Kamis, 20 Agustus 2015

Daftar Nama Menteri Pendidikan 1945 - Sekarang

Menteri Pendidikan-Daftar Nama Menteri Pendidikan Indonesia sejak tahun 1945 sampai sekarang ( 2015 ) lengkap dengan nama kabinet, nama kementerian, dan periode masa jabatannya.

Ki Hadjar Dewantara
Menteri Pendidikan Pertama : Ki Hadjar Dewantara

Daftar Nama Menteri Pendidikan:

No
NAMA  KABINET
NAMA KEMENTERIAN/ DEPARTEMEN YANG MENANGANI PENDIDIKAN
NAMA  MENTERI
PERIODE/LAMA MENJABAT
1
Presidentil Kabinet
Menteri Pengajaran
Ki Hadjar Dewantara
19/8/1945 - 14/11/1945
2
Kabinet Syahrir I
Menteri Pengajaran
Dr Mr T.S.G. Mulia
(Parkindo)
14/11/1945 -12/3/1946
3
Kabinet Syahrir II
Menteri Pengajaran Menteri Muda Pengajaran Menteri Negara Urusan Pemuda
Muhammad Sjafei Dr Mr T.S.G. Mulia Wikana
12/3/1946 - 2/10/1946
29/6/1946 -2/10/1946
4
Kabinet Syahrir III
Menteri Pengajaran Menteri Muda Pengajaran Menteri Negara Urusan Pemuda
Mr Moh. Soewandi Ir R. Gunarsa Wikana
2/10/1946 -27/6/1947
5
Kabinet Amir
Syarifuddin I
Menteri Pengajaran

Menteri Negara Urusan
Pemuda
Mr Ali Sastroamidjojo
(PNI) Wikana
3/7/1947 -11/11/1947
6
Kabinet Amir
Syarifuddin II
Menteri Pengajaran

Menteri Negara Urusan
Pemuda
Mr Ali Sastroamidjojo
(PNI) Wikana
11/11/1947 -29/1/1948
7
Kabinet Hatta I (Presidentil Kabinet)
Menteri PP dan K

Menteri Pembangunan/ Pemuda
Mr Ali Sastroamidjojo
(PNI) Supeno
29/1/1948 -4/8/1949
8
Kabinet Darurat
Kementerian PP dan K
Mr Teuku Moh. Hasan
19/12/1948 -13/7/1949
9
Kabinet Hatta II (Presidentil Kabinet)
Menteri PP dan K
Sarmidi Mangunsarkoro
(PNI)
4/8/1949 -20/12/1949
10
Kabinet Peralihan
Menteri PP dan K
Sarmidi Mangunsarkoro
(PNI)
20/12/1949 -21/1/1950
11

Kabinet RI Yogyakarta

Menteri PP dan K Menteri Pembangunan Masyarakat

Sarmidi Mangunsarkoro
(PNI)
Sugondo Djojopuspito
(PSI)

21/1/1950 -6/9/1950
12
Kabinet Republik
Indonesia Serikat
Menteri PP dan K
Prof Dr Abu Hanifah MD (Masyumi)
20/12/1949 -6/9/1950
13
Kabinet RI Kesatuan I (Natsir)
Menteri PP dan K
Dr Bahder Djohan
6/9/1950 – 27/4/1951
14
Kabinet RI Kesa- tuan II(Sukiman)
Menteri PP dan K
Mr Wongsonegoro
(PIR)
27/4/1951 – 3/4/1952
15
Kabinet RI
Kesatuan III (Wilopo)
Menteri PP dan K
Prof Dr Bahder Djohan
3/4/1952 – 30/7/1953
16
Kabinet RI Kesa- tuan IV (Ali Sastro- amidjojo I)
Menteri PP dan K
Mr Muhammad Yamin
30/7/1953 – 12/8/1955
17
Kabinet RI Kesa- tuan V (Burhanud- din Harahap)
Menteri PP dan K
Prof Ir R.M. Suwandi
12/8/1955 – 3/3/1956
18
Kabinet RI Kesa- tuan VI (Ali Sastro- amidjojo II)
Menteri PP dan K
Ki Sarino
Mangunpranoto (PNI)
24/3/1956 – 14/3/1957
19
Kabinet Karya
(Juanda)
Menteri PP dan K
Prof Dr Prijono
9/4/1957 – 10/7/1959
20
Kabinet Kerja I
Menteri Muda dalam Bidang Sosial Kulturil Menteri Muda PP dan K Menteri Muda Urusan Pengerahan Tenaga
Rakyat
Prof Dr Prijono
Sudibjo Sujono
10/7/1959 – 18/2/1960
21

