Selasa, 17 November 2015

Kumpulan Tema Hari Guru Nasional / HUT PGRI

Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI) adalah organisasi di Indonesia yang anggotanya berprofesi sebagai guru. Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, kemudian pada Tanggal 2 Desember tahun 2004, Presiden RI mencanangkan atau menetapkan guru sebagai profesi. Lebih dimantapkan lagi melalui Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Kumpulan Tema Hari Guru Nasional / HUT PGRI

logo pgri

Di bawah ini, saya arsipkan berbagai tema Hari Guru Nasional ( HGN ), namun baru sejak tahun 2007

1. Tema HGN/HUT PGRI  ke-62, Tahun 2007

"Guru Profesional dan Sejahtera Untuk Pendidikan Berkwalitas"

2. Tema HGN/HUT PGRI  ke-63, Tahun 2008

"Guru yang profesional, bermartabat, sejahtera dan terlindungi mewujudkan pendidikan bermutu

3. Tema HGN/HUT PGRI  ke-64, Tahun 2009

"Memacu Peran Strategis Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Guru dalam Mewujudkan Guru Profesional, Sejahtera, Bermartabat, dan terlindungi"

4. Tema HGN/HUT PGRI  ke-65, Tahun 2010

"Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera"

5. Tema HGN/HUT PGRI  ke-66, Tahun 2011

"Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa”

6. Tema HGN/HUT PGRI  ke-67, Tahun 2012

"Memacu Professionalisasi Guru melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik"

7. Tema HGN/HUT PGRI  ke-68, Tahun 2013

"Mewujudkan Guru yang Kreatif dan Inspiratif dengan Menegakkan Kode Etik untuk Penguatan Kurikulum 2013"

8. Tema HGN/HUT PGRI  ke-69, Tahun 2014

"Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru"

9. Tema HGN/HUT PGRI  ke-70, Tahun 2015

"Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat"

Demikian tentang Kumpulan Tema Hari Guru Nasional / HUT PGRI. Semoga bermanfaat

Minggu, 15 November 2015

Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 dan HUT PGRI ke-70

Download Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional ( HGN ) dan HUT PGRI ke-70,  Tanggal 25 November 2015- A. Pendahuluan- Pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak lahir PGRI yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis, adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan, yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu perndidikan di Indonesia.

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-70, Tahun 2015

Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas bersama komponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.
Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama.

Pada 25 November 2015 ini PGRI genap berusia 70 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan, banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan. Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya.

Peringatan HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun ini akan diadakan sejumlah kegiatan yang direncanakan berlangsung sebelum bulan November 2015. Melalui kegiatan di berbagai tingkat dan jenjang ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi PGRI, menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi, serta membangun solidaritas dan kesetiakawanan anggota. Selain itu juga diharapkan mampu meningkatkan semangat anggota dan menggugah pihak lain untuk berperan maksimal dalam memuliakan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, termasuk menjadikan PGRI sebagai organisasi profesi guru yang kuat dan bermartabat.

B. Tema peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI  ke-70 Tahun 2015

"Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat"

C. Jenis Kegiatan

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2015 dimulai bulan September sekaligus memperingati Hari Guru Internasional dan berakhir pada acara puncak pada tanggal 25 November 2015.

1. Upacara Peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015

a. Upacara HUT ke-70 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2015 dilaksanakan serentak tanggal 25 November 2015 atau disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Upacara di daerah diselenggarakan oleh panitia provinsi, kabupaten, kota, cabang, unit kerja pendidikan, dan satuan pendidikan.

b. Dalam upacara peringatan HUT PGRI dan HGN dibacakan ‟Sejarah Singkat PGRI‟, dan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI oleh pembina upacara dan dinyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu Hymne Guru, Terima Kasih Guruku, dan Syukur.

