Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Artikel Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2015

Pengertian Pendidikan

Definisi/Pengertian Pendidikan- Sahabat Pembaca, semua orang membutuhkan pndidikan sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan karena  pendidikan merupakan kebutuhan primer manusia.  Ada berbagai pengertian pendidikan seperti pengertian pendidikan secara umum, menurut KBBI, menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, dan pengertian pendidikan menurut para ahli.Namun dari berbagai pengertian pendidikan pada intinya sebenarnya sama. Untuk lebih jelasnya, silakan simak berbagai pengertian pendidikan sebagai berikut:

1. Pengertian pendidikan secara umum
Pengertian pendidikan secara umum atau sangat umum seperti yang dikemukakan oleh Driyakara ( 1980 ) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ke taraf insani itulah yang disebut mendidik. Dari pengertian tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa manusia merupakan makhluk yang paling sempurna daripada makhluk lainnya karena manusia diberi akal pikiran oleh Tuhan.

Sebagai makhluk yang berakal, manusia harus bisa memanfaatkan akal pikirannya untuk mengetahui tentang berbagai ilmu pengetahuan sehingga manusia bisa lebih sempurna dalam menjaga perilakunya dalam kehidupan sehar-hari. Dengan akal pikiran manusia bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang penting dan tidak penting, mana yang dibutuhkan dan mana yang tidak dibutuhkan, dan lain sebagainya.

2. Pengertian pendidikan menurut kamus

a. Pengertian pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI )
 Menurut KBBI, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik ( http://kbbi.web.id/didik )

b. Pengertian pendidikan pada wikipedia
Menurut Wikipedia, pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

3. Sepuluh ( 10 )  pengertian pendidikan menurut para ahli
Para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda tentang pengertian pendidikan, definisi yang dikemukakan oleh para ahli mempunyai tekanan dan orientasi yang berbeda-beda karena landasan falsafah yang digunakannya berbeda-beda pula. Di bawah ini berbagai pengertian pendidikan menurut para ahli :

a. Pengertian pendidikan menurut  G. Thompson ( 1957 )
Menurut G. Thompson, pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap di dalam kebiasaan-kebiasaan, pemikiran, sikap-sikap, dan tingkah laku.

b. Pengertian pendidikan menurut John Dewey ( 1978 )
Pendidikan adalah segalanya bersama dengan pertumbuhan, pendidikan sendiri tidak memiliki tujuan akhir di belakangnya.

c. Pengertian pendidikan menurut Ihsan Fuad ( 2005 )
Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi –potensi pribadinya, yaitu rohani (pikir, karsa, rasa, cipta dan budi nurani). Pendididkan juga berarti lembaga yang bertanggungjawab menetapkan cita – cita (tujuan) pendidikan, isi, sistem dan organisasi pendidikan . Lembaga – lembaga ini meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat (Ihsan Fuad, 2005).

d. Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara

Definisi pendidikan
Sumber Foto : muspen.kominfo.go.id

Pendidikan adalah  menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya

e. Pengertian pendidikan menurut Rousseau/ JJ Rousseau/ Jean Jasques Rousseau
Menurut Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa .

f. Pengertian pendidikan menurut  Ahmad D. Marimba
Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan  secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik/peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

g. Pengertian pendidikan menurut Langeveld
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju pada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas kehidupannya sendiri.

h. Pengertian pendidikan menurut Sudirman N
Pendidikan adalah sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.

i. Pengertian pendidikan menurut Carter V. Good
Pendidikan adalah :
  • Seni, praktik, atau profesi sebagai pengajar.
  • Ilmu sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode pengajaran
j. Pengertian pendidikan menurut Darmaningtyas
Pendidikan adalah usaha dasar dan sistematis untuk mencapai tingkat hidup dan kemajuan yang lebih baik

4. Pengertian pendidikan menurut Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Selanjutnya, silakan baca Tujuan Pendidikan Nasional

Demikian tentang  Pengertian Pendidikan. Semoga bermanfaat

Minggu, 20 September 2015

Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter

Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter- Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota")adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut ( https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga ). Pendidikan Karakter adalah bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.( Sumber : Wikipedia )

Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter
Keluarga sangat berperan dalam pendidikan dan pembentukkan karakter. Dalam sebuah keluarga terjadi jaringan pendidikan yang semuanya saling berperan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.