Kabinet Kerja II

Menteri PP dan K

Prof Dr Prijono

18/2/1960 – 6/3/1962
22
Kabinet Kerja III
Bidang Kesra: Menteri Muda Pendidikan Dasar dan Kebudayaan
Menteri PTIP
Prof Dr Prijono


Prof Dr Ir Thajib
Hadiwidjaja
6/3/1962 – 13/11/1963
23
Kabinet Kerja IV
Kompartemen Kesra: Menteri PD dan K Menteri PTIP

Prof Dr Prijono Prof Dr Ir Thajib Hadiwidjaja
13/11/1963 – 27/8/1964
24
Kabinet Dwikora
Kompartemen Pendi- dikan/Kebudayaan: Menteri Koordinator Menteri PD dan K
Menteri PTIP Menteri Olahraga


Prof Dr Prijono
Ny. Artati Marzuki
Sudirdjo
Brigjen TNI Dr Syarif
Thayeb
Maladi
27/8/1964 – 21/2/1966
25
Kabinet Dwikora
yang Disempurnakan
Kompartemen PD dan K: Menteri Koordinator Menteri PD dan K
Menteri PTIP Menteri Olahraga

Prof Dr Prijono
Sumardjo
Dr J. Leimena (a.i) Maladi
21/2/1966 – 27/3/1966
26
Kabinet Dwikora yang Disempur- nakan Lagi
Menteri PP dan K

Departemen Pendidikan
Dasar
Departemen Perguruan
Tinggi
Departemen Olahraga
Departemen Kebudayaan
Ki Sarino Mangun- pranoto (PNI)
Ki Moh Said
Mashuri, SH Maladi
Ki Sarino Mangunpranoto
(PNI) (ad. Interim)
21/3/1966 – 25/7/1966
27
Kabinet Ampera
Bidang Kesra: Departemen P dan K
Ki Sarino
Mangunpranoto (PNI)
25/7/1966 – 11/10/1967
28
Kabinet Ampera yang
Disempurnakan
Menteri P dan K
Sanusi Hardjadinata
(PNI)
11/10/1967 – 6/6/1968
29
Kabinet
Pembangunan I
Departemen P dan K
Mashuri, SH
6/6/1968 – 28/3/1973
30
Kabinet
Pembangunan II
Departemen P dan K
Prof Dr Sumantri
Brojonegoro
Prof Dr Syarif Thayeb
28/3/1973 – 18/12/1973

18/12/1973 – 29/3/1978
31
Kabinet
Pembangunan III
Departemen P dan K Menteri Muda Urusan Pemuda
Dr Daoed Joesoef
Dr Abdul Gafur
31/3/1978 – 19/3/1983
32
Kabinet
Pembangunan IV
Departemen P dan K
Prof Dr. Nugroho
Notosusanto
Prof Dr J.B. Sumarlin (a.i) Prof Dr Fuad Hasan
19/3/1983 – 3/7/1985