c. Apabila upacara peringatan diselenggarakan oleh Pengurus PGRI dan satuan pendidikan di lingkungan PGRI, dibacakan juga „Sambutan Ketua Umum PB PGRI‟ oleh pembina upacara dan dinyanyikan juga lagu Mars PGRI.

d. Pokok-pokok susunan acara upacara bendera sama dengan susunan upacara peringatan hari besar dengan penyesuaian pada nyanyian lagu-lagu penghargaan terhadap guru.

e. Acara puncak peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015 Tingkat Nasional yang direncanakan akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI diselenggarakan pada 25 November 2015 di Jakarta.

f. Pada saat upacara HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015 seluruh guru (anggota) harus menggunakan baju seragam PGRI, batik hitam putih motif Kusuma Bangsa dan celana atau rok hitam.

2. Ziarah ke Makam Pahlawan atau Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan/PGRI

a. Ziarah tingkat nasional diadakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada tanggal 24 November 2015.

b. Di Ibu Kota provinsi, kabupaten/kota yang ada makam pahlawan, diharapkan dapat diselenggarakan ziarah ke makam pahlawan dan/atau makam tokoh pendidikan/PGRI di daerahnya yang diatur penyelenggaraannya oleh Panitia HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015.

3. Diskusi Publik/ Seminar

Topik yang dibahas disesuaikan dengan tema peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015, yaitu “Memantapkan Soliditas dan Solidaritas PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat”.

4. Konsolidasi Organisasi

a. Pengelolaan keanggotaan PGRI sesuai dengan Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) yang telah dikembangkan oleh PB PGRI.

b. Menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan tanggung jawab anggota terhadap organisasi, antara lain ditandai dengan pemberian KTA PGRI dan penertiban membayar iuran anggota.

c. Penerimaan anggota baru
  • Guru dan tenaga kependidikan di Indonesia mencapai 3,8 juta orang. Dalam upaya menjadikan PGRI organisasi yang kuat dan bermartabat perlu meningkatkan jumlah anggota. Semua guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru (Pasal 41 UUGD). Anggota PGRI itu stelsel aktif, menjadi anggota harus mendaftar. Namun begitu, pengurus perlu proaktif, melakukan sosialisasi, menyediakan formulir pendaftaran dan menerbitkan kartu anggota. Pendaftaran anggota baru terutama guru dan tenaga kependidikan di SMK, SMA, SMP, Negeri dan swasta serta sekolah-sekolah di bawah Kementrian Agama, agar mencapai 95% dari jumlah guru di masing-masing wilayah.
  • Anggota baru yang masuk sampai periode November 2015, akan diumumkan pada acara puncak yaitu upacara HGN dan HUT PGRI tanggal 25 November 2015.
  • Laporan dari masing-masing provinsi sudah diterima Pengurus Besar paling lambat tanggal 24 November 2015.
  • PB PGRI akan memberikan penghargaan kepada Pengurus PGRI Provinsi atau Kabupaten/Kota yang berhasil merekrut sedikitnya 80% dari jumlah guru di daerahnya menjadi anggota PGRI dan penambahan anggota dengan prosentase tertinggi.
5. Kampanye Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui berbagai kegiatan, misalnya:
  • Media cetak (poster, phamplet, spanduk, dll)
  • Sarasehan /seminar/ talkshow, dll.
  • Menulis dengan tema ”Pendidikan Bermutu untuk Semua” untuk media massa PGRI.
6. Forum Ilmiah Guru (FIG), diselenggarakan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Pengurus Besar PGRI.

7. Gerak jalan sehat/Bakti sosial (donor darah, kebersihan lingkungan, dll). Gerak jalan di tingkat nasional dilaksanakan pada tanggal 23 November 2015.

8. Mengadakan kunjungan ke tokoh atau mantan pengurus PGRI, tokoh PGRI, yatim piatu terutama yatim piatu anak guru.

9. Pemberian Penghargaan
Pemberian penghargaan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi luar biasa dalam melaksanakan tugas profesionalnya peningkatan kualitas pembelajaran oleh pengurus PGRI di semua tingkat, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai kebijakan wilayah masing-masing. Pada tingkat nasional, PB PGRI memberikan penghargaan Dwidja Praja Nugraha.