1. Peranan Ayah dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter Istri dan Anak
Ayah adalah seorang Kepala Keluarga yang berkewajiban mencari nafkah untuk keluarganya. Selain itu, Ayah juga berkewajiban atau memiliki tanggung jawab mendidik Istri ( Ayah sebagai suami ) dan Anaknya.

a. Cara Suami Mendidik Istri, antara lain:
  • mengajari tentang ilmu Agama, jika suami tidak mampu atau tidak ada waktu, seorang suami bisa minta bantuan kepada orang yang ahli di bidang Agama
  • memberi teladan yang baik, baik dalam segi ucapan maupun tindakan
  • menyayangi dan menghormati/menghargai istri. Menyayangi dan menghormati merupakan salah satu bentuk pendidikan berbasis cinta.
  • mengamalkan ajaran Agama
b.  Cara Ayah Mendidik Anak, antara lain:
  • ketika Anak masih Balita. Seorang Ayah wajib memberi pendidikan  kepada anaknya sejak anaknya baru lahir, misalnya sesuai ajaran Islam ( mengumandangkan adzan di samping telinga kanannya kemudian iqomah di samping telinga kirinya ). Ayah harus mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang, baik sewaktu mendidik tentang ilmu Agama maupun ilmu lainnya yang sesuai dengan kebutuhan anak. Ini merupakan penerapan pendidikan anak usia dini, di mana saat sekarang sudah ada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, maka Ayah seyogyanya memasukkan anaknya di PAUDNI untuk mengenyam pendidikan sejak dini.
  • ketika Anak sudah masuk usia SD/SMP/SMA. Ayah wajib memasukkan anaknya yang sudah memasuki usia SD ke SD/SMP/SMA  untuk mengenyam pendidikan, bahkan lebih baik lagi, Ayah menyekolahkan anaknya ke jenjang perguruan tinggi/universitas. Ayah juga wajib membimbing anaknya ketika di rumah dan memantau pergaulan/kegiatan anaknya ketika di luar rumah
  • mendidik Anak berbasis Agama, Kasih Sayang, Keteladanan, Kejujuran, Keikhlasan, dan Kedisiplinan
2. Peranan Ibu dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter Suami (peranan istri ke suami ) dan Anak

a. Cara Istri Mendidik Suami, antara lain:
  • menjaga harga diri/kehormatan diri sendiri. Dengan menjaga harga diri, maka secara tidak langsung seorang istri sudah mendidik suaminya.
  • mematuhi perintah suami
  • mendidik berbasis kasih sayang
  • mengamalkan ajaran Agama
b. Cara Ibu Mendidik Anak
  • mengasuh anak dengan penuh rasa ikhlas dan kasih sayang
  • memberi tauladan yang baik
  • memantau pergaulan/kegiatan anak ketika di rumah dan luar rumah
  • mengamalkan ajaran Agama
3. Peranan Anak dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter Orang Tua
  • rajin beribadah
  • rajin belajar
  • patuh kepada Ayah dan Ibu
Demikian tentang Peranan Keluarga dalam Pendidikan dan Pembentukkan Karakter. Semoga bermanfaat

Rabu, 26 Agustus 2015

Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat

Websitependidikan.com- Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat- Alam Takambang adalah alam yang membentang luas di sekitar kita, termasuk didalamnya tentang semua peristiwa dan fenomena alam. Sedangkan pengertian alam takambang jadi guru sesuai kutipan dari https://id.wikiquote.org/wiki/Alam_takambang_jadi_guru adalah  Bahasa Indonesia: Alam yang terhampar menjadi guru. Arti: Orang Minang atau umat manusia pada umumnya harus bisa belajar dari segala kejadian dan fenomena yang ada di alam. Umat manusia haruslah dinamis dan bisa menyesuaikan serta mengembangkan dirinya di mana pun ia berada, baik di tanah asal atau pun di tanah rantau. Umat manusia dituntut untuk bisa selaras dengan alam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. (Peribahasa ini merupakan induk dari ribuan peribahasa Minang lainnya).

Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat
 Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat

Sahabat Pembaca, tidak ada satu pun dari para Ilmuwan yang tidak memanfaatkan alam sebagai sumber belajarnya karena alam memiliki atau merupakan sumber ilmu yang tak terbatas jumlahnya. Sebagai contoh tentang sejarah penciptaan korek api yang tak lain dan tak bukan adalah mencontoh dari peristiwa alam yang salah satu contohnya percikan api hasil gesekkan dua batu yang digesekkan. Contoh lain : penciptaan pesawat terbang yang modelnya mirip hewan capung, pemanfaatan lebah sebagai pembantu pada alat pendeteksi bom, dan lain sebagainya yang tentunya apa pun jenis hasil ciptaannya atau pemanfaatan, semuanya berawal dari guru yang disebut alam takambang.

Tuhan Yang Maha Esa menciptakan alam semesta memang untuk makhluk ciptaan-Nya. Dalam alam ini terkandung ilmu yang tak pernah habis, namun memang perlu kerja pikir keras untuk menemukan atau mendapatkan ilmu yang ada. Contoh kecil saja : siapa sih yang memulai mangga itu bisa dikonsumsi oleh manusia?, siapa juga yang memulai/menemukan bahwa padi/beras/nasi mengandung karbohidrat?, tentu semuanya ada yang memulai/menemukannya. Hal ini juga terlihat pada penemuan atau hasil penelitian para Ilmuwan/Ahli tentang kandungan/manfaat sesuatu misalkan  seorang Ilmuwan menemukan khasiat dari tumbuhan yang sebelumnya dianggap tanaman yang tak berguna, dan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sering ada penemuan-penemuan baru tentang manfaat dari ciptaan Tuhan. Namun demikian, sampai sekarang pun masih banyak, misalnya tumbuhan yang belum diketahui oleh manusia tentang manfaatnya.

Cara Pemanfaatan Alam Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat

Alam Takambang

Sahabat, sepertinya saya agak nglantur tuh di atas, oleh karena itu langsung saja deh masuk ke pembahasan tentang alam takambang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sekolah maupun bagi para orang yang masih mau terus belajar memperdalam dan memerluas ilmunya. Sangat lah wajar jika orang Minang mengatakan bahwa alam takambang jadi guru karena memang alam takambang merupakan sumber belajar/sumber ilmu yang sangat baik.

Di bawah ini adalah salah contoh pemanfaatan alam takambang sebagai media pembelajaran dan sumber ilmu yang akurat :

Misalkan di suatu kelas baik di jenjang SD/SLTP/SLTA  maupun Perguruan Tinggi sedang mempelajari tentang tumbuhan dan hewan. Alangkah baiknya guru memilih metode pembelajran yang variatif yakni dengan memadukkan antara metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan metode lainnya yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Langkah-langkah pembelajaran :
  • bentuk lah kelompok diskusi
  • jelaskan sekilas saja tentang materi pembelajaran
  • jelaskan tentang tugas yang harus mereka kerjakan/lakukan di area persawahan ( misalnya suruh mereka mencari berbagai jenis rumput yang ada di sawah, menangkap belalang, menangkap kupu-kupu, menulis berbagai jenis nama tanaman palawija, dan sebagainya )
  • ajak lah peserta didik ke luar kelas, misalnya menuju area persawahan ( sesuaikan dengan lingkungan )
  • suruh mereka berpencar sesuai kelompoknya masing-masing
  • dekatilah atau bimbinglah masing-masing kelompok secara bergantian ( pada kegiatan bimbingan ini, bisa dengan mengadakan tanya jawab dan diskusi )
  • setelah tugas mereka selesai, kembali lah ke kelas ( misalkan mereka sudah mendapatkan berbagai jenis rumput dan berhasil menangkap belalang dan lain-lain ) kemudian suruh lah mereka melakukan presentasi
  •  buat lah kesimpulan bersama
 Di atas merupakan langkah-langkah singkatnya saja, Anda bisa mengembangkan sendiri. Pada contoh di atas seakan-akan metode tersebut hanya cocok denga materi IPA, namun sebenarnya hampir semua pelajaran bisa masuk asalkan kita mau menggali lebih dalam tentang pengalaman belajar yang telah dilakukan oleh mereka. Jadi misalkan dalam 1 bulan mereka diajak untuk melakukan pembelajaran di luar sebanyak 1 kali saja, rasanya bisa cukup sebagai tambahan materi pada beberapa mata pelajaran selama bulan satu bulan tersebut, misalkan :
  • IPA- pengalaman belajar peserta didik yang terwujud dalam melihat/memegang, ataupun dari pertanyaan siswa ke guru tentang nama tumbuhan/hewan yang dilihatnya tetapi mereka belum tahu namanya
  • Bahasa Indonesia- terlihat pada keaktifan mereka dalam mengajukan pertanyaan ( keterampilan berbicara ), bisa juga denagn cara menyuruh mereka menuangkan hasil pengalaman di luar kelas ke dalam sebuah tulisan berbentuk karangan deskripsi, bentuk puisi, dan sebagainya
  • Matematika- suruh lah mereka menghitung luas dan keliling sawah
  • Penjasorkes- cukup jelas
  • IPS- letak geografi sawah, kegiatan para petani, dan sebagainya
  • SBK- manfaatkan tumbuhan sebagai alat/bahan pembelajaran, misalkan pada materi anyaman, suruh lah mereka menganyam dengan bahan daun pisang
  • dan lain sebagainya
Sahabat, kegiatan pembelajaran di luar kelas sangat lah menyenangkan bagi siswa dan juga guru. Di mana kegiatan semacam ini juga bisa menumbuhkan kreatifitas siswa, atau lebih lengkapnya merupakan Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan ( PAIKEM ).