30/7/1985 – 21/3/1988
33
Kabinet
Pembangunan V
Departemen P dan K
Prof Dr Fuad Hasan
21/3/1988 – 17/3/1993
34
Kabinet
Pembangunan VI
Departemen P dan K
Dr Ir Ing Wardiman
Djojonegoro
17/3/1993 - 17/3/1998
35
Kabinet
Pembangunan VII
Departemen P dan K
Prof Dr Ir Wiranto
Arismunandar
17/3/1998 – 21/5/1998
36
Kabinet Reformasi
Pembangunan
Departemen P dan K
Prof Dr Juwono
Soedarsono
23/5/1998 – 23/10/1999
37
Kabinet Persatuan
Nasional
Departemen Pendidikan
Nasional
Dr Yahya A. Muhaimin
23/10/1999–22/7/2001
38
Kabinet Gotong
Royong
Departemen Pendidikan
Nasional
Prof Drs A. Malik
Fadjar, MSc
9/8/2001 - 21/10/2004
39
KabinetIndonesia
Bersatu I
Departemen Pendidikan
Nasional
Prof Dr Bambang
Sudibyo, MBA
21/10/2004 - 20/10/2009
40
Kabinet Indonesia
Bersatu II
Kementerian Pendidikan
Nasional
Prof Mohammad Nuh, DEA
Wakil Menteri: Prof dr
Fasli Jalal, PhD.
20/10/2009 –18/10/2011
41
Kabinet Indonesia
Bersatu II (Reshuffle)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)
Prof Mohammad Nuh, DEA
Wakil Menteri (Bidang Pendidikan): Prof Dr Musliar Kasim, MS Wakil Menteri (Bidang Kebudayaan): Prof Ir Wiendu Nuryanti, M. Arch, Phd,
19/10/2011 – 20/10/2014
42

Kabinet Kerja


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Anies Rasyid Baswedan Ph.D

27 Oktober 2014 - Sekarang



Anies Baswedan
Menteri Pendidikan Sekarang : Anies Rasyid Baswedan

Demikian Daftar Nama Menteri Pendidikan Indonesia. Semoga bermanfaat

Sumber : Kemdikbud

Web Sebagai Media Pembelajaran

Websitependidikan.com- Web Sebagai Media Pembelajaran yang Efektif- Sahabat, seiring dengan semakin maju dan berkembangnya dunia teknologi informasi yakni dengan adanya internet yang semakin hari semakin mudah diakses juga oleh masyarakat Indonesia, dalam hal ini oleh warga dunia pendidikan Indonesia dan semua orang yang peduli dengan pendidikan, maka pemanfaatan web sebagai media pembelajaran merupakan salah satu cara yang efekttif dan efisien untuk meningkatkan prestasi belajarnya peserta didik.

Web Sebagai Media Pembelajaran

Sahabat, saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, di mana sekarang sudah banyak orang yang mengakses internet melalui HP,tablet, dan sejenisnya. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh para pendidik dan peserta didik guna meningkatkan hasil pembelajaran. Metode pembelajaran seperti ceramah, tanya, jawab, demonstrasi, pemberian tugas, diskusi kelompok, praktik, dan metode pembelajaran lainnya kiranya tetap dapat dipadukan melalui media web/blog.

Saya yakin bahwa saat ini sudah banyak pendidik yang sudah memanfaatkan web sebagai media pembelajaran, khususnya mereka para pendidik/guru/dosen di tingkat SLTP, SLTA, dan perguruan tinggi ( semoga di jenjang SD/MI nantinya juga bisa diterapkan, sebenarnya saat ini juga sudah banyak sih Guru SD yang memanfaatkan web sebagai media pembelajaran) . Media web cukup disukai oleh para pendidik maupun peserta didik karena media ini memberi warna baru dalam dunia pendidikan. Pendidik lebih mudah menyampaikan tentang materi pelajaran/kuliahnya, sedangkan peserta didik/siswa/mahasiswa pun akan lebih merasa senang atau dalam kata lain proses pembelajaran online akan lebih dirasa asyik dan menyenangkan sehingga materi dapat terserap dengan baik.