10. Mengadakan audiensi kepada pemerintah daerah setempat untuk berkoordinasi tentang persoalan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, organisasi profesi guru (PGRI), dan peningkatan pelaksanaan kode etik guru untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan dan martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan yang berisi norma dan etika yang mengikat perilaku guru.

11. Pameran Pendidikan.

12. Penyebarluasan Kegiatan melalui Media
  • Upayakan kegiatan yang dilakukan disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya kepada anggota.
  • Jika memungkinkan diadakan acara khusus dengan media sesuai tema, misalnya publikasi media luar ruang, talkshow, jumpa pers, dan lain-lain.
D. Bendera PGRI/ Spanduk /Umbul-Umbul / Baliho

Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-70 PGRI dan HGN tahun 2015, diharapkan di kantor-kantor PGRI di semua tingkat kepengurusan, dan satuan pendidikan dikibarkan bendera PGRI, dipasang spanduk, umbul-umbul, dan baliho.

Selengkapnya silakan Download Pedoman Peringatan HGN dan HUT PGRI ke-70 Tahun 2015.pdf

Baca juga Naskah Pidato/Sambutan Ketua Umum PGRI pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2015 atau HUT PGRI ke-70 dan Naskah Sejarah Singkat PGRI

Demikian tentang Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 dan HUT PGRI ke-70- Semoga bermanfaat

Tanggal Peringatan Hari Guru di Berbagai Negara

Tanggal Peringatan Hari Guru di Berbagai  Negara- Guru adalah seorang pengajar suatu ilmu dan pendidik peserta didik. Dalam bahasa Indonesia atau di Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Di Indonesia, ada Guru PNS dan Guru Honorer/Guru Tidak Tetap/GTT yang tugas dan kewajibannya sama, namun kesejahteraannya yang berbeda.  Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