Demikian tentang Cara Pemanfaatan Ala Takambang sebagai Media Pembelajaran dan Sumber Ilmu yang Akurat. Semoga bermanfaat

Selasa, 28 Juli 2015

Kemendikbud Mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti-Pada era sekarang pendidikan dan pengamalan budi pekerti sangat lebih dibutuhkan dan dilakukan. Pemerintah via Kemdikbud sudah secara resmi mencanangkan gerakan Penumbuhan Budi Pekerti melalui serangkaian kegiatan non kurikuler sesuai dengan Peraturan meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Bapak Anies Baswedan menegaskan, sekolah bukan lagi menanamkan budi pekerti akan tetapi setiap sekolah harusnya mampu menumbuhkan budi pekerti pada siswa. Hal tersebut disampaikan oleh pak Menteri karena menurut beliau antara kata/istilah menumbuhkan dengan menanamkan itu memiliki makna yang berbeda.

“Menumbuhkan artinya kita menyiapkan satu lingkungan yang memungkinkan anak-anak kita tumbuh budi pekertinya, bukan dari luar ditancapkan dan ditanamkan,” katanya saat memberikan arahan pada pelaksanaan upacara bendera di SD Negeri 01 dan 06 Pagi Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Kemendikbud Mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti
Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti via Kemendikbud

Mendikbud menjelaskan, hal pertama yang dilakukan untuk menumbuhkan budi pekerti pada siswa adalah diajarkan kemudian dibiasakan dan dilatih secara konsisten. Setelah itu, kata dia, akan menjadi kebiasaan pada siswa yang kemudian terbentuk karakter dan selanjutnya menjadi budaya terutama budaya di sekolah. “Untuk menjadi budaya perlu melewati beberapa proses tersebut,” ujarnya.

Mendikbud mengungkapkan, pada intinya budi pekerti perlu ditumbuhkan sebagai kebiasaan bukan sebagai pengetahuan saja. Kebiasaan itu, kata dia, artinya sesuatu hal yang dikerjakan secara rutin atau terus menerus dan apabila budi pekerti itu tumbuh sebagai kebiasaan maka akan menjadi karakter yang selanjutnya menjadi budaya. “Harapannya para guru, para kepala sekolah, menyadari bahwa kita mulai tahun ini serius bicara tentang penumbuhan budi pekerti,” tuturnya.
( Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4406 )

Para pembaca, kita perlu bersyukur karena pemerintah begitu memperhatikan tentang akhlak atau budi pekerti melalui gerakan penumbuhan budi pekerti lewat pendidikan formal. Semoga upaya pemerintah dapat berhasil.

Walaupun demikian, hal yang tak kalah penting adalah pendidikan Agama yang mestinya harus disampaikan sejak dini. Jika dalam suatu keluarga, seorang anak mendapatkan ilmu agama sejak kecil maka insya Allah para Guru pun akan lebih mudah dalam mendidik siswanya (siswa  yang sudah mempunyai bekal ilmu Agama dari keluarga atau lngkungannya). Jadi antara pendidikan di keluarga, lingkungan, dan sekolah memang rasanya suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.