Sahabat, mohon maaf sebelumnya ya?, bagi Anda yang belum memanfaatkan web sebagai media pembelajaran, di halaman ini akan saya sampaikan sedikit tentang gambaran/contoh penggunaan web/blog dalam pembelajaran. Ok sob, katakan lah kita sudah memiliki web/blog, jika belum sebaiknya manfaatkan blog gratisan saja dulu, jadi web yang kita gunakan tidak harus yang berbayar, malahan mungkin lebih baik pakai blog gratisan selamanya. he he. Misalkan kita belum punya blog, silakan baca Cara Membuat Web/Blog Gratis. Anggap lah blog sudah jadi, karena membuat blog itu paling butuh waktu sekitar 5 menit. Jika blog sudah jadi, untuk sementara kita jangan dulu memikirkan tentang tampilan blog, yang penting kita mulai saja membuat artikel, misalnya mengisi/membuat artikel tentang  materi pelajaran yang akan disampaikan ke siswa pada hari besok, untuk lebih urutnya kurang lebih seperti langkah-langkah di bawah ini :

1. Menulis artikel tentang materi yang akan disampaikan pada hari besok

Kegiatan ini meliputi kegiatan merangkum/meringkas materi dengan sumber buku pegangan pendidik, agar lebih menarik perhatian siswa, bisa kita tambahkan materi yang masih sesuai denga cara mencari di internet, sebaiknya jangan murni copas, jadi edit lah dengan bahasa kita jika memang materi itu bukan sebuah definisi, dan jangan lupa cantumkan link sumbernya.

2. Menugasi siswa untuk membaca dan mengomentari materi

Kegiatan ini tentunya bisa dilakukan pada jam pelajaran di sekolah maupun sebagai tugas/PR, sesuaikan saja dengan kondisi kita dan peserta didik. Adapun tugas yang diberikan kepada siswa juga bisa tugas membaca, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

3. Memberi kesempatan kepada pengunjung umum

Jika ada pengunjung yang bukan siswa Bapak/Ibu yang ikut berkmentar baik komentar dalam bentuk pertanyaan, penguatan, dan sebagainya, maka tanggapilah dengan baik karena pengunjung tersebut bisa membantu kita dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa.

4. Setelah tugas selesai, jangan menghapus materi/artikel tersebut

Biarkan artikel/materi yang sudah selesai sebagai arsip web/blog. Dengan demikian, maka siapa pun tetap bisa menikmati hasil materi yang sudah kita rangkum sehingga ilmu tersebut bermanfaat bagi semua pengunjung web/blog kita.

Demikian sekilas tentang Web Sebagai Media Pembelajaran. Semoga pendidikan Indonesia semakin maju dan berkembang.

Baca juga Cara Pemanfaatan Alam Takambang Sebagai Guru/Sumber Ilmu

Minggu, 16 Agustus 2015

Dinas Pendidikan DIY

Dinas Pendidikan DIY- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu dinas pendidikan di Indonesia yang mengurusi tentang Pendidikan Pemuda dan Olahraga di wilayah DIY. Dinas Pendidikan DIY ini beralamat  di Jalan Cendana Nomor 9 Yogyakarta.

Dinas Pendidikan DIY
Dinas Pendidikan DIY

Visi dan Misi Dinas Pendidikan DIY

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Visi dan Misi SKPD

Daerah Istimewa Yogyakarta kaya dengan keunggulan komparatif, antara lain sudah lama dikenal sebagai kota pendidikan yang ditandai dengan banyaknya pilihan pendidikan berkualitas pada semua jenjang, jalur, dan jenis pendidikan. Kondisi tersebut tidak lepas dari kuatnya dukungan modal budaya  dan modal sosial serta komitmen segenap komponen daerah untuk mengunggulkan dunia pendidikan. Kekayaan keunggulan komparatif tersebut perlu ditransformasikan sehingga menjadi keunggulan kompetitif dalam bidang pendidikan.