Tanggal Peringatan Hari Guru di Berbagai  Negara

A. Amerika
  1. Amerika Serikat: minggu pertama di bulan Mei (Minggu Apresiasi Guru).
  2. Argentina: 11 September. Hari peringatan wafatnya Domingo Faustino Sarmiento, seorang pendidik dan politisi Argentina.
  3. Brazil: 15 Oktober (sejak 1963). Pertama kali dirayakan tahun 1947 di São Paulo oleh sejumlah guru dari sebuah sekolah kecil. Tanggal 15 Oktober disepakati sebagai hari guru karena pada tanggal tersebut, Dom Pedro I menyetujui dekrit penataan kembali sekolah dasar di Brazil.
  4. Chili: 16 Oktober. Pada tahun 1974, tanggal 10 Desember disepakati sebagai hari guru karena penyair Chili Gabriela Mistral menerima Penghargaan Nobel pada 10 Desember 1945. Sejak tahun 1977, hari guru diubah menjadi tanggal 16 Oktober untuk memperingati berdirinya Institut Guru Chili (Colegio de Profesores de Chile).
  5. Meksiko: 15 Mei (sejak 1918)
  6. Peru: 6 Juli (sejak 1953). Pejuang kemerdekaan José de San Martín mendirikan sekolah umum untuk laki-laki setelah José Bernardo de Tagle meloloskan resolusi pendidikan pada 6 Juli 1822.
B. Asia
  1. Filipina: 5 Oktober. Peringatan hari guru (bahasa Tagalog: Araw ng mga Guro) ditetapkan tanggal 5 Oktober berdasarkan Perintah Presiden No. 479.Walaupun demikian, hari guru biasanya dirayakan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah menengah sekitar bulan September dan Oktober.
  2. Hong Kong: 10 September (hingga 1997: 28 September)
  3. India: 5 September. Hari ulang tahun Presiden India Dr. Sarvapalli Radhakrishnan yang juga seorang guru ditetapkan sebagai hari guru. Di sekolah-sekolah diadakan perayaan, dan murid yang paling senior memainkan peran sebagai guru.
  4. Indonesia: 25 November. Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
  5. Iran: 2 Mei. Peringatan wafatnya Morteza Motahari sebagai martir pada 2 Mei 1979.
  6. Korea Selatan: 15 Mei. Hari guru dirayakan sejak tahun 1963 di Seoul, dan sejak tahun 1964 di kota Chuncheon. Perayaan ini dimulai oleh sekelompok anggota palang merah remaja yang mengunjungi guru-guru yang sedang sakit di rumah sakit. Perayaan hari guru secara nasional tidak dilangsungkan dari tahun 1973 hingga 1982, dan baru dilanjutkan kembali sejak 1983. Guru menerima hadiah bunga anyelir.
  7. Malaysia: 16 Mei. Tanggal 16 Mei ditetapkan sebagai Hari Guru di Malaysia, karena pada 16 Mei 1956, Majelis Undang-Undang Persekutuan Tanah Melayu menerima rancangan kurikulum dari Laporan Jawatankuasa Pelajaran.
  8. Pakistan: 5 Oktober
  9. RRC: 10 September. Murid-murid biasanya memberikan hadiah balas jasa kepada guru, seperti kartu ucapan dan bunga.
  10. Singapura: 1 September (hari libur sekolah). Perayaan dilakukan sehari sebelumnya, dan murid-murid dipulangkan lebih awal.
  11. Taiwan: 28 September (ulang tahun Konfusius)
  12. Thailand: 16 Januari (sejak 1957).
  13. Turki: 24 November (sejak 1981)
  14. Vietnam:20 November. Hari libur sekolah untuk mengunjungi guru dan mantan guru di rumah masing-masing.
C. Eropa
  1. Albania: 7 Maret
  2. Ceko: 28 Maret
  3. Rusia: 5 Oktober. Sejak tahun 1994, hari guru dirayakan tanggal 5 Oktober bertepatan dengan Hari Guru Sedunia. Dari tahun 1965 hingga 1993, hari guru dirayakan pada minggu pertama di bulan Oktober.
  4. Polandia: 14 Oktober
D. Australia

Hari Jumat terakhir bulan Oktober dirayakan sebagai Hari Guru Sedunia di Australia.

Sumber : Wikipedia

Demikian tentang Peringatan Hari Guru di Berbagai  Negara. Semoga bermanfaat

Baca juga Pedoman Peringatan Hari Guru Nasional/HUT PGRI ke-70 Tahun 2015


Sabtu, 14 November 2015

Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari-Desember

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari sampai dengan Desember- Sahabat Pembaca, Hari Besar Nasional adalah hari di mana pada tanggal di hari tersebut ada kejadian atau peristiwa sejarah penting di Indonesia. Hari Besar Internasional adalah hari di mana pada tanggal tersebut ada peristiwa tertentu yang diperingati oleh umat sedunia. Di halaman ini saya arsipkan Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, Sepetember, Oktober, November, dan Desember.

