih metode pembelajran yang variatif yakni dengan memadukkan antara metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan metode lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran :
  • bentuk lah kelompok diskusi
  • jelaskan sekilas saja tentang materi pembelajaran
  • jelaskan tentang tugas yang harus mereka kerjakan/lakukan di area persawahan ( misalnya suruh mereka mencari berbagai jenis rumput yang ada di sawah, menangkap belalang, menangkap kupu-kupu, menulis berbagai jenis nama tanaman palawija, dan sebagainya )
  • ajak lah peserta didik ke luar kelas, misalnya menuju area persawahan ( sesuaikan dengan lingkungan )
  • suruh mereka berpencar sesuai kelompoknya masing-masing
  • dekatilah atau bimbinglah masing-masing kelompok secara bergantian ( pada kegiatan bimbingan ini, bisa dengan mengadakan tanya jawab dan diskusi )
  • setelah tugas mereka selesai, kembali lah ke kelas ( misalkan mereka sudah mendapatkan berbagai jenis rumput dan berhasil menangkap belalang dan lain-lain ) kemudian suruh lah mereka melakukan presentasi
  •  buat lah kesimpulan bersama
 Di atas merupakan langkah-langkah singkatnya saja, Anda bisa mengembangkan sendiri. Pada contoh di atas seakan-akan metode tersebut hanya cocok denga materi IPA, namun sebenarnya hampir semua pelajaran bisa masuk asalkan kita mau menggali lebih dalam tentang pengalaman belajar yang telah dilakukan oleh mereka. Jadi misalkan dalam 1 bulan mereka diajak untuk melakukan pembelajaran di luar sebanyak 1 kali saja, rasanya bisa cukup sebagai tambahan materi pada beberapa mata pelajaran selama bulan satu bulan tersebut, misalkan :
  • IPA- pengalaman belajar peserta didik yang terwujud dalam melihat/memegang, ataupun dari pertanyaan siswa ke guru tentang nama tumbuhan/hewan yang dilihatnya tetapi mereka belum tahu namanya
  • Bahasa Indonesia- terlihat pada keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan ( keterampilan berbicara ), bisa juga denagn cara menyuruh mereka menuangkan hasil pengalaman di luar kelas ke dalam sebuah tulisan berbentuk karangan deskripsi, bentuk puisi, dan sebagainya
  • Matematika- suruh lah mereka menghitung luas dan keliling sawah
  • Penjasorkes- cukup jelas
  • IPS- letak geografi sawah, kegiatan para petani, dan sebagainya
  • SBK- manfaatkan tumbuhan sebagai alat/bahan pembelajaran, misalkan pada materi anyaman, suruh lah mereka menganyam dengan bahan daun pisang
  • dan lain sebagainya
Sahabat, kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat lah menyenangkan bagi siswa dan juga guru. Di mana kegiatan semacam ini juga bisa menumbuhkan kreatifitas siswa, atau lebih lengkapnya merupakan Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan ( PAIKEM ).

Demikian tentang Cara Pemanfaatan Ala Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat. Semoga bermanfaat