Bertolak dari pemahaman di atas, serta dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJPM) DIY dan perkembangan lingkungan strategis, cita-cita ini dituangkan ke dalam Visi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Tahun 20122017, yaitu: Mewujudkan kualitas pendidikan, pemuda, dan olahraga yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya.

Nilai-nilai luhur budaya yang dimaksud adalah nilai-nilai luhur budaya DIY yang diperkaya dengan nilai-nilai luhur budaya nasional dalam konteks perkembangan budaya global. Visi tersebut sebagai upaya untuk menunjang terwujudnya  visi Pembangunan Jangka Panjang DIY tahun 2005 ? 2025 dan visi Pembangunan Jangka Menengah DIY tahun 2012-2017.

Penempatan nilai luhur budaya dalam pendidikan diletakkan pada tiga hal yaitu,
  • pertama: nilai luhur budaya sebagai aspek penguat tujuan pendidikan, 
  • kedua: nilai luhur budaya sebagai pendekatan baik dalam pembelajaran maupun pengelolaan pendidikan,
  • ketiga: nilai luhur budaya sebagai isi atau muatan pendidikan.
Untuk mewujudkan Visi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY maka dirumuskan Misi yang difokuskan pada cara mengatasi lima isu strategis yang sudah diidentifikasi pada bagian sebelumnya. Misi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY
tersebut adalah:
  • Misi Pertama : Menyediakan pendidikan berkualitas untuk semua dan nondiskriminatif
  • Misi Kedua : Mengembangkan pendidikan karakter berbasis budaya
  • Misi Ketiga : Mengembangkan pusat-pusat unggulan mutu pendidikan
  • Misi Keempat  : Mengembangkan peran sinergis pendidikan terhadappembangunan
  • Misi Kelima : Mengembangkan pembinaan pemuda dan olahraga yang berkualitas dan berkarakter
  • Misi Keenam : Mengembangkan tatakelola pendidikan, pemuda, dan olahraga berbasis budaya
Keenam misi tersebut koheren dengan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2010-2014 yakni: meningkatkan Ketersediaan, memperluas Keterjangkauan, meningkatkan Kualitas, mewujudkan Kesetaraan, dan menjamin Kepastian memperoleh layanan pendidikan yang  mencakup persoalan aksesibilitas, kualitas, dan akuntabilitas.

Dengan demikian keberhasilan misi pembangunan pendidikan DIY yang mengakar pada kondisi daerah dipastikan memiliki andil pada pembangunan pendidikan nasional. Hal ini mencerminkan pemikiran dan tindakan yang kontekstual dengan kondisi lokal/daerah, kepentingan nasional, dan perkembangan global.

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
Tujuan Jangka Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY
Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan pendidikan DIY dirumuskan tujuan strategis pembangunan pendidikan DIY sebagai berikut:
  1.  Mengembangkan pendidikan berkualitas yang merata untuk semua, berdaya saing, dan nondiskriminatif;
  2. Menghasilkan generasi muda berkarakter yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, cinta tanah air dan bangsa, berjiwa luhur, berbudaya, menjadi teladan, rela berkorban, kreatif, inovatif, serta profesional;
  3. Mewujudkan peran DIY dalam menciptakan inovasi pendidikan;
  4. Mewujudkan pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan;
  5. Mewujudkan pemuda dan olahraga yang berkualitas, berdaya saing, dan berbudaya;
  6. Meningkatkan layanan pendidikan, pemuda, dan olahraga yang akuntabel dan berbudaya.
Sasaran Jangka Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY
Untuk mewujudkan tujuan strategis pembangunan pendidikan DIY dirumuskan sasaran strategis sebagai berikut:
  1. Terwujudnya pendidikan berkualitas untuk semua, berdaya saing dan nondiskrimatif
  2. Terwujudnya pendidikan karakter yang mengedepankan kemajuan dan kedamaian dalam kemajemukan;
  3. Terwujudnya inovasi pendidikan yang handal;
  4. Terwujudnya pendidikan yang sinergis dengan kebutuhan pembangunan;
  5. Terwujudnya kapasitas pemuda dan olahraga yang berkualitas, berdaya saing dan berbudaya;
  6. Terwujudnya layanan pendidikan, pemuda, dan olahraga yang akuntabel dan berbudaya.
(Visi dan Misi Dinas Pendidikan DIY dikutip dari Website Resminya )