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari samai dengan Desember

1. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari
  • 3 Januari: Hari Departemen Agama Republik Indonesia
  • 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut
  • 10 Januari: Hari Gerakan Satu Juta Pohon
  • 10 Januari: Hari Tritura
  • 15 Januari: Hari Peristiwa Laut dan Samudera atau Hari Dharma Samudera
  • 25 Januari: Hari Gizi dan Makanan
  • 25 Januari: Hari Kusta Internasional
2. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Pebruari
  • 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh
  • 9 Februari: Hari Kavaleri
  • 9 Februari: Hari Pers Nasiona
  • 14 Februari: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
  • 20 Februari: Hari Pekerja Indonesia
  • 22 Februari: Hari Istiqlal
  • 28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia
3. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Maret
  • 1 Maret: Hari Kehakiman Nasional
  • 1 Maret: Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
  • 6 Maret: Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
  • 8 Maret: Hari Wanita/Perempuan Internasional
  • 9 Maret: Hari Musik Nasional
  • 10 Maret: Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi)
  • 11 Maret: Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)
  • 21 Maret: Hari Sindrom Down
  • 22 Maret: Hari air sedunia
  • 23 Maret: Hari Meteorologi Sedunia
  • 24 Maret: Hari Peringatan Bandung Lautan Api
  • 27 Maret: Hari Klub Wanita Internasional (Women International Club Day - WIC)
  • 29 Maret: Hari Filateli Indonesia
  • 30 Maret: Hari Film Nasional
4. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan April
  • 1 April: Hari Bank Dunia
  • 1 April: Hari Marketing Indonesia (Hamari) 
  • 6 April: Hari Nelayan Nasional
  • 7 April: Hari Kesehatan Internasional
  • 9 April: Hari Penerbangan Nasional 
  • 9 April: Hari TNI Angkatan Udara
  • 12 April: Hari Bawa Bekal Nasional
  • 16 April: Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
  • 18 April: Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
  • 19 April: Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
  • 20 April: Hari Konsumen Nasional
  • 21 April: Hari Kartini
  • 22 April: Hari Bumi
  • 23 April: Hari Buku
  • 24 April: Hari Angkutan Nasional
  • 24 April: Hari Solidaritas Asia-Afrika
  • 27 April: Hari Permasyarakatan Indonesia
5. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Mei
  • 1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
  • 1 Mei: Hari Buruh Sedunia
  • 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
  • 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
  • 11 Mei: Hari POM - TNI 
  • 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta),
  • 16 Mei: Hari Wanadri
  • 17 Mei: Hari Buku Nasional
  • 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
  • 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasional, Hari Bakti Dokter Indonesia
  • 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi
  • 23 Mei: Hari Penyu Sedunia
  • 29 Mei: Hari Keluarga
  • 30 Mei: Hari Memberi
  • 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia
6. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Juni
  • 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
  • 1 Juni: Hari Anak-anak Sedunia
  • 1 Juni: Hari Susu Nusantara
  • 3 Juni: Hari Pasar Modal Indonesia
  • 5 Juni: Hari Lingkungan Hidup Sedunia
  • 8 Juni: Hari Laut Sedunia
  • 10 Juni: Hari Media Sosial
  • 15 Juni: Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
  • 17 Juni: Hari Dermaga
  • 21 Juni: Hari Krida Pertanian
  • 22 Juni: Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1527)
  • 24 Juni: Hari Bidan Nasional
  • 26 Juni: Hari Anti Narkoba Sedunia
  • 29 Juni: Hari Keluarga Berencana
7. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Juli
  • 1 Juli: Hari Bhayangkara
  • 1 Juli: Hari Buah
  • 5 Juli: Hari Bank Indonesia
  • 9 Juli: Hari Satelit Palapa
  • 12 Juli: Hari Koperasi
  • 22 Juli: Hari Kejaksaan
  • 23 Juli: Hari Anak Nasional
  • 23 Juli: Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
  • 29 Juli: Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
  • 31 Juli: Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati
8. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Agustus
  • 5 Agustus: Hari Dharma Wanita Nasional
  • 8 Agustus: Hari Ulang Tahun ASEAN
  • 10 Agustus: Hari Veteran Nasional
  • 10 Agustus: Hari Kebangkitan Teknologi Nasional
  • 12 Agustus: Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara)
  • 13 Agustus: Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
  • 14 Agustus: Hari Pramuka
  • 17 Agustus: Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
  • 18 Agustus: Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
  • 19 Agustus: Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
  • 21 Agustus: Hari Maritim Nasional
9. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan September
  • 1 September Hari Buruh
  • 1 September: Hari Polisi Wanita (Polwan)
  • 4 September: Hari Pelanggan Nasional
  • 8 September: Hari Aksara
  • 8 September: Hari Pamong Praja
  • 9 September: Hari Olahraga Nasional
  • 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
  • 11 September: Hari Peringatan Serangan 11 September 2001
  • 17 September: Hari Palang Merah Indonesia
  • 17 September: Hari Perhubungan Nasional
  • 21 September: Hari Perdamaian Dunia
  • 24 September: Hari Tani
  • 26 September: Hari Statistik
  • 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
  • 28 September: Hari Kereta Api
  • 29 September: Hari Sarjana Nasional
  • 30 September: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965
10. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Oktober
  • Setiap Hari Senin Pertama Oktober: Hari Habitat
  • 1 Oktober: Hari Kesaktian Pancasila
  • 2 Oktober: Hari Batik Nasional
  • 5 Oktober: Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
  • 10 Oktober: Hari Kesehatan Jiwa
  • 15 Oktober: Hari Hak Asasi Binatang
  • 16 Oktober: Hari Parlemen Indonesia
  • 16 Oktober: Hari Pangan Sedunia
  • 22 Oktober: Hari Santri Nasional
  • 24 Oktober: Hari Dokter Nasional
  • 24 Oktober: Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
  • 27 Oktober: Hari Listrik Nasional
  • 28 Oktober: Hari Sumpah Pemuda
  • 30 Oktober: Hari Keuangan
11. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November
Silakan baca di Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November

12. Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Desember
  • 1 Desember: Hari AIDS Sedunia
  • 3 Desember: Hari Cacat
  • 4 Desember: Hari Artileri
  • 9 Desember: Hari Armada, Hari Anti Korupsi
  • 10 Desember: Hari Hak Asasi Manusia
  • 12 Desember: Hari Transmigrasi
  • 13 Desember: Hari Nusantara
  • 15 Desember: Hari Infanteri
  • 19 Desember: Hari Bela Negara
  • 20 Desember: Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
  • 22 Desember: Hari Ibu Nasional
  • 22 Desember: Hari Sosial
  • 22 Desember: Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)
  • 25 Desember: Hari Natal
Demikian tentang Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan Januari s/d Desember. Semoga bermanfaat

Sumber : Wikipedia

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November

Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November- Menurut KBBI, bulan November adalah nama bulan ke-11 dalam tahun Masehi (30 hari), sedangkan diWikipedia, November adalah bulan kesebelas tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; novem yang berarti "sembilan" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 30 hari. Berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia Terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Penerbit Balai Pustaka, Cetakan Pertama Edisi III, tahun 2001, pengejaan yang benar adalah "November", jadi bukan Nopember.

Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November, sebagai berikut :
  • 1 November: Hari Inovasi
  • 5 November: Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
  • 10 November: Hari Pahlawan
  • 10 November: Hari Ganefo
  • 11 November: Hari Bangunan Indonesia
  • 12 November: Hari Ayah Nasional
  • 12 November: Hari Kesehatan Nasional
  • 14 November: Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
  • 14 November: Hari Diabetes Sedunia
  • 21 November: Hari Pohon
  • 22 November: Hari Perhubungan Darat
  • 25 November: Hari Guru/HUT PGRI
  • 28 November: Hari Menanam Pohon Indonesia
  • 29 November: Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)
Contoh soal/pertanyaan tentang Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November :
  1. Tanggal 1 November memperingati hari ...
  2. Tanggal 5 November dieringati hari apa?
  3. Tanggal 10 November diperingati/ditetapkan sebagai hari pahlawan karena ....
  4. Hari Ganefo diperingati setiap tanggal berapa ?
  5. Tanggal 11 November diperingati sebagai hari apa?
  6. Hari Ayah jatuh pada tanggal berapa?
  7. Hari Kesehatan Nasional jatuh pada tanggal berapa?
  8. Hari Brimob nasional diperingati setiap tanggal berapa ?
  9. Hari Diabetes sedunia diperingati tanggal berapa ?
  10. Tanggal 21 November memperingati hari apa ?
  11. Tanggal 22 November hari apa ?
  12. Hari ulang tahun PGRI tanggal berapa?
  13. Tanggal 28 November memperingati hari apa ?
  14. Hari KORPRI diperingati setiap tanggal berapa?
Demikian Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November. Semoga bermanfaat

Sumber : Wikipedia

Download Standar Isi KTSP 2006 untuk SD/MI, SMP, SMA/MA, dan SMK

Download Standar Isi KTSP 2006 untuk SD/MI, SMP, SMA/MA, dan SMK atau LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI - Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan.



Kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut.

a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

b. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

d. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

e. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

f. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut.

a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.

b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama
dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral.

d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan teladan).

e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan).

f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.

g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

Jumat, 13 November 2015

Pengumuman Hasil Nilai UKG Online 2015 Dapat Langsung Diketahui Setelah Guru Selesai Mengerjakannya

Pengumuman Hasil Nilai UKG Online 2015 Dapat Langsung Diketahui Setelah Guru Selesai Mengerjakannya- Sahabat Guru, menurut keterangan atau informasi dari beberapa peserta UKG Online 2015 Kabupaten Cilacap, bahwa peserta UKG dapat langsung mengetahui nilai UKGnya setelah ujian tersebut sudah selesai dikerjakan atau setelah waktu pengerjaan UKG habis. Menurut pengakuan dari para peserta UKG Cilacap, nilai yang mereka dapatkan pun sangat bervariasi, ada yang cukup baik, baik, dan memuaskan.

Untuk masalah nominal nilainya itu rahasia masing-masing peserta, sebenarnya saya mendapatkan bocoran nilainya dari mereka, namun ini adalah rahasia perusahaan. he he

Sesuai info yang saya kutip dari koran-jakarta.com  tanggal 12 November 2015, menurut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bapak Sumarna Surapranata bahwa  guru akan langsung tahu nilainya saat selesai mengerjakan UKG. Tapi score/nilai itu masih akan dianalisis, hasilnya baru akan keluar sekitar Januari 2016.

Nilai UKG Online 2015 Dapat Langsung Diketahui Setelah Guru Selesai Mengerjakannya
Sumber Foto : jawapos.com

Untuk nilai UKG 2015 Kabupaten selain Cilacap, sampai saat ini saya belum mendapat informasi tentang apakah nilainya bisa langsung muncul/keluar atau belum. Mungkin saja untuk masing-masing Kabupaten punya wewenang untuk mengambil kebijakan terkait nilai UKG langsung dimunculkan di layar monitor PC/komputer yang dipakai untuk mengerjakan UKG 2015.

Sahabat Pembaca, kata salah satu peserta UKG Cilacap, jumlah soal UKG 2015 ada 80 soal untuk Guru Kelas SD, 100 soal untuk Guru Penjasorkes, dan untuk jumlah soal UKG Guru Mapel SMP/SMA/SMK/SMAK/SMTK saya belum tahu pasti, tapi kemungkinan ya maksimal 100 soal.

Wah rupanya peserta UKG harus belajar dengan tekun untuk mempersiapkan UKG 2015, untuk Guru SD Kelas tinggi misalnya, di mana indikator dalam kisi-kisi UKG Guru SD kelas tinggi berjumlah 403 indikator. Dari 1 indikator bisa dibuat ratusan soal, nah jika 403 indikator?, he he padahal soal yang diujikan hanya 80 soal.he he

Demikian tentang Nilai UKG Online 2015 Dapat Langsung Diketahui Setelah Guru Selesai Mengerjakannya. Semoga nilai UKG para peserta UKG 2015 memuaskan. Aamiin

Baca juga Nilai UKG Tertinggi 2015