Nomor telepon, faxs, kode pos, email, dan website resmi Dinas Pendidikan DIY :
  • Telepon : (0274) 550330
  • Faxs : 0274 765456
  • Kode pos : 55166
  • Email : dikpora@jogjaprov.go.id
  • Website Resmi Dinas Pendidikan DIY : www.pendidikan-diy.go.id 
Demikian info tentang Dinas Pendidikan DIY. Semoga bermanfaat

Selasa, 11 Agustus 2015

Cara Membuat Web Sekolah

Websitependidikan.com- Cara Membuat Web Sekolah- Pembaca yang budiman, sebelum pembahasan lebih jauh tentang cara membuat website sekolah, mari kita baca kembali tentang definisi web/blog dan manfaat web sekolah bagi warga sekolah dan dunia pendidikan Indonesia.

Definisi web
Situs web (bahasa Inggris: website) adalah suatu halaman web yang saling berhubungan yang umumnya berada pada peladen yang sama berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi.Sebuah situs web biasanya ditempatkan setidaknya pada sebuah server web yang dapat diakses melalui jaringan seperti Internet, ataupun jaringan wilayah lokal (LAN) melalui alamat Internet yang dikenali sebagai URL. Gabungan atas semua situs yang dapat diakses publik di Internet disebut pula sebagai World Wide Web atau lebih dikenal dengan singkatan WWW.  ( Sumber : Wikipedia )

Definisi blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.( Sumber : Wikipedia )

Intinya baik menggunakan web atau blog sebenarnya kurang lebihnya sama saja yaitu untuk memberikan informasi yang bermanfaat kepada orang lain di seluruh penjuru dunia. Selain sebagai sarana menginformasikan sesuatu, web/blog juga bisa kita manfaatkan sebagai arsip online.

Sahabat Pembaca, seiring dengan semakin tumbuhkembangnya teknologi informasi, kita mestinya dapat memanfaatkan teknologi sebagai penunjang keberhasilan proses dan hasil pembelajaran sekolah melalui media web. Meminjam istilah pembelajaran berbasis kompetensi, maka bisa dikatakan juga pengembangan kompetensi berbasis web.
Cara Membuat Web Sekolah
Gambar Web Sekolah

Peningkatan dan atau pengembangan kemampuan warga sekolah dapat juga dilakukan dengan cara membangun web sekolah dengan serius. Jika saat ini mayoritas sekolah sudah memiliki akun media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain, mengapa juga bagi sekolah yang belum memiliki web/blog belum juga membuat web sekolah?, padahal web sekolah itu sangat penting dan bermanfaat. Adapun manfat-manfaat yang kita dapatkan antara lain sebagai berikut :

Manfaat web sekolah bagi Kepala Sekolah
  • sarana publikasi online tentang profil sekolah
  • memudahkan terwujudnya visi dan misi sekolah
Manfaat web sekolah bagi Komite Sekolah
  • lebih mudah dalam memantau kondisi sekolah
  • mengerti kebutuhan sekolah sehingga lebih cepat dan mudah berpartisipasi memajukan sekolah
Manfaat web sekolah bagi Guru
  • meningkatkan kompetensi
  • membantu siswa dalam berkreasi
  • terjadi interaksi aktif secara online
  • menyediakan sarana belajar bagi siswa yang tidak terbatas pada ruang dan wakt
Manfaat web sekolah bagi Wali Siswa dan Masyarakat
  • bisa mengakses data-data tentang sekolah tanpa harus datang ke sekolah
  • memantau kemajuan/perkembangan sekolah
  • bisa dijadikan referensi dan rujukan untuk memilih sekolah yang benar-benar berkualitas
Manfaat web sekolah bagi Siswa
  • menjadi sarana belajar yang bisa menumbuhkembangkan kreatifitas siswa
  • menjadi sarana belajar yang menyenangkan
  • melihat informasi terbaru dari sekolah
  • mengakses materi pelajaran yang ada di sekolah dan tak terbatas
  • mengerjakan tugas secara online
  • meningkatkan hasil belajar siswa
Dengan adanya web sekolah, pihak Dinas Pendidikan juga bisa mengambil manfaatnya yakni lebih memudahkan pihak Dinas Pendidikan dalam memantau perkembangan sekolah.

Cara membuat web sekolah

Untuk membuat web/blog sekolah, kita dapat memanfaatkan blog gratisan dulu seperti pembuatan blog pada platfrom blogger dan wordpress. Jika ingin yang berbayar, kita bisa memanfaatkan jasa pembuatan web sekolah, karena sekarang banyak banget penyedia jasa pembuatan web. Silakan cari di mbah Google. Untuk pembuatan web/blog gratisan, silakan baca Cara Membuat Web 5 Menit Langsung Jadi.

Jumat, 31 Juli 2015

Download dan Informasi Aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0 Terbaru 2015

Websitependidikan.com-Download dan Informasi Aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0 Terbaru 2015-Sebagaimana informasi dari website resmi dapodikdas bahwa tahun ajaran 2015/2016 aplikasi Dapodik untuk pengumpulan/ updating data individual Satuan Pendidikan, Peserta Didik , Pendidik dan Tenaga Kependidikan telah diluncurkan dengan versi 4.00.

Adapun perubahan dari versi 3.03 menjadi 4.00 berkaitan dengan perbaikan maupun pembaruan sebagai berikut :
  1. [Perbaikan] Pelebaran 14 digit pada kolom NRG di Riwayat Sertifikasi
  2. [Pembaruan] Kolom NPWP Sekolah di Form Sekolah
  3. [Pembaruan] Memindahkan kolom isian SKHUN ke dalam kolom nomor peserta ujian
  4. [Pembaruan] Isian No SKHUN untuk jenjang SMP di form Registrasi Peserta Didik
  5. [Pembaruan] Isian No Peserta UN untuk jenjang SMP di form Registrasi Peserta Didik
  6. [Pembaruan] Isian No Seri Ijazah di form Registrasi Peserta Didik
  7. [Pembaruan] migrasi / pemindahan isi data dari kolom SKHUN ke kolom no peserta ujijan
  8. [Pembaruan] Modul Layanan Khusus Sekolah
  9. [Pembaruan] Modul Program Inklusi Sekolah
  10. [Pembaruan] Kolom "Keterangan" pada tabel Prasarana
  11. [Pembaruan] Kolom "Spesifikasi" pada tabel Sarana
  12. [Pembaruan] Menu Unduh Daftar Peserta Didik Keluar
  13. [Pembaruan] Menonaktifkan isian lintang dan bujur di form Sekolah
  14. [Pembaruan] Modul tambah peserta didik baru/mutasi secara online
  15. [Pembaruan] Penguncian nama, NUPTK, Tanggal Lahir, Nama Ibu Kandung, dan Jenis Kelamin pada data PTK.
  16. [Pembaruan] Penguncian nama, NISN, Tanggal Lahir, nama ibukandung pada data Peserta DIdik
  17. [Pembaruan] Penambahan referensi kurikulum pada sekolah SPK
  18. [Pembaruan] Penambahan referensi kurikulum pada sekolah SLB
  19. [Pembaruan] Penambahan status gugus di tabel sekolah
  20. [Pembaruan] Nama Kolom KPS di tabel peserta didik diubah menjadi KPS/KKS/KIP/PKH
  21. [Pembaruan] pembukaan semester 1 tahun ajaran 2015/2016
  22. [Pembaruan] penambahan referensi wilayah level desa
  23. [Pembaruan] modul validasi 2 arah
  24. [Pembaruan] modifikasi tema warna / tampilan aplikasi
Dengan telah terbitnya versi baru ini, dapodikdas menginstrusikan kepada operator sekolah SD, SDLB, SMPLB dan SLB memutakhirkan datanya dan melakukan sinkronisasi data sampai dengan tanggal 31 agustus 2015.
Download dan Informasi Aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0 Terbaru 2015

Silakan Download Aplikasi Dapodik versi 4.00 dan Petunjuk Penggunaannya

Selasa, 28 Juli 2015

Kemendikbud Mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti-Pada era sekarang pendidikan dan pengamalan budi pekerti sangat lebih dibutuhkan dan dilakukan. Pemerintah via Kemdikbud sudah secara resmi mencanangkan gerakan Penumbuhan Budi Pekerti melalui serangkaian kegiatan non kurikuler sesuai dengan Peraturan meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Bapak Anies Baswedan menegaskan, sekolah bukan lagi menanamkan budi pekerti akan tetapi setiap sekolah harusnya mampu menumbuhkan budi pekerti pada siswa. Hal tersebut disampaikan oleh pak Menteri karena menurut beliau antara kata/istilah menumbuhkan dengan menanamkan itu memiliki makna yang berbeda.

“Menumbuhkan artinya kita menyiapkan satu lingkungan yang memungkinkan anak-anak kita tumbuh budi pekertinya, bukan dari luar ditancapkan dan ditanamkan,” katanya saat memberikan arahan pada pelaksanaan upacara bendera di SD Negeri 01 dan 06 Pagi Lebak Bulus, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Kemendikbud Mencanangkan Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti
Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti via Kemendikbud

Mendikbud menjelaskan, hal pertama yang dilakukan untuk menumbuhkan budi pekerti pada siswa adalah diajarkan kemudian dibiasakan dan dilatih secara konsisten. Setelah itu, kata dia, akan menjadi kebiasaan pada siswa yang kemudian terbentuk karakter dan selanjutnya menjadi budaya terutama budaya di sekolah. “Untuk menjadi budaya perlu melewati beberapa proses tersebut,” ujarnya.

Mendikbud mengungkapkan, pada intinya budi pekerti perlu ditumbuhkan sebagai kebiasaan bukan sebagai pengetahuan saja. Kebiasaan itu, kata dia, artinya sesuatu hal yang dikerjakan secara rutin atau terus menerus dan apabila budi pekerti itu tumbuh sebagai kebiasaan maka akan menjadi karakter yang selanjutnya menjadi budaya. “Harapannya para guru, para kepala sekolah, menyadari bahwa kita mulai tahun ini serius bicara tentang penumbuhan budi pekerti,” tuturnya.
( Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/4406 )

Para pembaca, kita perlu bersyukur karena pemerintah begitu memperhatikan tentang akhlak atau budi pekerti melalui gerakan penumbuhan budi pekerti lewat pendidikan formal. Semoga upaya pemerintah dapat berhasil.

Walaupun demikian, hal yang tak kalah penting adalah pendidikan Agama yang mestinya harus disampaikan sejak dini. Jika dalam suatu keluarga, seorang anak mendapatkan ilmu agama sejak kecil maka insya Allah para Guru pun akan lebih mudah dalam mendidik siswanya (siswa  yang sudah mempunyai bekal ilmu Agama dari keluarga atau lngkungannya). Jadi antara pendidikan di keluarga, lingkungan, dan sekolah memang rasanya suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.